BANDUNG, // PropamNewstv.id — Di tengah arus zaman yang terus bergerak, seni budaya pencak silat tetap menemukan penjaganya. Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), yang lahir di Bandung pada 1957, kembali menegaskan perannya sebagai rumah nilai, tempat tradisi dirawat dan martabat dijaga.

Penegasan itu tercermin pada langkah Deden Kandi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPSI Kecamatan Ketapang. Konsistensi pembinaan atlet dan penguatan organisasi yang ia bangun membuahkan hasil nyata, dengan mengantarkan PPSI Ketapang meraih Juara Umum pada ajang Bupati Cup Tahun 2025.
Bagi Deden Kandi, pencak silat bukan sekadar gelanggang prestasi, melainkan amanah budaya yang menuntut tanggung jawab moral. Nilai tersebut berakar dari jejak perjuangan almarhum H. Abah Apih Aju Al Gojali, Guru Besar Sinar Banten, yang warisannya tumbuh dan hidup di Desa Pangauban, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung.
Dalam perbincangan bersama awak media pada Kamis, 5 Februari 2026, di Padepokan PPSI Desa Pangauban, Deden Kandi menegaskan kesiapannya untuk mengabdikan diri pada lingkup yang lebih luas. “Kami siap melanjutkan, mengembangkan, serta menjaga nama baik PPSI, sekaligus melestarikan seni budaya pencak silat agar terus hidup dan berkembang di seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung. Untuk itu, saya mohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar pencak silat,” ujarnya.
Dengan mengusung semboyan Budi, Bakti, Sakti, Deden Kandi secara resmi menyatakan maju sebagai Bakal Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung untuk masa bakti 2026–2031. Langkah ini menjadi ikhtiar menjaga marwah pencak silat agar tetap berdiri tegak sebagai warisan leluhur, hidup di masa kini, dan berakar kuat bagi generasi mendatang.
Aziz Naga – Bandung
(PropamNewsTv)








