Foto:Pemerintah Kabupaten Sintang Audiensi dengan BNPP RI
KALSEL //propamnewstv.id/ –Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny memimpin Tim Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan audiensi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026. Audiensi tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menyampaikan secara langsung aspirasi dan kebutuhan pembangunan kawasan perbatasan RI–Malaysia.
Dalam audiensi tersebut, Florensius Ronny didampingi Ketua DPRD Kabupaten Sintang Indra Subekti, Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, Anggota DPRD Sintang Toni dan Nikodimus, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang M. Mardyanto, serta perwakilan Bappeda Kabupaten Sintang.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Sintang diterima Sekretaris BNPP RI Komjen. Pol. Makhruzi Rahman bersama jajaran Deputi di lingkungan BNPP RI.

Florensius Ronny mengatakan, audiensi tersebut dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan di Kabupaten Sintang, khususnya wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kami datang untuk menyampaikan secara langsung harapan dan aspirasi Pemerintah Kabupaten Sintang bersama masyarakat yang berada di kawasan perbatasan. Kami berharap pembangunan di kawasan perbatasan dapat dipercepat dan mendapat dukungan yang lebih kuat dari pemerintah pusat,” ujar Florensius Ronny.

Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan konektivitas, pelayanan dasar, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta penguatan kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Percepatan pembangunan wilayah perbatasan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019. Karena itu, kami berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap kawasan perbatasan di Kabupaten Sintang dapat semakin diperkuat,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang menyampaikan sejumlah usulan strategis yang dinilai penting untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.
Beberapa di antaranya adalah percepatan pembangunan PLBN Sungai Kelik, peningkatan ruas jalan paralel perbatasan, peningkatan status sejumlah ruas jalan di kawasan perbatasan menjadi jalan nasional, serta peningkatan akses Simpang Nanga Merakai–Pintas Keladan.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, Pemkab Sintang juga mendorong peningkatan jaringan telekomunikasi dan jaringan listrik, pembangunan sarana pemerintahan seperti gedung kantor desa, rumah dinas camat dan fasilitas pemerintahan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sintang juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pemberdayaan potensi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat di kawasan perbatasan. Pengembangan potensi tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
“Kami memohon agar dukungan dan alokasi anggaran dari BNPP RI untuk kawasan perbatasan di Kabupaten Sintang dapat ditingkatkan. Masyarakat perbatasan membutuhkan kehadiran negara melalui pembangunan yang nyata, baik infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan,” harap Florensius Ronny.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang bersama DPRD Sintang akan terus memperjuangkan pembangunan kawasan perbatasan melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Perbatasan adalah wajah terdepan negara. Karena itu, pembangunan kawasan perbatasan harus menjadi perhatian bersama. Kami ingin masyarakat di perbatasan merasakan kehadiran negara dan memperoleh akses pembangunan yang layak seperti masyarakat di wilayah lainnya,” pungkasnya.
Tim//red


