Ketum PWDPI : Kinerja Polri Didukung Data dan Alat Canggih   

- Reporter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:M. Nurullah RS Ketua Umum PWDPI

JAKARTA //propamnewstv.id/ – Terkait tudingan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyatakan kinerja Polri dalam menetapkan tersangka mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dianggap asal-asalan dan melanggar Undang-Undang serta SOP, Ketua Umum PWDPI M. Nurullah RS menegaskan hal itu sangat berlebihan dan berpotensi sebagai manuver untuk melemahkan penegakan hukum.

 

Ketum PWDPI menegaskan, sangat kecil kemungkinan Polri keliru, didukung rekam jejak keberhasilan yang terbukti.

 

“Sangat kecil kemungkinan Polri melakukan kesalahan penetapan tersangka. Lembaga ini memiliki keahlian khusus, teknologi mutakhir, serta tim yang terlatih secara berkelanjutan. Mulai dari jaringan intelejen yang kuat, analisis data keuangan yang teliti, hingga penguasaan wilayah teritorial di seluruh Indonesia, semuanya sudah teruji dan mahir mengungkap kasus-kasus paling rumit sekalipun,” tegasnya.

Ketum PWDPI menjelaskan, berdasarkan data keahlian dan capaian nyata Polri diantaranya, kemampuan Penyidikan dan Teknologi Canggih seperti, menggunakan sistem analisis Big Data, forensik digital, penyadapan legal, serta integrasi Command Center berbasis AI yang menghubungkan Mabes Polri hingga 26 Polda se-Indonesia untuk melacak jejak transaksi tersembunyi.

 

“Memiliki Pusat Laboratorium Forensik lengkap, tim intelijen keuangan, dan berkoordinasi erat dengan PPATK guna menelusuri aliran dana pencucian uang serta dalam kasus ini, tim gabungan Kortastipidkor Polri berhasil mengamankan bukti nyata berupa 74 kg emas batangan, uang tunai ratusan miliar rupiah, dan valuta asing dari 12 lokasi penggeledahan, bahkan memverifikasi keaslian barang bukti dengan dukungan mitra internasional,”ungkapnya.

 

Dia juga menjelaskan terkait rekam Jejak keberhasilan membongkar kasus-kasus besar seperti, menyelesaikan penyidikan dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU dengan kerugian negara Rp5 triliun dan TPPU terkait dan mengungkap kasus tambang ilegal yang melibatkan aliran dana Rp25,8 triliun dan menyita puluhan kilogram emas.

 

“Menetapkan tersangka kasus korupsi LPEI yang merugikan negara sekitar Rp728 miliar dengan prosedur lengkap serta berhasil membongkar kasus yang menyasar pejabat tinggi negara tanpa pandang pangkat, berbekal bukti sah dan sesuai aturan,” katanya.

 

Menurut Ketum PWDPI, diduga kekacauan karena kepentingan politik banyak pihak, bukan kesalahan kerja.

 

“Kekacauan yang terjadi saat ini bukan karena Polri bekerja serampangan, melainkan karena adanya kepentingan politik dari lingkaran kekuasaan yang ingin mengganggu jalannya proses hukum. Tudingan kinerja tidak sesuai aturan terasa sangat dipaksakan. Patut diduga ini hanyalah cara untuk mengalihkan perhatian, melemahkan kredibilitas penyidik, serta menutupi fakta yang sebenarnya,” tambahnya.

 

Ketum PWDPI mendesak seluruh pihak menghargai proses hukum yang berjalan. Jangan biarkan argumen tanpa bukti dijadikan senjata untuk melindungi tersangka sekaligus merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

 

“Keadilan tidak bisa dimenangkan dengan serangan kata-kata, melainkan dengan fakta dan kepatuhan pada aturan yang berlaku sama untuk semua orang,” pungkas M. Nurullah RS. (Humas DPP PWDPI).

Berita Terkait

*Satreskrim Polres Sekadau Ungkap Pencurian Kabel Grounding PLN di Lima Lokasi*
KAPOLRES BALANGAN BERSAMA PEJABAT UTAMA GELAR COFFEE MORNING BERSAMA KEJAKSAAN NEGERI BALANGAN
Kepala Sekolah SMKN 1 Pandeglang Dr. Muhamad Juwayni, S.Pd, M.Pd Berikan Sambutan Langsung di Pra-MPLS: Bangun Karakter dan Kesiapan Sejak Langkah Pertama
Progres Empat Jembatan Kodim 1002/HST Meningkat, Tahap Akhir Konstruksi Berjalan
Dipimpin Langsung Kepala Sekolah, Pembukaan MPLS Ramah SMAN 10 Pandeglang Penuh Kekeluargaan
DPRD Demak Gelar Rapat Paripurna ke -21,Pemkab Demak Menyerahkan Rancangan KUA-PPAS 2027, Fokus Perkuat Sektor Unggulan Daerah
*Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Judi Bola Online*
Kapolres Barito Kuala Perkuat Sinergi dengan Pimpinan Daerah, Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas dan Dukung Pembangunan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:28

*Satreskrim Polres Sekadau Ungkap Pencurian Kabel Grounding PLN di Lima Lokasi*

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:12

Ketum PWDPI : Kinerja Polri Didukung Data dan Alat Canggih   

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:55

KAPOLRES BALANGAN BERSAMA PEJABAT UTAMA GELAR COFFEE MORNING BERSAMA KEJAKSAAN NEGERI BALANGAN

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:58

Kepala Sekolah SMKN 1 Pandeglang Dr. Muhamad Juwayni, S.Pd, M.Pd Berikan Sambutan Langsung di Pra-MPLS: Bangun Karakter dan Kesiapan Sejak Langkah Pertama

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:48

Progres Empat Jembatan Kodim 1002/HST Meningkat, Tahap Akhir Konstruksi Berjalan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:28

DPRD Demak Gelar Rapat Paripurna ke -21,Pemkab Demak Menyerahkan Rancangan KUA-PPAS 2027, Fokus Perkuat Sektor Unggulan Daerah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:45

*Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Judi Bola Online*

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:36

Kapolres Barito Kuala Perkuat Sinergi dengan Pimpinan Daerah, Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas dan Dukung Pembangunan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x