Badan Geologi Ungkap Kerentanan Lokasi Longsor Cisarua

- Reporter

Senin, 26 Januari 2026 - 03:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cisarua, // PropamNewstv.id – Daerah terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu 24 Januari 2026, termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah. Gerakan tanah dapat terjadi terutama pada lereng yang telah terganggu secara alami maupun oleh aktivitas manusia, khususnya saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama.

“Karakteristik batuan gunung api tua yang lapuk dan keberadaan struktur geologi memperbesar kerentanan wilayah ini terhadap longsor,” kata pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria lewat keterangan tertulis, Sabtu 24 Januari 2026.

Longsor menerjang Kampung Pasirkuning terjadi pada dinihari dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Sebanyak 17 korban tewas telah ditemukan dan 73 lainnya masih dicari.

Wilayah Desa Pasirlangu merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup intensif. Tata guna lahan di sekitar lokasi kejadian, menurut laporan Badan Geologi, didominasi oleh pemukiman penduduk, pertanian lahan kering, kebun campuran, serta sebagian kawasan terbuka.

Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum memadai, turut memengaruhi kestabilan lereng dan memperbesar potensi terjadinya gerakan tanah. Peristiwa ini, kata Lana, “Menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas.”

Sementara aliran sungai di daerah longsor itu berukuran kecil hingga menengah mengikuti lembah-lembah curam dan berfungsi sebagai zona pelepasan lereng. Kondisi hidrogeologi setempat ditandai oleh sistem air tanah dangkal dengan muka air tanah yang mudah naik saat curah hujan tinggi. “Infiltrasi air hujan yang intensif ke dalam lapisan tanah hasil pelapukan batuan vulkanik menyebabkan peningkatan tekanan air pori yang signifikan,” kata Lana.

Kondisi Geologi Bandung Barat

Wilayah Kabupaten Bandung Barat secara regional dipengaruhi oleh sistem struktur geologi berupa sesar dan rekahan yang berarah dominan barat laut–tenggara dan barat daya–timur laut yang berkaitan dengan dinamika tektonik Cekungan Bandung dan aktivitas gunung api Kuarter. Keberadaan struktur geologi berupa zona rekahan dan sesar tersebut berimplikasi pada meningkatnya permeabilitas batuan serta berkembangnya bidang-bidang lemah yang dapat berperan sebagai bidang gelincir gerakan tanah. Secara lokal, struktur ini mempercepat proses pelapukan dan infiltrasi air ke dalam lereng.

Secara morfologi, daerah terdampak longsor didominasi oleh bentang alam perbukitan vulkanik dengan ketinggian menengah hingga tinggi. Kemiringan lereng umumnya berkisar antara 8–40 derajat dengan kelas lereng sedang hingga curam. Pada beberapa bagian lereng, terutama di sekitar lembah dan punggungan bukit, dijumpai lereng sangat curam dengan kemiringan lebih dari 40 derajat.

Ada pun secara geologi, daerah kejadian disusun oleh satuan batuan yang dapat disebandingkan dengan formasi endapan gunung api tua tidak terpisahkan seperti tercantum dalam Peta Geologi Regional Lembar Bandung, Jawa Barat. Satuan ini umumnya terdiri atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah mengalami pelapukan kuat. Kondisi pelapukan lanjut menyebabkan penurunan kuat geser tanah dan batuan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap terjadinya gerakan tanah, terutama pada lereng dengan kemiringan sedang hingga curam.

Sebab dan Kronologi Longsor

Badan Geologi memperkirakan mekanisme longsor yang terjadi diawali oleh infiltrasi air hujan ke dalam lapisan tanah pelapukan batuan vulkanik. Akumulasi air itu meningkatkan tekanan air pori dan menurunkan kohesi serta sudut geser dalam material lereng. Pada saat gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, terjadi pergerakan massa tanah dan batuan mengikuti bidang gelincir yang berkembang pada zona lemah, sehingga memicu longsor dengan luasan besar.

Masyarakat di sekitar lokasi terdampak bencana direkomendasikan agar segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena masih berpotensi longsoran susulan. Masyarakat khususnya yang berada dekat lereng curam juga diminta Badan Geologi agar waspada, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama karena daerah tersebut masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.

Lana meminta penanganan longsoran dan pencarian korban hilang juga memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas.

(Sumber : Tempo)

Berita Terkait

Jokowi Tono Ajak Warga Entikong dan Sekitarnya Nobar Bola Gembira di Dapur Kampung
Konsolidasi dan Pembinaan Pokdar Kamtibmas, Perkuat Soliditas serta Sinergitas di Wilayah Serpong
HOAKS DAN PROVOKASI MENGANCAM PERSATUAN
Ketua PWDPI Kepri Soroti Kejanggalan Izin PT. Majesty Prosperindo, Diduga Timbun BBM Illegal 
GIAT SERAH TERIMA KAWAL ISTANA*
Ledakan Saat Hajatan Khitanan di Solokanjeruk, Enam Warga Terluka Bakar, Satu Korban Jalani Operasi Kulit
KNPI Picung Ajukan Audiensi ke Dirut PTPN VIII, Soroti Truk Angkutan Pupuk Overload
Penuh Haru! Sambutan Kepsek Menjelang Purnabakti di Hari Perpisahan dan Kenaikan Kelas SDN Gunungbatu 3 

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:14

Jokowi Tono Ajak Warga Entikong dan Sekitarnya Nobar Bola Gembira di Dapur Kampung

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:04

Konsolidasi dan Pembinaan Pokdar Kamtibmas, Perkuat Soliditas serta Sinergitas di Wilayah Serpong

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:48

HOAKS DAN PROVOKASI MENGANCAM PERSATUAN

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:13

Ketua PWDPI Kepri Soroti Kejanggalan Izin PT. Majesty Prosperindo, Diduga Timbun BBM Illegal 

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00

GIAT SERAH TERIMA KAWAL ISTANA*

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:35

KNPI Picung Ajukan Audiensi ke Dirut PTPN VIII, Soroti Truk Angkutan Pupuk Overload

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:18

Penuh Haru! Sambutan Kepsek Menjelang Purnabakti di Hari Perpisahan dan Kenaikan Kelas SDN Gunungbatu 3 

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:17

Satreskim Polres Demak Tetapkan Status Tersangka Terhadap Pendiri Padepokan Al-Anfas Karangawen atas Dugaan Kekerasan Seksual

Berita Terbaru

Berita

HOAKS DAN PROVOKASI MENGANCAM PERSATUAN

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:48

Berita

GIAT SERAH TERIMA KAWAL ISTANA*

Minggu, 21 Jun 2026 - 08:00

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x