๐— ๐—ฎ๐—ฟ๐˜„๐—ฎ๐—ต ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐—ฟ: ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ผ๐—ฎ๐—น ๐—˜๐—ธ๐˜€๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ ๐——๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—˜๐—ง๐—œ ๐——๐—ถ ๐—ž๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฅ๐—ถ๐—ฎ๐˜‚.

- Reporter

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIAU-//propamnewstv.id/-Eksistensi Dubalang Kuantan sebagai benteng pertahanan adat dan penjaga alam kini berada di titik nadir seiring kian masifnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Kuantan.

Meskipun ratusan personel telah dikukuhkan dengan seragam kebesaran dan mandat sebagai “polisi adat”, kehadiran mereka dianggap belum memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan ekosistem sungai yang kian hancur.

Seorang Warga inisial C menyebutkan
bahwa “Suara mesin dompeng yang meraung setiap hari seolah menjadi nyanyian ironis yang menertawakan wibawa lembaga yang seharusnya menjadi pelindung tanah ulayat tersebut”, Ungkapnya.

Ia juga menambahkan “Masyarakat mulai mempertanyakan apakah pengukuhan Dubalang hanya sekadar seremonial belaka atau justru ada keengganan sistematis dalam menghadapi para perusak lingkungan yang kian berani”.

“โ€‹Ketidakberdayaan Dubalang dalam membendung laju alat berat dan rakit tambang di wilayah hukum adat menimbulkan kecurigaan publik terkait adanya potensi “main mata” dengan para cukong atau sudah jadi pemain, hanya tuhan yang tau”, Tegasnya.

“Sebagai perangkat adat yang memiliki kedekatan emosional dan geografis dengan lokasi penambangan, mustahil jika pergerakan PETI tidak terpantau oleh radar pengawasan mereka, Itu mustahil sangat mustahil”, Tutupnya.

Kritik tajam pun bermunculan, menyebut bahwa Dubalang seharusnya menjadi garda terdepan yang paling vokal, bukan justru memilih bungkam di saat limbah merkuri meracuni nadi kehidupan warga.

Jika fungsi pengawasan ini lumpuh, maka integritas lembaga adat dipertaruhkan di mata generasi muda yang menyaksikan kehancuran warisan leluhur mereka secara kasat mata.

โ€‹Sejauh ini, tindakan tegas lebih banyak diambil oleh aparat kepolisian melalui operasi pemusnah rakit, sementara peran Dubalang sering kali hanya terlihat sebagai pelengkap dalam dokumentasi kegiatan.

Padahal, kekuatan hukum adat seharusnya mampu menyentuh sisi moral dan sosial para pelaku tambang yang sebagian besar merupakan warga lokal sendiri.

Absennya sanksi adat yang tegas terhadap pelaku perusakan alam menunjukkan adanya degradasi fungsi Dubalang dari penjaga marwah menjadi sekadar simbol tanpa taji.

Publik menuntut adanya evaluasi total terhadap kinerja dan komitmen para Dubalang agar anggaran serta kepercayaan yang diberikan tidak terbuang sia-sia di atas tumpukan pasir sisa tambang.

โ€‹Kondisi Sungai Kuantan yang semakin dangkal dan tercemar menjadi bukti bisu gagalnya sinergi antara kearifan lokal dengan penegakan hukum di lapangan.
Dubalang Kuantan harus mampu membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “pajangan adat” yang takut bersinggungan dengan kepentingan ekonomi gelap di balik emas ilegal.

Tanpa langkah nyata yang berani, sejarah mungkin akan mencatat mereka sebagai generasi penjaga yang membiarkan rumahnya sendiri diruntuhkan oleh keserakahan.

Sudah saatnya Dubalang kembali ke khitahnya sebagai ksatria yang ditakuti oleh pelanggar aturan, bukan justru menjadi penonton pasif di tengah sekaratnya alam Kuantan Singingi.*

cw (Red)

Berita Terkait

KEBERSAMAAN PENUH KEHANGATAN: MALAM MINGGU DI WADUK DARMA
KASUS PEMUKULAN DI KAWASAN CIKASO SELESAI, SITUASI KONDUSIF DAN AMAN ย 
BEAUTY RENI SALON: TEMPAT PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN CUT NYAK DIEN KUNINGAN ย 
Tipiring Sampah, Dan Logika Terbalik Pelayanan Publik?ย 
BEUTY RENI SALON Hadirkan Revolusi Perawatan Rambut Premium untuk Tampilan Percaya Diri Sepanjang Hari.”
Selamat dan Sukses: Yangto, SH., MH. Pimpin DPD Partai NasDem Pandeglang 2026-2029
Tanpa Kolaborasi, โ€œBilungka Jua Nang Ramaknyaโ€
**Judul: Mendesak Regulasi Algoritma, Harris Arthur Hedar: Hukum Harus Hadir di Ruang Siber**

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

SPPG Sindanglaya Pagelaran Diduga Minim Sarpras, Parkiran Gunakan Halaman Warga Ipal Dipertanyakan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:06

Wujud Kehadiran Polri, Polres Jepara Pastikan Kesehatan Nelayan yang Selamat dari Musibah Kapal Tenggelam

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:59

*Polda Banten Gelar Rakor Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang*

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:49

Kapolres Cianjur Hadiri Opening Ceremony Intermediate Training ( LK ll ) Tingkat Nasional HMI Cabang Cianjur 2026ย 

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:43

Kapolres Cianjur Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 di Kabupaten Cianjur

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:36

Wabup Sintang Buka Pameran Ekraf dan Panggung Hiburan Hari Jadi Kota Sintang Ke 664 Tahun 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:17

*Edukasi Siaga Bahaya: Ditpolsatwa Baharkam Polri Gelar Pelatihan PPGD Gigitan Anjing dan Ular*

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:07

*Polisi Jelaskan Kecelakaan Mobil dan Sepeda Motor di Jalan Merdeka Timur Km 7 Sekadau*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x