Kepala BNN Suyudi Ario Seto, Dengan Strategi Global Berantas Narkoba

- Reporter

Minggu, 28 Desember 2025 - 06:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

//propamnewstv.id – “URIP IKU URUP” adalah pepatah Jawa yang berarti “hidup itu menyala,” yang melambangkan hidup harus memberikan manfaat bagi orang lain. Filosofi yang konon diajarkan oleh Sunan Kalijaga atau tokoh pewayangan Semar bisa disematkan Kepada Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Betapa tidak, sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di lstana Kepresidenan 25 Agustus 2025, Suyudi langsung bergerak cepat.

Ia segera menyusun blue print (cetak biru) rencana pemberantasan narkotika secara komprehensif. Ide utama Suyudi berfokus pada penguatan strategi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan pendekatan yang humanis, sinergis, dan berbasis kearifan lokal untuk mewujudkan “Indonesia Bersinar” (Bersih dari Narkoba).

Ide brilian ia wujudkan dengan tema “War on Drugs for Humanity”. Suyudi menegaskan perang melawan narkoba sebagai misi kemanusiaan yang membutuhkan semangat dan dedikasi tinggi dari seluruh jajaran BNN.

Pendekatan yang humanis berbasis ilmiah, terutama diterapkan terhadap para pengguna narkoba, dengan memandang rehabilitasi sebagai jalan menuju kesembuhan, bukan hukuman.

Suyudi menanamkan nilai-nilai soliditas, integritas, dan sinergitas di internal BNN, serta disiplin dan tanggung jawab moral untuk menjaga marwah institusi.

Selain itu, Suyudi mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat hukum lainnya untuk bersatu padu dalam pemberantasan narkoba, karena ini bukan hanya tugas BNN semata. Ia mendorong kemandirian desa melalui program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Secara keseluruhan, kepemimpinan Suyudi, sebagai Kepala BNN memperkuat fondasi kelembagaan dan merangkul semua pihak dengan pendekatan holistik dan modern dalam menghadapi tantangan narkoba.

*Berantas Kartel Narkoba*

Di akhir Oktober, Suyudi bekerja sama Pemprov Jakarta melakukan kampanye bersama bertema “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” di Silang Monas, Jakarta Pusat. Dan di awal November secara beruntun BNN melakukan operasi blitzkrieg terhadap Kartel-Kartel Narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng Jakarta Barat, Kampung Bahari, Tanjung Priok Jakarta Utara dan Kampung Berlan, Jakarta Timur.

Operasi mirip pemberantasan narkoba terhadap kartel-kartel Sinaloa di Meksiko dan Medellin di Kolombia ini sukses berkat kerja sama tim khusus Polisi Nasional Kolombia (Policia de Nacionale Colombia) dengan agen-agen DEA (Drug Enforcement Agency) dari AS yang dipimpin Steve Murphy dan Javier Sena. Mereka berhasil menembak mati gembong narkotika internasional Pablo Escobar di Medellin 2 Desember 1993.

Operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan BNN di Jakarta dan wilayah lainnya di lndonesia berhasil menyita sekitar 300 kg narkoba berbagai jenis dan puluhan ribu butir ekstasi.

Kemudian disusul keberhasilan spektakuler Suyudi, saat menangkap langsung Ratu Narkoba internasional Dewi Astutik, yang terlibat penyelundupan shabu 2 ton senilai Rp 5 Triliun yang bersembunyi di Kamboja.

Dewi yang termasuk jaringan kartel narkoba Fredy Pratama, terkenal sangat lihai karena berganti-ganti profesi. Namun berkat informasi yang intelijen Suyudi bergerak meringkus Dewi Astutik di Kamboja.

Kampanye melawan peredaran gelap narkotika juga dilakukan Komjen Suyudi Ario Seto, melalu peran penting pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikan Suyudi dalam Retreat Leadership yang dihadiri 68 ketua PPI dari berbagai negara dan pengurus PPI Dunia, yang beranggotakan 120 ribu pelajar dan berlangsung secara daring.

Suyudi mengatakan pelajar Indonesia di luar negeri memiliki peran penting sebagai kekuatan intelektual bangsa yang tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga integritas moral dan daya juang untuk membangun negeri.

Suyudi yang menghadiri sidang CND ke 68 di Wina, Austria menekankan bahaya peredaran narkotika sintetis yang makin masif peredarannya di berbagai negara.

Melihat kepemimpinan Suyudi, dengan ide-ide brilian inovatif, menjadikan beliau seorang pemimpin pragmatis dan progresif.

Seorang pemimpin pragmatis dan progresif adalah pemimpin yang berfokus pada pencapaian hasil nyata dan efektif (pragmatis), sambil tetap berpegang pada visi dan nilai-nilai yang mendorong perubahan positif dan berkelanjutan (progresif). Mereka mencari solusi berdasarkan apa yang berhasil di dunia nyata, bukan sekadar teori kaku, dan terbuka terhadap inovasi serta fleksibilitas.

Karakteristik Utama berorientasi pada hasil. Prioritas utama mereka adalah solusi dan manfaat praktis yang dapat memecahkan masalah saat ini, sering kali menginginkan hasil yang cepat dan nyata.

Fleksibel dan Adaptif, yaitu tidak terikat pada metode atau ideologi tradisional yang kaku. Sebaliknya, mereka bersedia menyesuaikan pendekatan mereka berdasarkan situasi dan data yang tersedia untuk mencapai tujuan.

Ali Sadikin secara luas dikenal sebagai pemimpin yang pragmatis dan progresif. Kepemimpinannya selama 11 tahun sebagai Gubernur DKI Jakarta (1966–1977) ditandai dengan pendekatan yang berani, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata untuk memodernisasi kota Jakarta yang sebelumnya dijuluki “Big Village” menjadi “Metropolitan City”.

Berita Terkait

Polres Tabalong Gelar Arus Balik Gratis dan Valet and Ride, Mudik Aman dan Nyaman
Perubahan Misterius Susunan Redaksi, Propam News TV Akan Tempuh Jalur Hukum
𝗗𝘂𝗲𝗹 𝗦𝗲𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗻, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝘀𝗲𝗸 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗸𝗼𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗦𝗮𝗯𝘂.
Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak ke Pasar Kuripan Menjekang Ramadhan, Temukan Sejumlah Komoditas Dijual di Atas Harga Acuan
Kapolsek Banjarmasin Tengah Terima Kunjungan Silaturahmi Apri Wilianto
Polres Demak Amankan Tiga Remaja Pelaku Pembacokan Saat Tawuran
𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝗶𝘁 𝗣𝗘𝗧𝗜 𝗞𝗲𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗹𝗶𝗿 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴, 𝗜𝗻𝗶𝘀𝗶𝗮𝗹 ‘𝗔’ 𝗱𝗮𝗻 ‘𝗥’ 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗼𝗿𝗱𝗶𝗻𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗦𝗲𝘁𝗼𝗿𝗮𝗻.
Pelantikan Pengurus BEM UNUKASE Periode 2025/2026

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:07

Perkuat Sinergitas, Kapolres Kuansing Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:04

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶𝘁𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗶𝗻𝘁 𝗞𝗶𝘁𝘁𝘀 𝗮𝗻𝗱 𝗡𝗲𝘃𝗶𝘀.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:55

Wakapolda Jabar Kunjungi Polres Cianjur , Apresiasi Kinerja Pengamanan Arus Mudik Ops Ketupat Lodaya 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:36

Kunjungan Pangdam XII/Tpr di Jagoi Babang bersama Danrem 121/Abw, “tingkatkan Sinergi di Perbatasan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:53

Dukung Modernisasi Pertanian, Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kawal Uji Coba Drone Pemupukan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:25

Danrem 121/Abw bersama Pangdam XII/Tpr kunjungi Kodim 1208/Sambas tekankan para “Prajurit harus disiplin

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:52

Polri Bangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Tingkatkan Akses hingga Pelosok Desa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:39

Situasi Kamtibmas Dijaga, Polres Demak Amankan Beberapa Titik Keramaian Selama Syawalan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x