Pimpin Apel Siaga Karhutla, Bupati Sintang Tegaskan Kebakaran Hutan dan Lahan Dipicu Faktor Manusia

- Reporter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Himbauan Dari Bupati Sintang

 

KALBAR  //propamnewstv.id/–Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Sintang dalam beberapa pekan terakhir tidak terlepas dari faktor manusia, baik akibat kelalaian maupun kesengajaan.

 

Berdasarkan data yang ada, hingga 7 Agustus 2026 tercatat sebanyak 186 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Sintang. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat saat ini Kabupaten Sintang masih menghadapi musim kemarau dengan potensi cuaca panas ekstrem.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan sekaligus gelar pasukan serta sarana dan prasarana, di Lapangan Kodim 1205 Sintang, Rabu (12/8/2026).

“Fakta di lapangan beberapa minggu ini kebakaran hutan dan lahan terjadi di berbagai tempat di Kabupaten Sintang. Penyebab utama kebakaran ini adalah kelalaian dan kesengajaan manusia,” tegas Gregorius Herkulanus Bala.

 

Menurutnya, kondisi musim kemarau semakin meningkatkan risiko terjadinya Karhutla. Berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026 dan terdapat potensi cuaca panas ekstrem.

“Berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG, kemarau masih akan terjadi hingga September 2026 ini, bahkan termasuk cuaca panas ekstrem. Musim kering ini menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan, dan juga menyebabkan kekeringan sungai dan danau hingga berakibat pada krisis sumber air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Untuk itu, Bupati Sintang secara tegas meminta seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, khususnya untuk membuka lahan perkebunan selama musim kemarau.

 

Ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar sangat berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.

 

“Kebakaran ini tentu merugikan semua pihak. Upaya penanggulangan sudah sangat optimal dilakukan berbagai instansi pemerintah, swasta dan masyarakat. Saya minta semua bekerja sama dengan baik di lapangan,” ujarnya.

 

Bupati juga mengingatkan bahwa salah satu kendala dalam penanggulangan dan pemadaman Karhutla adalah keterbatasan sumber air serta akses menuju lokasi kebakaran. Karena itu, kesiapan sumber air dan pemetaan akses menuju wilayah rawan kebakaran harus menjadi perhatian bersama.

 

“Oleh karena itu, kita minta camat dan Forkopimcam bersama kepala desa untuk bertindak cepat menginventarisir sumber air di musim kemarau ini,” tegasnya.

 

Menurut Bupati, penanganan Karhutla tidak boleh hanya mengandalkan upaya pemadaman setelah kebakaran terjadi. Pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat mulai dari tingkat desa.

 

“Selain penanggulangan, upaya pencegahan harus selalu kita lakukan. Kades dan perangkatnya dapat mengawasi setiap orang maupun kelompok yang akan membakar lahan agar waspada terhadap meluasnya kebakaran,” katanya.

 

Bupati Sintang juga meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sintang meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat patroli dan pemantauan titik api. Perusahaan diminta memastikan ketersediaan sumber air, termasuk embung, serta kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

 

“Saya minta seluruh perusahaan meningkatkan kewaspadaan dan patroli pemantauan titik api, menyiapkan embung air dengan baik, dan membantu pemadaman api bersama masyarakat, terutama masyarakat peduli api,” pintanya.

 

Tidak hanya perusahaan, Bupati juga menegaskan bahwa seluruh desa harus memaksimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kelompok Tani Peduli Api sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan Karhutla di tingkat masyarakat.

 

“Semua desa wajib memaksimalkan kelompok masyarakat peduli api dan kelompok tani peduli api. Semua perusahaan wajib menyediakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, cek kelengkapan dan kelayakan sarana prasarana, serta tingkatkan kerja sama tim yang terlibat,” tegasnya.

 

Ia juga meminta agar patroli bersama terus dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus mempercepat penemuan titik api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

 

“Lakukan patroli bersama sebagai upaya pencegahan dan upaya temu cepat titik api. Untuk daerah yang jauh dari jangkauan unit pemadaman kebakaran yang ada di Kota Sintang, maka partisipasi penuh perusahaan dan desa sangat kita harapkan,” lanjutnya.

 

Bupati Sintang menambahkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga perlu memperhatikan dampak Karhutla terhadap kualitas udara. Pemantauan kondisi udara harus dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

 

“Instansi dan unit kerja terkait agar memantau kelayakan udara akibat kabut asap yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” pungkas Gregorius Herkulanus Bala

 

Tim//red

Berita Terkait

Ungkap Penganiayaan Oknum Kades hingga Pembunuhan di Kabiyain, Kapolres Balangan : Pelaku Diamankan
Kepedulian Polres Hulu Sungai Memberi Bantuan Berupa Tandon Air Bersih Untuk Kebutuhan Masyarakat 
Terus Membersamai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Virgo Transport 8 🤝🧡
BNN RI Musnahkan Barang Bukti 12 Kasus Narkotika, 25 Tersangka Diamankan
Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615
Personel Polres Balangan dengan Sigap Datangi Karhutla di Desa Kusambi Hulu
Personel Polres Balangan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Teluk Mesjid
Polres Batola Panen 2,35 Ton Jagung Pipil di Cerbon, Dukung Swasembada Pangan 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:46

Ungkap Penganiayaan Oknum Kades hingga Pembunuhan di Kabiyain, Kapolres Balangan : Pelaku Diamankan

Sabtu, 26 September 2026 - 13:36

Kepedulian Polres Hulu Sungai Memberi Bantuan Berupa Tandon Air Bersih Untuk Kebutuhan Masyarakat 

Sabtu, 26 September 2026 - 13:30

Terus Membersamai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Virgo Transport 8 🤝🧡

Sabtu, 26 September 2026 - 13:24

BNN RI Musnahkan Barang Bukti 12 Kasus Narkotika, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 21 September 2026 - 16:20

Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615

Jumat, 18 September 2026 - 14:14

Personel Polres Balangan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Teluk Mesjid

Kamis, 17 September 2026 - 14:30

Polres Batola Panen 2,35 Ton Jagung Pipil di Cerbon, Dukung Swasembada Pangan 2026

Kamis, 17 September 2026 - 14:16

*Polda Banten Peringati Hari Demokrasi Internasional, Dorong Penguatan Hak Asasi dan Nilai Demokrasi*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x