AS Sepakati Penjualan Senjata Bernilai Miliaran Dolar ke Israel dan Arab Saudi

- Reporter

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington, // PropamNewstv.id – Amerika Serikat menyepakati penjualan senjata senilai miliaran dolar AS ke Israel dan Arab Saudi. Penjualan ini terjadi di tengah panasnya tensi kawasan, terutama antara AS dan Iran.

Dilansir AFP, Kementerian Pertahanan sudah memberi lampu hijau untuk pembelian 30 unit Helikopter Apache senilai $ 3,8 miliar ke Israel.

“AS tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan Israel, dan ini adalah langkah vital terkait kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mempertahankan kekuatan dan kemampuan bertahan,” kata Kemhan AS lewat statement yang disiarkan resmi, Jumat (30/1).

“Dan penjualan ini konsisten dengan tujuan tersebut,” lanjutnya.

Selain Apache, AS juga menjual Kendaraan Taktis Ringan ke Israel senilai $ 1,8 miliar.

Sementara untuk Arab Saudi, AS menyepakati penjualan 730 rudal anti serangan udara Patriot senilai $ 9 miliar. Rudal ini ampuh untuk menangkis serangan roket, atau beragam ancaman serangan dari udara.

Posisi Saudi sendiri cukup rumit. Secara kultural dan historis, Saudi berseberangan dengan Iran. Saudi juga dikenal sebagai sekutu dekat AS di kawasan Timur Tengah.

AS juga sempat menggelar Operasi Desert Storm, saat mereka dan koalisinya menggempur Irak pada 1991. Kala itu, AS menggunakan markas-markas mereka yang ada di Saudi untuk menyerbu Irak.

Namun, saat tensi antara AS dan Iran memanas belakangan ini, Saudi punya sikap lain. Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) menyatakan tak mengizinkan wilayahnya dipakai untuk menyerang Iran. Hal ini disampaikan Pangeran MBS usai bicara via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

“Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,” demikian keterangan tersebut dikutip dari The Saudi Press Agency (SPA) Rabu (28/1).

MBS mendukung upaya penyelesaian masalah lewat jalur dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

(Sumber : Kumparan)

Berita Terkait

Ketua PWDPI Kepri Soroti Kejanggalan Izin PT. Majesty Prosperindo, Diduga Timbun BBM Illegal 
GIAT SERAH TERIMA KAWAL ISTANA*
Ledakan Saat Hajatan Khitanan di Solokanjeruk, Enam Warga Terluka Bakar, Satu Korban Jalani Operasi Kulit
KNPI Picung Ajukan Audiensi ke Dirut PTPN VIII, Soroti Truk Angkutan Pupuk Overload
Penuh Haru! Sambutan Kepsek Menjelang Purnabakti di Hari Perpisahan dan Kenaikan Kelas SDN Gunungbatu 3 
Satreskim Polres Demak Tetapkan Status Tersangka Terhadap Pendiri Padepokan Al-Anfas Karangawen atas Dugaan Kekerasan Seksual
Carut-Marut Parkir Kendaraan (Truck) di Halaman Pertokoan Diduga Adanya Pembiaran dari Pihak Berwenang 
Ketum PWDPI: Kasus Roy Suryo dan Dr. Tifa Jadi Pengingat, Kebebasan Berpendapat Tak Boleh Keblabasan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:13

Ketua PWDPI Kepri Soroti Kejanggalan Izin PT. Majesty Prosperindo, Diduga Timbun BBM Illegal 

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00

GIAT SERAH TERIMA KAWAL ISTANA*

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:35

Ledakan Saat Hajatan Khitanan di Solokanjeruk, Enam Warga Terluka Bakar, Satu Korban Jalani Operasi Kulit

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:35

KNPI Picung Ajukan Audiensi ke Dirut PTPN VIII, Soroti Truk Angkutan Pupuk Overload

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:18

Penuh Haru! Sambutan Kepsek Menjelang Purnabakti di Hari Perpisahan dan Kenaikan Kelas SDN Gunungbatu 3 

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:42

Carut-Marut Parkir Kendaraan (Truck) di Halaman Pertokoan Diduga Adanya Pembiaran dari Pihak Berwenang 

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:30

Ketum PWDPI: Kasus Roy Suryo dan Dr. Tifa Jadi Pengingat, Kebebasan Berpendapat Tak Boleh Keblabasan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:31

Divisi Hukum PWDPI Akan Tindaklanjuti Pernyataan Oknum Kepsek SDN Cibitung 2

Berita Terbaru

Berita

GIAT SERAH TERIMA KAWAL ISTANA*

Minggu, 21 Jun 2026 - 08:00

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x