
BANTEN //propamnewstv.id/— Pengelolaan air limbah di lingkungan dapur MBG SPPG Karyasari menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola memastikan bahwa sistem pengolahan limbah kini telah diperbaiki dan tidak lagi menimbulkan dampak seperti sebelumnya, Jum’at (17/04/2026).
Dimas Dhika Alpiyan selaku Kasppg menjelaskan bahwa persoalan limbah yang sempat terjadi merupakan kondisi lama yang telah melalui proses evaluasi internal. Ia menegaskan, saat ini tidak ada lagi aliran limbah yang langsung mengalir ke area depan tanpa pengolahan.
“Permasalahan itu terjadi sebelumnya. Sekarang sudah kami evaluasi. Tidak ada lagi air limbah yang mengalir ke depan. Kalaupun ada aliran, itu sudah melalui proses filtrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem penyaringan yang digunakan telah dilengkapi dengan perangkat grease trap, yang berfungsi memisahkan kandungan lemak dari air buangan. Dengan demikian, cairan yang keluar dari sistem tersebut telah melalui proses pengolahan sehingga lebih bersih dan tidak menimbulkan bau.
“Lemak sudah terjaring di dalam grease trap. Hasil akhirnya berupa air yang relatif bersih dan tidak berbau,” lanjutnya.
Sementara itu, H. Karnadi selaku pengelola dapur MBG SPPG Karyasari menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dari masyarakat. Ia menilai kritik yang disampaikan menjadi bahan penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dapur ke depan.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan saran yang diberikan. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depannya pengelolaan dapur semakin baik,” kata Karnadi.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan, khususnya dalam aspek kebersihan dan pengelolaan limbah, guna menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.
Dengan adanya perbaikan tersebut, pihak pengelola berharap kepercayaan masyarakat terhadap operasional dapur MBG SPPG Karyasari dapat terus meningkat seiring dengan peningkatan standar pengelolaan yang diterapkan.
Tim (Red)


