Foto: Tim Media Propamnewstv bersama Humas Bea dan Cukai Entikong.
KALBAR -16 April 2026 – Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan oleh jajaran Bea dan Cukai di wilayah perbatasan. Hal ini disampaikan langsung oleh Humas Bea dan Cukai Entikong, Rendi Aprianto, S.E., dalam sesi konfirmasi bersama wartawan Tim Media Propam News TV di Kantor Bea dan Cukai Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Dalam keterangannya, Rendi menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan sistem pelayanan guna memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya para pelintas batas dan pengguna jasa kepabeanan.
“Pelayanan yang sebelumnya memakan waktu hingga 3 jam, saat ini terus kami evaluasi dan percepat menjadi sekitar 2 jam, bahkan kami targetkan bisa hanya 1 jam. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Rendi.
Menurutnya, percepatan pelayanan ini tidak hanya sekadar memangkas waktu, tetapi juga merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang sedang dijalankan oleh Bea dan Cukai. Dengan adanya efisiensi waktu, diharapkan aktivitas masyarakat di perbatasan dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan administratif yang berlarut-larut.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan peningkatan dari sisi sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan teknologi dalam proses pelayanan. Digitalisasi sistem menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi antrean serta meminimalisir potensi kesalahan dalam proses administrasi.
“Kami tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga ketepatan dan transparansi. Dengan sistem yang lebih baik, kami ingin masyarakat merasa dilayani dengan profesional, adil, dan tanpa adanya praktik yang merugikan,” tegasnya.
Wilayah Entikong sendiri merupakan salah satu pintu gerbang utama lintas negara antara Indonesia dan Malaysia, sehingga peran Bea dan Cukai sangat vital dalam mengawasi arus barang dan orang yang keluar masuk wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pelayanan yang cepat dan efisien menjadi kebutuhan penting, baik bagi masyarakat umum maupun pelaku usaha.
Dalam sesi tersebut, Rendi juga menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap institusi Bea dan Cukai. Ia berharap, dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan, citra positif lembaga semakin meningkat di mata masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa puas dan percaya terhadap kinerja Bea dan Cukai. Kepercayaan itu penting, dan hanya bisa dibangun melalui pelayanan yang konsisten, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
Sementara itu, Tim Media Propam News TV yang hadir dalam sesi konfirmasi tersebut mengapresiasi keterbukaan pihak Bea dan Cukai dalam memberikan informasi kepada publik. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi yang baik antara instansi pemerintah dan masyarakat.
Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Bea dan Cukai Entikong diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan prima di kawasan perbatasan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran aktivitas lintas negara di Kalimantan Barat.
-(Tim Media Propam news tv)


