DPD Persatuan Guru Swasta Indonesia Demak Dorong Pemerintah Segera Realisasikan Sekolah Rakyat

- Reporter

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

          Foto: DPD Persatuan Guru Swasta Indonesia Kabupaten Demak.

 

JATENG //propamnewstv.id/ – DPD Persatuan Guru Swasta Indonesia Kabupaten Demak mendorong Pemerintah Kabupaten Demak untuk segera merealisasikan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai solusi bagi ribuan anak tidak sekolah (ATS), khususnya pada jenjang SMA/SMK sederajat. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PGSI Kabupaten Demak, Noor Salim, usai audiensi bersama pimpinan DPRD Kabupaten Demak terkait persoalan pendidikan di Kabupaten Demak. Audiensi berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Demak, Jumat (22/5/2026).

 

Menurut Noor Salim, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden sehingga Kabupaten Demak dinilai harus memiliki minimal satu titik pembangunan sekolah tersebut.

 

“Karena Sekolah Rakyat ini terkait program nasional dari Presiden, maka PGSI mendorong agar betul-betul terwujud satu titik Sekolah Rakyat. Kalau kabupaten/kota lain bisa, kenapa Demak tidak bisa,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Demak sebenarnya telah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat kepada pemerintah pusat dengan dua lokasi lahan, yakni di wilayah Mangunjiwan dan Mranggen. Namun, usulan tersebut ditolak karena salah satu lahan masih berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

 

“Di Mangunjiwan luas lahannya sudah lebih dari lima hektare dan memenuhi syarat. Tapi dijelaskan penolakannya karena lahannya masih LSD atau Lahan Sawah Dilindungi,” katanya.

 

Meski demikian, pihaknya menilai status LSD seharusnya tidak menjadi penghalang apabila proyek tersebut masuk dalam program prioritas nasional.

 

“Kalau untuk koperasi saja bisa, kenapa untuk Sekolah Rakyat tidak bisa? Saya kira ada pengecualian karena ini program prioritas nasional Presiden,” tegasnya.

 

PGSI pun berencana mendorong realisasi Sekolah Rakyat melalui jalur politik dengan mengirim surat kepada Menteri Sosial, kementerian terkait, hingga Wakil Ketua DPR RI.

 

Noor Salim menegaskan keberadaan Sekolah Rakyat sangat penting mengingat tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Demak. Berdasarkan data BPS, jumlah ATS di Demak mencapai sekitar 9.000 anak dan sebagian besar berada pada jenjang SMA sederajat.

 

“Mereka lulusan SMP atau MTs tetapi tidak bisa melanjutkan ke SLTA karena tidak ada biaya. Bahkan sebagian harus bekerja membantu keluarga. Ketika ada Sekolah Rakyat, harapan kita itu menjadi solusi bagi anak-anak yang sebenarnya ingin sekolah,” jelasnya.

 

Selain menyoroti Sekolah Rakyat, PGSI juga mengkritisi mandeknya pencairan tunjangan bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah bersertifikasi.

 

Menurut Noor Salim, hingga kini masih terdapat 41 guru PAI yang belum menerima tunjangan sejak Januari 2026. Sebelumnya terdapat lebih dari 50 guru terdampak, namun sembilan guru memilih pindah ke sekolah swasta agar tunjangannya dapat dicairkan.

 

Ia menyebut alasan pemerintah terkait larangan pengangkatan guru honorer dinilai tidak tepat karena daerah lain disebut mampu mencari solusi administrasi sehingga tunjangan tetap dapat dicairkan.

 

“Kalau di Magelang bisa, kenapa di Demak tidak bisa? Maka kami menuntut harus ada solusi. Jangan malah menyuruh guru pindah ke sekolah swasta karena itu bukan solusi, tetapi bentuk keputusasaan,” tegasnya.

 

PGSI juga meminta Kepala Dinas Pendidikan dan pihak Kementerian Agama hadir bersama dalam pembahasan persoalan tersebut agar solusi konkret dapat segera ditemukan.

 

 

( Ismun Jateng )//red

Berita Terkait

Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI
PERESMIAN KANTOR LLI & HAM BEBAY LAMPUNG: 200 ORMAS DIPERTANYAKAN, KEKAYAAN SDA HARUS KEMBALI UNTUK WARGA
*Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat*
Kasdim 1206/Putussibau Hadiri Apel Kesiapan Penanganan Karhutla di Mapolres Kapuas Hulu
DAD Kecamatan Entikong Undang dan Siapkan Audiensi dengan Ketua Komisi II DPR RI, Sampaikan Aspirasi Masyarakat Perbatasan
TAK SEKADAR EDUKASI, KKL-PPM 79 UNMAL SENTUH SISI EMOSIONAL SISWA SMA YOS SUDARSO METRO
Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian
Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58

Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:55

PERESMIAN KANTOR LLI & HAM BEBAY LAMPUNG: 200 ORMAS DIPERTANYAKAN, KEKAYAAN SDA HARUS KEMBALI UNTUK WARGA

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:54

*Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat*

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46

Kasdim 1206/Putussibau Hadiri Apel Kesiapan Penanganan Karhutla di Mapolres Kapuas Hulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:36

DAD Kecamatan Entikong Undang dan Siapkan Audiensi dengan Ketua Komisi II DPR RI, Sampaikan Aspirasi Masyarakat Perbatasan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:19

Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:14

Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08

Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x