
JABAR //propamneestv.id/ –Guna mendukung percepatan implementasi Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara nasional, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan menggelar Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di lingkungan Kodim 0615 Kuningan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Serba Guna Mashud Wisnusaputra, Senin (21/9/2026), sejak pukul 08.00 WIB.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Dirjen Dukcapil Kemendagri Nomor 400.8/10202/DUKCAPIL tertanggal 10 September 2026, yang menginstruksikan jajaran Disdukcapil kabupaten/kota untuk mengaktifkan IKD bagi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Peran mereka sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat melakukan pendaftaran IKD serta aplikasi Perlinsos, terutama bagi warga yang belum melek teknologi.

Sebelumnya, uji coba Digitalisasi Perlinsos telah sukses dilaksanakan di Banyuwangi pada Juli 2026. Kini, program tersebut terus diperluas melalui tahap 1 di 42 kabupaten/kota (Agustus 2026) dan tahap 2 di 109 kabupaten/kota (September 2026). Direncanakan, pada Oktober 2026 mendatang, digitalisasi ini akan diterapkan secara menyeluruh di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Untuk memperlancar proses tersebut, Ditjen Dukcapil telah meluncurkan aplikasi IKD+ sebagai fitur pendukung aktivasi dan pendaftaran.

Dalam sambutannya, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0615 Kuningan, Mayor Inf Syaefudin, SIP, yang didampingi Pasiter Kapten Inf Nandang Hendarsyah, menekankan pentingnya peran Babinsa di lapangan. Ia mengarahkan agar seluruh Babinsa tidak hanya mengaktivasi IKD untuk diri sendiri, tetapi juga secara aktif mensosialisasikan program Digitalisasi Perlinsos kepada masyarakat, khususnya warga yang masuk dalam Desil 1 hingga 4 di wilayah desa binaan masing-masing.
Dengan aktivasi IKD bagi Babinsa ini, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan di Kuningan semakin berkualitas, cepat, dan akurat, sekaligus memastikan bantuan sosial tepat sasaran melalui sistem digital yang terintegrasi.
Asep Camung


