Takut Istri karena Saldo Tabungan Berkurang, Warga Ciporang Nekat Rekayasa Kasus Pecah Kaca Mobil

- Reporter

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN, JABAR,//PropamNewsTV.id– Warga Kabupaten Kuningan sempat dihebohkan oleh kabar dugaan pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Perumahan Puri Asri 3, Kelurahan Ciporang. Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Kuningan, terungkap bahwa peristiwa tersebut hanyalah rekayasa yang dibuat oleh korban sendiri.

Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz dan Kasi Humas AKP Mugiyono, mengungkap fakta tersebut dalam keterangannya pada Kamis (26/3/2026).

“Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, ditemukan sejumlah kejanggalan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Setelah dilakukan interogasi mendalam, yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa laporan tersebut adalah rekayasa,” ujar Kapolres.

Pelaku berinisial RH (warga setempat) nekat membuat skenario palsu karena takut kepada istrinya setelah mengetahui saldo tabungannya berkurang drastis.

Dari hasil penyelidikan, diketahui RH awalnya memiliki saldo rekening sebesar Rp28 juta. Namun, saat dicek kembali, jumlah tersebut menyusut hingga tersisa Rp10 juta. Kebingungan menjelaskan selisih Rp18 juta kepada istrinya, RH kemudian menyusun cerita seolah-olah dirinya menjadi korban pencurian.

Untuk meyakinkan, RH bahkan merusak mobilnya sendiri dengan memecahkan kaca pintu menggunakan kunci roda di area rumahnya, lalu melaporkan bahwa uangnya telah dicuri.

“Faktanya, tidak ada uang tunai di dalam mobil saat kejadian. Kaca mobil sengaja dipecahkan untuk mendukung laporan palsu. Video yang sempat beredar di masyarakat juga dipastikan hoaks,” tambah Kapolres.

Saat ini, Polres Kuningan masih mendalami kemungkinan unsur pidana atas laporan palsu tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak merekayasa kejadian maupun menyebarkan informasi bohong.

“Laporan palsu dapat menghambat penanganan kasus nyata dan memiliki konsekuensi hukum serius. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu mengedepankan kejujuran,” pungkasnya.

(Toni)

Berita Terkait

KEBERSAMAAN PENUH KEHANGATAN: MALAM MINGGU DI WADUK DARMA
KASUS PEMUKULAN DI KAWASAN CIKASO SELESAI, SITUASI KONDUSIF DAN AMAN  
BEAUTY RENI SALON: TEMPAT PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN CUT NYAK DIEN KUNINGAN  
Tipiring Sampah, Dan Logika Terbalik Pelayanan Publik? 
BEUTY RENI SALON Hadirkan Revolusi Perawatan Rambut Premium untuk Tampilan Percaya Diri Sepanjang Hari.”
Selamat dan Sukses: Yangto, SH., MH. Pimpin DPD Partai NasDem Pandeglang 2026-2029
Tanpa Kolaborasi, “Bilungka Jua Nang Ramaknya”
**Judul: Mendesak Regulasi Algoritma, Harris Arthur Hedar: Hukum Harus Hadir di Ruang Siber**

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:10

Pemda Sintang Akan Bentuk “Tim Oranye” Untuk Tangani Drainase

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:57

Sering Macet, Kawasan Tugu Jam Ditinjau Tim BPJN Kalbar, Ini Kata Bupati Sintang

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:49

Nonton Bagindas Gratis di Malam Penutupan Pameran Ekonomi Kreatif dan Kuliner Sintang Tahun 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:42

Rayakan Harjad Kota Sintang Ke 664 Tahun 2026, Bupati Sintang Ikuti Makan Saprahan Agung

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:37

Jadi Irup Peringatan Harjad Kota Sintang Ke 664 Tahun 2026, Bupati Sintang Ajak Warga Jaga Kebersamaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

SPPG Sindanglaya Pagelaran Diduga Minim Sarpras, Parkiran Gunakan Halaman Warga Ipal Dipertanyakan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:06

Wujud Kehadiran Polri, Polres Jepara Pastikan Kesehatan Nelayan yang Selamat dari Musibah Kapal Tenggelam

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:59

*Polda Banten Gelar Rakor Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x