Foto:Langsir pancang
BANTEN //propamnewstv.id/ -, kamis 9 Juli 2026 Sudah berbulan-bulan, rencana pembangunan jembatan gantung yang menjadi penghubung penting antara Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, dengan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, masih terlihat terbengkalai dan belum selesai juga. Yang makin menimbulkan tanda tanya besar di hati warga: meskipun progres pembangunannya jalan di tempat, laporan pencairan dana proyek tersebut dikabarkan terus berjalan dan mengalir sesuai tahapan yang ditetapkan.
Masyarakat: “Kami butuh jembatan, bukan sekadar laporan pencairan dana” Warga kedua desa mengeluh bahwa kondisi ini sangat merugikan aktivitas sehari-hari. Jalan melintasi sungai yang selama ini jadi alternatif terasa berisiko, terutama saat musim hujan. “Kami lihat tiangnya sudah berdiri, tapi tidak ada perkembangan berarti berbulan-bulan. Kalau dibilang dananya sudah cair, di mana wujud pekerjaannya? Ini sungguh meresahkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Banyak pihak bertanya:Cv Bangun Jaya,Apakah perencanaan yang dibuat memang matang? Apakah pengawasan pelaksanaannya berjalan ketat? Atau justru ada ketidaksesuaian antara dana yang dikeluarkan dengan hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan?
Propam New TV: Ini soal akuntabilitas, bukan sekadar pembangunan fisik Sebagai media yang menjunjung tinggi transparansi dan pengawasan, Propam New TV menyampaikan kritik tegas: Proyek yang didanai uang rakyat wajib memiliki kejelasan waktu, kualitas, dan pertanggungjawaban yang terbuka. Jika pekerjaan macet tapi dana terus keluar, maka ada celah yang harus diperiksa secara mendalam.
Kami meminta pihak pelaksana, dinas terkait, dan pengawas proyek untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat:
✅ Berapa total dana yang telah dicairkan hingga saat ini?
✅ Berapa persen progres pekerjaan yang sesungguhnya?
✅ Apa kendala yang membuat pembangunan terhenti?
✅ Kapan jembatan ini dipastikan bisa digunakan sepenuhnya?
Jangan biarkan janji pembangunan hanya menjadi tulisan di kertas laporan, sementara rakyat tetap kesulitan melintas dan kepercayaan terhadap pengelolaan dana makin terkikis.
Tim/red


