Hujan dan Angin Menguji Jiwa Para Petani di Patia: Padi Rebahan Menyulam Kesedihan dengan Kesabaran

- Reporter

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG, BANTEN //propamnewstv.id — Masa panen yang lazimnya menjadi penanda keberhasilan justru berubah menjadi cobaan bagi petani di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut disertai hembusan angin kencang menyebabkan tanaman padi roboh dan sebagian petak sawah tergenang air. Peristiwa itu terjadi ketika bulir telah mencapai fase siap dipotong, sehingga risiko kehilangan hasil tak terelakkan.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Sarta, petani asal Kampung Dungushaur, Desa Surianeun. Ia menyaksikan lahan yang dirawat selama berbulan-bulan dengan ketekunan akhirnya tak sanggup menghadapi kekuatan alam. Namun, di tengah keterbatasan, ia memilih menata batin agar tidak terperosok dalam keputusasaan.

“Dalam bertani, kami hidup berdampingan dengan ketidakpastian. Ada musim yang memberi, ada pula waktu ketika alam menguji,” ujar Sarta saat ditemui di area persawahan, Kamis (22/01/2026).

Alih-alih meratapi keadaan, ia mengajak sesama penggarap lahan untuk menjaga daya juang. Baginya, sikap mental menjadi penopang utama ketika hasil tidak sejalan dengan harapan. Dorongan tersebut disampaikan sebagai upaya saling menguatkan di tengah kesulitan yang dialami bersama.

Ia juga menilai, perubahan pola cuaca belakangan kian sulit ditebak. Situasi itu menuntut kesiapan lebih dari sekadar kemampuan teknis bercocok tanam.

“Padi bisa saja terkulai, tetapi tekad jangan ikut runtuh. Selama kesehatan masih ada, kesempatan menanam kembali tetap terbuka,” katanya.

Dari sudut pandang filsafat kesabaran, kejadian ini menegaskan keterbatasan manusia dalam mengendalikan hasil, meski tenaga dan waktu telah dicurahkan sepenuhnya. Kesabaran bukan berarti menyerah tanpa ikhtiar, melainkan kesanggupan menerima realitas sambil menyiapkan langkah berikutnya.

Di antara petak sawah yang terendam dan batang padi yang rebah, tersimpan pelajaran tentang ketabahan serta keberanian untuk bertahan. Musim boleh mengecewakan, namun asa tidak serta-merta padam. Bagi petani Patia, cobaan ini menjadi ruang refleksi bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan bangkit setelah kehilangan.

Berita Terkait

DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Ikan, Dorong Cegah Stunting dari Meja Makan
Sinergi Pendampingan Hukum dan Energi Terbarukan Berbasis Pemuda
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Satlantas Polres Tabalong Edukasi Anak TK Lewat Program Polisi Sahabat Anak
*Satgas Pangan Polda Kalsel Turun ke Pasar Antasari, Cek Harga dan Stok Bahan Pokok*
*Perkuat Perlindungan PMI, Ditreskrimucm Polda Banten Jalin Kerja Sama dengan BP3MI Banten*
*SPPG Polri Mulai Terapkan Sistem Prasmanan, Perdana di Pejaten*
PENGHAMBATAN PERS DI MBG MENES TUAI KECAMAN BASAR SOLIDARITAS RAKYAT
Reforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:56

DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Ikan, Dorong Cegah Stunting dari Meja Makan

Rabu, 22 April 2026 - 14:34

Sinergi Pendampingan Hukum dan Energi Terbarukan Berbasis Pemuda

Rabu, 22 April 2026 - 14:10

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Satlantas Polres Tabalong Edukasi Anak TK Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 22 April 2026 - 09:10

*Satgas Pangan Polda Kalsel Turun ke Pasar Antasari, Cek Harga dan Stok Bahan Pokok*

Rabu, 22 April 2026 - 09:02

*Perkuat Perlindungan PMI, Ditreskrimucm Polda Banten Jalin Kerja Sama dengan BP3MI Banten*

Rabu, 22 April 2026 - 08:32

PENGHAMBATAN PERS DI MBG MENES TUAI KECAMAN BASAR SOLIDARITAS RAKYAT

Rabu, 22 April 2026 - 08:17

Reforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan

Rabu, 22 April 2026 - 08:08

Sekda Sintang Tegaskan Akan Eliminasi Anjing Penyebab Rabies

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x