Foto: Kantor Imigrasi Kelas
ENTIKONG // propamnewstv.id/– Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong terus menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan masyarakat di wilayah perbatasan negara. Melalui Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, program inovatif bertajuk “Imigrasi Mengajar” yang tergabung dalam inisiatif Desa Binaan Imigrasi (DBI) kembali sukses dilaksanakan pada Sabtu (18/4) di Rusunawa Entikong.
Kegiatan edukatif Imigrasi Mengajar yang berlangsung lancar sejak pukul 10.00 hingga 11.30 WIB ini secara khusus menyasar anak-anak yang berdomisili di wilayah perbatasan. Melalui pendekatan yang interaktif dan humanis, petugas Imigrasi tidak hanya hadir sebagai penjaga pintu gerbang negara, tetapi juga bertindak sebagai tenaga pengajar yang peduli terhadap pendidikan generasi penerus bangsa.
Dalam pelaksanaannya, program rutin mingguan ini membekali anak-anak dengan dua materi utama, yakni pengetahuan dasar seputar keimigrasian dan pengenalan bahasa Inggris. Pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara satu arah, Guru pengajar dari program ini, Charles Fernandez juga memberikan evaluasi berupa latihan soal di akhir sesi. Metode ini terbukti sangat efektif untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman para peserta terhadap materi yang telah diajarkan. Berdasarkan evaluasi tersebut, antusiasme dan daya tangkap anak-anak terhadap materi sangat positif.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan
Keimigrasian, Mukhlas Winarno, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah proaktif institusi dalam memberikan edukasi sejak dini. Keberhasilan kegiatan yang berjalan lancar tanpa kendala ini membuktikan bahwa program edukatif di kawasan perbatasan sangat dibutuhkan dan diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.
Melihat tingginya antusiasme serta efektivitas program di Rusunawa Entikong, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong telah merencanakan tindak lanjut strategis ke depannya. Rencananya, cakupan kegiatan “Imigrasi Mengajar” akan terus diperluas agar manfaat dari program Desa Binaan Imigrasi ini dapat dirasakan oleh lebih banyak anak-anak di berbagai titik wilayah perbatasan lainnya.
Kehadiran Imigrasi Entikong melalui program ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat belajar anak-anak perbatasan, sekaligus membangun kesadaran hukum dan keimigrasian yang kuat bagi masyarakat sejak usia dini.(Mr)
Tim (Red)


