Soal Presiden Venezuela yang Ditangkap AS, Dosen Hukum: Langgar Hukum Internasional!

- Reporter

Sabtu, 10 Januari 2026 - 05:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // PropamNewstv.id – Dunia internasional dihebohkan dengan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh tentara Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026) lalu. Diketahui, penyerangan dan penculikan ini merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump terhadap Venezuela.

Presiden AS Donald Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba. Trump juga menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

Berbagai macam pakar membagikan pendapatnya mengenai peristiwa ini. Salah satunya datang dari Dosen Hukum Internasional Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Satria Unggul Wicaksana.

Satria menegaskan penculikan Presiden Maduro termasuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Menurutnya, kunci kedaulatan negara sendiri adalah saling menghormati negara lain.

“Itu adalah bagian dari pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Kedaulatan negara merupakan satu kata kunci di dalam hubungan internasional untuk saling menghormati dan menjaga otoritas dan yurisdiksi yang dimiliki oleh suatu negara,” katanya dalam laman Umsura dikutip Sabtu (10/1/2026).

Bukan Kali Pertama AS Melanggar Hukum Internasional

Satria membeberkan jika ini bukan kali pertama AS melanggar hukum internasional. Namun menurut Satria, tindakan tersebut dianggap wajar atau dilazimkan karena kuatnya posisi AS dalam geopolitik global.

Dekan Fakultas Hukum tersebut berpendapat setiap pelanggaran terhadap kedaulatan negara dapat dikategorikan sebagai agresi dan dapat dibawa ke Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) sebagai pelanggaran serius hukum internasional.

“Pembiaran aktivitas atau tindakan yang dilakukan Ameria Serikat di Venezuela, itu akan menjadi excuse ke banyak wilayah lain nantinya. Tentunya kita tidak berharap hal serupa terjadi di negara lain,” tuturnya.

Satria menjelaskan, jika ada suatu negara menghadapi persoalan serius seperti narkoba dan perdagangan senjata, maka penyelesaiannya tetap menjadi kewenangan negara yang bersangkutan. Dikenal prinsip exhaustion of local remedies dalam hukum internasional yang berarti mengutamakan penyelesaian masalah melalui mekanisme hukum dalam negeri.

“Bukan dengan cara extra teritorial seperti itu,” ucapnya.

Dugaan Motif Ekonomi

Ia juga menyinggung adanya dugaan motif ekonomi di balik intervensi tersebut. Satria mengungkap besarnya cadangan minyak yang dimiliki Venezuela.

“Ini harus dilihat, bagaimana intervensi atas nama sumber daya alam. Kedaulatan adalah hak yang dimiliki oleh suatu negara untuk dihormati, dan dijunjung tinggi haknya di dalam hubungan internasional. Hal ini yang seharusnya menjadi konsen utama,” ucapnya.

Pihaknya berharap kejadian di Venezuela tidak terulang kembali di negara lain. Ia juga menekankan perlunya tanggung jawab politik dan hukum dari pemerintah AS atas setiap tindakan yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional.

“Tentu kita berharap ini menjadi yang terakhir dan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat diharapkan mampu bertanggungjawab atas tindakannya yang menyalahi hukum internasional itu sendiri,” tegasnya.

(Red)

Berita Terkait

Arab Desak AS Batalkan Serangan ke Iran Demi Cegah Potensi Perang Kawasan
Trump Ancam Tarif 25% bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
Protes diIran berlanjut Korban Tewas Capai 554 Jiwa
China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja
Kuba Tak Gentar dengan Ancaman Trump, Siap Membela Kedaulatannya
Cina Kecam Penangkapan Maduro oleh AS
Iran Tegaskan Tidak Akan Memberi Toleransi kepada Perusuh
“Siapakah Renee Nicole Good, perempuan yang dibunuh petugas imigrasi AS?”

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:07

956 Pengunjung Padati Booth Polri, Raih Juara Terbaik 3 pada Pameran Kampung Hukum MA 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:05

Polres Sikka Polda NTT Asah Ketangguhan Personel, Kesemaptaan Bela Diri dan Samjas Semester I TA 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:02

Unit Reskrim Polsek Cikarang Timur Amankan Dua Pelaku Curanmor, Satu Pelaku Masuk DPO

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:00

Respon Cepat Polsek Muara Wis Tangani Kebakaran Rumah, Api Berhasil Dipadamkan dalam Dua Jam

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:24

Polsek Kenohan Intensifkan Pemantauan Banjir, Dua Titik Terdampak di Kahala dan Kahala Ilir

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:11

Satresnarkoba Polres Pekalongan Ringkus ‘Gemeng’ di Kedungwuni, Amankan Paket Sabu dan Alat Hisap

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:09

Pelayanan Humanis Polisi di Aksi Guru Madrasah, Bagikan Roti hingga Air Mineral

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:08

Satlantas Polrestro Jakarta Selatan Gelar Sosialisasi Operasi Keselamatan Jaya 2026 di TL Robinson Pasar Minggu

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x