Ketum PWDPI Prihatin Kampung Halaman: Jalan Bandar Sari–Payung Makmur Rusak Parah, Truk Tambang Beban 30 Ton Jadi Penyebab Utama

- Reporter

Jumat, 6 November 2026 - 06:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TENGAH  //propamnewstv.id/— Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi jalan yang rusak parah di ruas Bandar Sari, Kecamatan Padang Ratu, hingga Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Kondisi jalan di sepanjang ruas tersebut dipenuhi lubang besar dan berubah menjadi kubangan berlumpur saat musim hujan. Kerusakan ini diduga kuat disebabkan oleh maraknya truk-truk besar yang melintas dengan muatan jauh melebihi batas yang diizinkan, bahkan mencapai 30 ton lebih.

“Sangat memprihatinkan. Jalan yang baru saja dibangun atau di aspal, sudah hancur kembali hanya dalam waktu hitungan bulan,” ujar M. Nurullah RS, pada Kamis (5/11/2026) saat pulang kampung halaman.

Ia mencontohkan, jalan yang baru dibangun ulang sebanyak dua kali pun mengalami nasib yang sama. Pembangunan jalan baru yang dikerjakan dengan aspal hotmix menggunakan anggaran miliaran rupiah, hanya bertahan tiga bulan dan sudah rusak parah. Aspal yang seharusnya awet bertahun-tahun kini seakan lenyap, berganti lubang-lubang besar yang menyulitkan aktivitas warga setiap harinya.

Lebih lanjut, M. Nurullah menyoroti dampak nyata yang dirasakan warga sehari-hari. Kerusakan jalan ini tidak sekadar menghambat perjalanan, tetapi juga membahayakan para pengguna jalan, baik pengendara motor maupun pengemudi kendaraan lainnya yang harus bermanuver menghindari lubang.

Selain itu, getaran akibat lewatnya truk-truk berat terus-menerus menyebabkan keretakan pada bangunan rumah warga yang berada di pinggir jalan. Saat musim kemarau tiba, kondisi jalan yang rusak membuat warga seolah “memanen debu” setiap harinya. Debu yang beterbangan tak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai penyakit pernapasan bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.

Kemarahan warga memuncak karena kerusakan jalan terjadi terus-menerus selama puluhan tahun tanpa solusi tuntas. Saat ini, warga telah memasang portal penutup jalan dan melarang pihak tambang beroperasi melintas di wilayah tersebut sampai jalan diperbaiki dengan benar.

“Warga sudah tidak tahan lagi. Portal itu bukan ingin menghalangi perekonomian, melainkan bentuk protes karena aspal miliaran rupiah hilang dalam hitungan bulan serta penyebab kerusakan jalan yang parah. Ini hak warga untuk memperjuangkan lingkungan dan keselamatan mereka,” kata M. Nurullah.

M. Nurullah juga menyoroti peran pihak tambang yang dinilai hanya berfokus pada keuntungan semata tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap fasilitas umum dan infrastruktur warga sekitar.

“Pihak tambang seakan hanya mementingkan keuntungan, mengeruk hasil bumi sebanyak-banyaknya, tetapi tidak peduli jalan yang mereka lalui hancur lebur. Ini ketidakadilan bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut,” tegasnya.

Ia meminta instansi terkait untuk segera melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan yang melintas melebihi batas muatan di ruas Bandar Sari–Payung Makmur, serta memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak tambang agar masalah ini segera diselesaikan secara kekeluargaan dan tuntas.

“Jalan Kabupaten dan Jalan Desa itu masuk kategori Jalan Kelas III, batas Muatan Sumbu Terberatnya hanya 8 ton. Jika truk bermuatan 30 ton terus melintas setiap hari, mau sekuat apa pun jalan dibangun, pasti akan rusak dalam waktu singkat. Mari taati aturan demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

(Humas PWDPI)

Tim//red

Berita Terkait

Bupati dan Kapolres HST Turun Bersihkan Siring Juwita Barabai,Wujud Peduli Lingkungan
Peringati World Cleanup Day 2026,Polres HST dan Relawan Bersihkan Sungai Barabai di Siring Juwita
Bupati Sintang Buka PKU Akbar PNM Sintang, Dorong UMKM Paham Literasi Keuangan dan Kelola Usaha 
POLRES BANJARBARU GELAR GREEN POLICING, KAPOLRES PIMPIN LANGSUNG GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN
Semangat Gotong Royong Warnai Aksi Bersih Sungai Barabai Kodim 1002/HST
Stephanus Paiman OFM Cap: Mekanisme Penanganan Konflik di PLBN Aruk Harus Jelas
MASYARAKAT SAMBAS TEMUI KAPOLRES, TEGASKAN PENEGAKAN HUKUM HARUS SESUAI WILAYAH HUKUM DAN JAGA FUNGSI PLBN ARUK
BNN Dan POLRI Perkuat Kerjasama Dengan ONCB Thailand, Bidik Jaringan Narkotika Lintas Negara

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:09

Bupati dan Kapolres HST Turun Bersihkan Siring Juwita Barabai,Wujud Peduli Lingkungan

Jumat, 6 November 2026 - 14:58

Peringati World Cleanup Day 2026,Polres HST dan Relawan Bersihkan Sungai Barabai di Siring Juwita

Jumat, 6 November 2026 - 14:48

Bupati Sintang Buka PKU Akbar PNM Sintang, Dorong UMKM Paham Literasi Keuangan dan Kelola Usaha 

Jumat, 6 November 2026 - 14:41

POLRES BANJARBARU GELAR GREEN POLICING, KAPOLRES PIMPIN LANGSUNG GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN

Jumat, 6 November 2026 - 14:22

Semangat Gotong Royong Warnai Aksi Bersih Sungai Barabai Kodim 1002/HST

Jumat, 6 November 2026 - 06:01

Stephanus Paiman OFM Cap: Mekanisme Penanganan Konflik di PLBN Aruk Harus Jelas

Jumat, 6 November 2026 - 05:50

MASYARAKAT SAMBAS TEMUI KAPOLRES, TEGASKAN PENEGAKAN HUKUM HARUS SESUAI WILAYAH HUKUM DAN JAGA FUNGSI PLBN ARUK

Jumat, 6 November 2026 - 05:46

BNN Dan POLRI Perkuat Kerjasama Dengan ONCB Thailand, Bidik Jaringan Narkotika Lintas Negara

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x