Diterjang Banjir dan Longsor Warga Jagapayung Desa Purba Baringin Hanya Bisa Pasrah

- Reporter

Jumat, 28 November 2025 - 13:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKKAT, HUMBAHAS // Propamnewstv.id – Air datang tanpa suara dan malam itu warga menganggap turunnya hujan, bagi mereka lumrah saja. Namun, siapa sangka hujan yang lebat ternyata membuat Aek Sipoti dan Aek Sibuluan meluap hingga meluber kejalan raya serta rumah warga.

‎Secara berlahan namun pasti, melubernya Aek Sipoti dan Aek Sibuluan, sebagian warga Dusun Jagapayung, Desa Purba Baringin, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara mulai gelisah dalam tidurnya, lantaran situasi kampung serasa tidak baik-baik saja.

‎Sebagian warga mulai berjaga-jaga, sesama mereka saling mengingatkan, ada yang berkata air semakin naik menunjukkan taringnya, dan ditengah hujan deras, bukit-bukit pun seakan tak mau diam.

‎Alam semesta di kampung itu begitu kompak, air sungai semakin naik, hujan pun terus meneteskan bagiannya, tidak ketinggalan pula bukit menurunkan tanah lalu terjadilah longsor. Jalan utama yang menghubungkan Dolok Sanggul-Pakkat akhirnya lumpuh total.

‎‎Dari kegelapan malam yang tak terpikirkan warga, banjir bandang pun meluncur deras menuju Dusun Jagapayung, menyapu apa yang ditemuinya sepanjang Rabu malam hingga Kamis, 27 November 2025 pagi hari.

‎Lumpur tebal menyelimuti rumah warga yang dekat bibir Aek Sibuluan, masuk ke dalam rumah, jalan raya penuh dengan tanah lumpur, entah kapan datangnya, warga pun kaget, karena peristiwa tersebut baru kali ini terjadi sepanjang sejarah.

‎Pagi-pagi benar warga memandang, kampung mereka seperti lautan lumpur tak terurus, tidak seperti sebelumnya, sibuk dengan aktifitas masing-masing. Namun hari itu warga bingung dan hening tak lagi mendengar hilir mudik kendaraan yang melintas.

‎Warga masih tertegun menyaksikan kampung mereka yang biasanya hijau, berubah menjadi kubangan lumpur tebal. Setidaknya ada 3 rumah milik warga yang ambruk tak lagi dapat ditempati. Warga pagi itu hanya mampu untuk menyaksikan rumah yang roboh.

‎Jalan terputus total, lahan sawah hancur, rumah roboh, makam warga pun dihantam air, ada pula makam tidak tampak lagi akibat ditutupi tanah lumpur yang dikirim air. Sebuah sekolah SD tenggenang hingga halaman depan tertutup air serta lumpur pekat. Bahkan, sebuah gereja HKI persis didepan sekolah ikut menerima hantaman air bercampur lumpur.

‎“Kami hanya bisa menyelamatkan diri. Semua terjadi begitu cepat,” kata salah satu warga yang ditemui relawan, dengan suara masih gemetar.

‎Dusun Jagapayung bukan wilayah yang asing dengan hujan deras, namun pagi itu berbeda. Air yang turun sepanjang malam membawa bongkahan kayu, tanah, dan batu, membentuk arus raksasa yang tak bisa ditahan.

‎Lahan pertanian sebagai napas utama masyarakat luruh seketika. Sawah-sawah yang harusnya siap memasuki masa panen, kini rata tidak lagi mengenali benihnya sendiri. Di antara reruntuhan tanah, pupus sudah harapan petani untuk hasil panen tahun ini.

‎“Musim ini kami terancam gagal panen total,” kata seorang petani sambil memandangi petaknya yang tinggal lumpur.

‎Dibibir sungai Aek Sibuluan, bangunan sekolah SD tampak seperti maket yang direndam air. Meja dan kursi terapung, buku-buku rusak, dan papan tulis yang masih menyimpan tulisan pelajaran sebelumnya.

‎Di gereja HKI Jagapayung lumpur menutup hampir seluruh halaman, menyisakan puing-puing usai diterjang air, dan banjir bandang. Rumah warga disekitar gereja juga jadi korban hantaman air dan lumpur hingga tak layak dihuni.

‎Namun di tengah kerusakan, warga tetap berpegang pada satu hal yaitu kebersamaan. Warga dan jemaat gereja saling bergandengan tangan membersihkan gereja, serta menyelamatkan barang yang masih layak digunakan.

‎“Yang hilang bisa dicari, yang roboh bisa dibangun kembali. Yang penting kami masih bersama,” ucap warga yang melihat sekolah dan gereja setelah air surut.

‎Tak ada yang tahu berapa lama Dusun Jagapayung, Desa Purba Baringin, Kecamatan Pakkat akan pulih. Tetapi setiap bencana selalu meninggalkan luka dan pelajaran. Dan hari ini, dari Jagapayung, kabar itu datang dengan getir bahwa alam tidak lagi bisa ditebak, namun manusia selalu bisa memilih untuk bangkit.

‎Adapun rumah yang ambruk adalah milik Tumpal Mandrofa, Marga Sibagariang dan Marga Simanullang. Kemudian, sekolah SD Negeri No 177054 Baringin Paranginan, lokasi Jagapayung, dan Gereja HKI Jagapayung, Resort Pakkat Tarabintang.

‎Peristiwa banjir bandang dan longsor pun sudah dilaporkan langsung ke Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), melalui Bupati Oloan Paniaran Nababan, dengan harapan pihak Pemkab Humbahas memberikan bantuan berupa sandang pangan supaya kampung tersebut lekas pulih kembali. (*)

Berita Terkait

Polres Tabalong Gelar Arus Balik Gratis dan Valet and Ride, Mudik Aman dan Nyaman
Perubahan Misterius Susunan Redaksi, Propam News TV Akan Tempuh Jalur Hukum
𝗗𝘂𝗲𝗹 𝗦𝗲𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗻, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝘀𝗲𝗸 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗸𝗼𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗦𝗮𝗯𝘂.
Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak ke Pasar Kuripan Menjekang Ramadhan, Temukan Sejumlah Komoditas Dijual di Atas Harga Acuan
Kapolsek Banjarmasin Tengah Terima Kunjungan Silaturahmi Apri Wilianto
Polres Demak Amankan Tiga Remaja Pelaku Pembacokan Saat Tawuran
𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝗶𝘁 𝗣𝗘𝗧𝗜 𝗞𝗲𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗹𝗶𝗿 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴, 𝗜𝗻𝗶𝘀𝗶𝗮𝗹 ‘𝗔’ 𝗱𝗮𝗻 ‘𝗥’ 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗼𝗿𝗱𝗶𝗻𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗦𝗲𝘁𝗼𝗿𝗮𝗻.
Pelantikan Pengurus BEM UNUKASE Periode 2025/2026

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:07

Perkuat Sinergitas, Kapolres Kuansing Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:04

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶𝘁𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗶𝗻𝘁 𝗞𝗶𝘁𝘁𝘀 𝗮𝗻𝗱 𝗡𝗲𝘃𝗶𝘀.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:55

Wakapolda Jabar Kunjungi Polres Cianjur , Apresiasi Kinerja Pengamanan Arus Mudik Ops Ketupat Lodaya 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:36

Kunjungan Pangdam XII/Tpr di Jagoi Babang bersama Danrem 121/Abw, “tingkatkan Sinergi di Perbatasan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:53

Dukung Modernisasi Pertanian, Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kawal Uji Coba Drone Pemupukan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:25

Danrem 121/Abw bersama Pangdam XII/Tpr kunjungi Kodim 1208/Sambas tekankan para “Prajurit harus disiplin

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:52

Polri Bangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Tingkatkan Akses hingga Pelosok Desa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:39

Situasi Kamtibmas Dijaga, Polres Demak Amankan Beberapa Titik Keramaian Selama Syawalan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x