๐—ฃ๐—˜๐—ง๐—œ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ถ ๐—ฅ๐—ถ๐—ฎ๐˜‚ ๐—ž๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ถ๐—น๐—ฎ, ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ถ๐˜๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ž๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐—น๐—ฟ๐—ฒ๐˜€ ๐—ž๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ ๐——๐—ถ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป.

- Reporter

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANSING,RIAU/PropamNewsTv.id-โ€“ Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dilaporkan semakin tidak terkendali. Kerusakan lingkungan yang masif terjadi baik di wilayah daratan maupun di aliran sungai, salah satunya di Desa Sungai Paku, Simpang Koran, Kecamatan Singingi, yang kini memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
โ€‹
โ€‹Maraknya aktivitas PETI di sepanjang aliran sungai Desa Sungai Paku, Simpang Koran, telah merusak ekosistem alam dan mengancam masa depan lingkungan di Kuansing. Minimnya tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat memunculkan dugaan adanya “pembiaran” yang terstruktur.

Warga mendesak Kapolri dan Kapolda Riau untuk segera turun tangan memecat oknum pemodal maupun pihak-pihak yang membekingi kegiatan ilegal ini guna menyelamatkan lingkungan bagi generasi mendatang.
โ€‹
โ€‹Berdasarkan pantauan lapangan dan rekaman video warga yang sedang memancing, terlihat jelas aktivitas rakit PETI (dompeng) beroperasi secara bebas tanpa rasa takut di tengah sungai. Aktivitas ini terpantau merata di beberapa wilayah seperti Kuantan Mudik, Singingi, Kuantan Hilir, Hulu Kuantan, hingga Kuantan Tengah.

Bahkan dijantung Kota Teluk Kuantan di kelurahan Simpang Tiga Lingkungan Jao (Perbatasan Kari dan Jao) dengan santai nya mereka mendompeng dibelakang pemukiman warga.Namun APH tutup mata dan tutup telinga dari suara mesin Ilegal tersebut.

โ€‹Kredibilitas Kapolres Kuansing (atau pejabat terkait), kini menjadi sorotan tajam. Masyarakat menilai upaya pemberantasan sejauh ini belum menyentuh akar permasalahan, yakni para pemodal besar, Para Pembacking dari Oknum APH.

โ€‹Salah seorang warga Desa Sungai Paku yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya. “Dulu sungai ini jernih, tempat kami mencari ikan. Sekarang airnya keruh dan rusak. Kami heran kenapa mereka seolah tidak takut lagi dengan hukum. Sepertinya ada yang melindungi,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (18/3).

โ€‹Di sisi lain, menanggapi keresahan warga, pihak kepolisian melalui bagian humas menyatakan akan melakukan pengecekan.”Kami tetap berkomitmen memberantas PETI. Informasi dari masyarakat akan kami jadikan bahan evaluasi untuk melakukan penertiban di lapangan dalam waktu dekat,” ujar perwakilan Polres Kuansing dalam keterangan singkatnya.
โ€‹
โ€‹Dampak dari PETI tidak hanya merusak alur sungai, tetapi juga menghancurkan habitat flora dan fauna asli Kuansing Riau. Jika aktivitas tersistematis ini tidak segera dihentikan dengan langkah konkret seperti penangkapan pemodal, pembacking dan pembersihan oknum internal yang terlibat, dikhawatirkan anak cucu di masa depan hanya akan mewarisi alam yang hancur tanpa ada lagi aliran sungai yang sehat dan hutan yang rindang.** (cd/Red)

Berita Terkait

Paskas Entikong Salurkan Air Bersih untuk Masyarakat, Perkuat Kolaborasi Sosial Bersama Karang Taruna dan Remaja Masjid Istiqamah
Ketua Karang taruna RW 11. Baranang siang indah, kang Boris jadi pelopor dalam memeriah kan HUT RI ke – 81.
Hak Adat Diabaikan, Prosedur Dilanggar โ€” Prianto Kecam Keras Upaya Pengesahan Sepihak di Lahei!*
*Polda Kalsel Resmikan 22 Jembatan Merah Putih Presisi, Bangun Akses Aman bagi Masyarakat*
Wabup Sintang Audiensi ke BNPP RI, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Diduga Curi Buah Sawit, Seorang Pria Berinisial RW Diamankan Polisi
PERHATIAN PUBLIK MENINGKAT LUAS: VIRALNYA PERJUANGAN WARGA NEGARA ASAL DUGAAN S.A.D. RT 23 DESA BUNGKU KLAIM RUANG PENGHIDUPAN SELUAS DUGAAN 1.400 HEKTAR DI JAMBI
*Dukung Program Presiden, 15 Taruna Akpol dan AAL Rampungkan Kegiatan ‘Taruna Bakti’ di Kalsel*

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:20

Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615

Jumat, 18 September 2026 - 15:22

Personel Polres Balangan dengan Sigap Datangi Karhutla di Desa Kusambi Hulu

Jumat, 18 September 2026 - 14:14

Personel Polres Balangan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Teluk Mesjid

Kamis, 17 September 2026 - 14:30

Polres Batola Panen 2,35 Ton Jagung Pipil di Cerbon, Dukung Swasembada Pangan 2026

Kamis, 17 September 2026 - 14:16

*Polda Banten Peringati Hari Demokrasi Internasional, Dorong Penguatan Hak Asasi dan Nilai Demokrasi*

Kamis, 17 September 2026 - 13:52

Polres Tabalong Bagikan Air Mineral kepada Masyarakat yang Antre BBM

Kamis, 17 September 2026 - 13:46

SERAH TERIMA JABATAN DI LINGKUNGAN POLRES BALANGAN BERLANGSUNG KHIDMAT

Kamis, 17 September 2026 - 12:36

*Kapolda Kalsel Tinjau Langsung Korban Selamat KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x