TANGERANG, // PropamNewstv.id – Gemilang FU15 kembali mengukuhkan dominasinya di kancah sepak bola usia muda. Di bawah asuhan Coach Rahmat, tim ini berhasil keluar sebagai juara dalam gelaran ASSKat League Season 3, Minggu (8/2/2026).
Kemenangan ini menjadi catatan sejarah tersendiri karena Gemilang FU15 sukses meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut (Hattrick).
Atas dedikasi dan strateginya yang mumpuni, Coach Rahmat pun dianugerahi penghargaan sebagai Pelatih Terbaik (Best Coach) pada musim ini.
*Dedikasi yang Membuahkan Hasil*
Menanggapi keberhasilan timnya, Coach Rahmat menyatakan bahwa trofi ini adalah buah dari kedisiplinan para pemain selama masa persiapan. Ia menekankan pentingnya proses yang tidak mengkhianati hasil akhir.
“Ini adalah hasil perjuangan dan hadiah dari latihan keras kita selama ini. Saya selalu menekankan kepada anak-anak bahwa kerja keras tidak akan membohongi hasil. Gelar ini membuktikannya,” ungkap Coach Rahmat dengan bangga.
*Juara untuk Orang Tua dan Tim*
Selain faktor teknis, Coach Rahmat juga menggarisbawahi peran krusial para wali murid. Menurutnya, atmosfer positif yang dibangun orang tua menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
“Terima kasih kepada para orang tua siswa. Hari ini, gelar juara bukan hanya untuk tim dan official, namun ini persembahan spesial bagi para orang tua yang telah mendukung penuh. Dukungan mereka adalah motivasi terbesar anak-anak dalam berlatih dan bertanding,” tambahnya.
Keberhasilan meraih Hattrick juara di ASSKat League ini semakin mempertegas posisi Gemilang FU15 sebagai salah satu akademi sepak bola usia dini yang paling diperhitungkan.
Kemenangan ini membuktikan bahwa Coach Rahmat berhasil membangun mentalitas pemenang (winner mentality) yang stabil di dalam tim Gemilang FU15. Meraih juara sekali mungkin bisa dianggap faktor keberuntungan, namun meraihnya tiga kali berturut-turut (Hattrick) adalah bukti adanya sistem kepelatihan yang berkelanjutan.
Pernyataan Coach Rahmat mengenai peran orang tua juga menunjukkan bahwa beliau adalah sosok pelatih yang rendah hati dan memahami bahwa keberhasilan atlet muda sangat bergantung pada dukungan moral di luar lapangan. (Red)








