BANDUNG, // PropamNewstv.id — Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Pemerintah Kota Bandung mulai menggeser fokus pembangunan dari tahap penataan fondasi menuju perluasan dampak pembangunan melalui program visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).
Tahun pertama kepemimpinan difokuskan pada pembenahan tata kelola pemerintahan, penguatan data kewilayahan, serta percepatan intervensi pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Kota Bandung terus bergerak, dari perencanaan menuju pelaksanaan, dari kebijakan menuju aksi nyata. Setiap langkah pembangunan kami dasarkan pada data agar kebijakan benar-benar menjawab kondisi riil kota,” ujar Farhan.
Fondasi Pembangunan Berbasis Data
Pada awal masa kepemimpinan, Kota Bandung menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Tingkat inflasi tercatat sebesar 2,69 persen, lebih dari 18.000 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) mengalami kerusakan, sekitar 112.000 warga menganggur, serta 27,2 persen rumah tangga belum memiliki septic tank standar.
Permasalahan sampah dan sanitasi juga menjadi isu strategis yang membutuhkan penanganan sistematis dan berkelanjutan.
Sebagai respons, Pemkot Bandung membangun kebijakan berbasis data melalui program Layanan Catatan Informasi RW (LACI RW). Survei dilakukan di hampir 9.900 RT di seluruh kota, menjadikan RT dan RW sebagai sumber utama informasi pembangunan.
Data sosial, infrastruktur, lingkungan, hingga kerentanan warga dihimpun sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih presisi.
Kerangka pembangunan kemudian disusun berdasarkan lima indikator utama, yakni sosial-demografi, infrastruktur, lingkungan dan kesehatan, ekonomi, serta kelembagaan.
“Pembangunan Kota Bandung dimulai bukan dari asumsi, melainkan dari data yang jujur dan kenyataan yang dihadapi warga setiap hari,” katanya.
Program Kewilayahan dan Penguatan Ekonomi
Program Prakarsa Bandung Utama menjadi motor implementasi pembangunan di tingkat kewilayahan. Sepanjang 2025, program ini menjangkau 151 RW di 30 kecamatan dengan lebih dari 1.000 kegiatan dan realisasi anggaran mencapai 96 persen.
Sebanyak 697 RW teridentifikasi aktif sebagai penggerak pembangunan lokal, termasuk melalui reaktivasi siskamling sebagai simpul keamanan dan kepedulian sosial masyarakat.
Dari sisi ekonomi, analisis desil menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4.994 keluarga baru pada kelompok desil 6–10 selama periode September 2025 hingga Februari 2026.
Sementara itu, di bidang ketenagakerjaan, penempatan kerja sepanjang 2025 mencapai 5.207 orang melalui berbagai skema, mulai dari PKWT, job fair, program magang, hingga penempatan kerja internasional.
Capaian tersebut diperkuat dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2024, yang menunjukkan peningkatan akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan.
Fokus Tahun Kedua: Perluasan Dampak
Memasuki tahun kedua, Pemkot Bandung menetapkan tiga pilar utama pembangunan.
Pilar pertama adalah pembangunan infrastruktur strategis dengan target 100 persen Open Defecation Free (ODF) dan akses air aman, zero slum area, pengurangan titik genangan hingga 40 persen, serta kemantapan jalan mencapai 95 persen. Infrastruktur juga diarahkan menjadi stimulus ekonomi melalui skema padat karya dan penguatan rantai pasok lokal.
Pilar kedua menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat guna menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menekan ketimpangan sosial. Transformasi UMKM, penguatan ekosistem pariwisata, serta inklusivitas ekonomi menjadi strategi utama agar pertumbuhan lebih merata dan berkelanjutan.
Adapun pilar ketiga berfokus pada ketenagakerjaan dan mobilitas sosial, dengan target 5.000 sertifikasi kompetensi per tahun, tingkat penyerapan tenaga kerja sebesar 92 persen, serta perlindungan penuh bagi pekerja rentan.
“Satu tahun pertama adalah fase menata fondasi, dan satu tahun ke depan adalah fase penguatan dan perluasan dampak,” tutur Farhan.

Tahun kedua program Bandung Utama diarahkan tidak hanya menjaga capaian pembangunan, tetapi memastikan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
Diskominfo kodya bandung
Red I Az








