Perjuangan untuk Semua: Panglima Asap dan Panglima Sabang Merah Tegaskan Misi Persatuan Lintas Suku hingga Mancanegara

- Reporter

Senin, 30 Maret 2026 - 10:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalimantan,//PropamNewsTv.id/— Semangat persatuan kembali digaungkan oleh tokoh masyarakat Andreas bersama Fetrus.

Keduanya menegaskan bahwa perjuangan yang mereka jalankan bukanlah untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan demi seluruh masyarakat lintas suku yang hidup di Pulau Kalimantan, bahkan hingga ke tingkat internasional.

“Perjuangan ini bukan untuk kita sendiri saja, melainkan untuk semua,” tegas Andreas.

Ia menekankan bahwa persatuan harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat yang beragam, tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, maupun keyakinan.

Keberagaman yang Harus Dijaga
Pulau Kalimantan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan keberagaman etnis dan budaya.

Berbagai suku seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, serta masyarakat pendatang hidup berdampingan dalam dinamika sosial yang terus berkembang.

Namun, di tengah keberagaman tersebut, potensi gesekan sosial tetap ada.

Oleh karena itu, kehadiran figur pemersatu seperti Andreas dan Fetrus menjadi penting dalam menjaga harmoni.

Keduanya aktif membangun komunikasi lintas suku serta memperkuat rasa kebersamaan melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya.

Menurut Fetrus, perjuangan yang mereka jalankan tidak berhenti di tingkat lokal.

Ia memiliki visi besar untuk membawa nilai-nilai persatuan dan kearifan lokal Kalimantan ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah kelemahan, tetapi kekuatan.

Kalimantan bisa menjadi contoh bagi dunia,” ujarnya.
Visi tersebut mencakup beberapa tujuan utama, di antaranya:

Memperkuat persatuan antar suku di Kalimantan
Melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah modernisasi
Mendorong keadilan sosial bagi masyarakat adat dan kelompok minoritas
Membangun jaringan solidaritas hingga ke tingkat nasional dan global
Aksi Nyata di Tengah Masyarakat
Komitmen tersebut tidak hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai aksi nyata di lapangan.

Andreas dan Fetrus aktif dalam:
Menggelar dialog lintas suku dan tokoh masyarakat
Melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan
Mendampingi masyarakat dalam menyelesaikan konflik sosial
Mempromosikan budaya lokal melalui berbagai event dan media
Kehadiran mereka dinilai mampu meredam potensi konflik serta mempererat hubungan antar masyarakat yang berbeda latar belakang.

Harapan untuk Generasi Muda
Keduanya berharap semangat persatuan ini dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda.

Mereka menilai bahwa masa depan Kalimantan sangat bergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah.

Justru dari perbedaan itulah kita saling melengkapi,” pesan Andreas.

Fetrus juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat agar perjuangan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Perjuangan yang digaungkan oleh Andreas dan Fetrus menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kunci dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.
Tidak hanya bagi Kalimantan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi Indonesia dan dunia bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.–( Mr.Eddy)

Berita Terkait

*LAMPUNG UTARA DARURAT KKN: KOLUSI, KORUPSI, DAN NEPOTISME
Pemudik Motor Pingsan di Buffer Zone Pelabuhan Ciwandan, Soroti Minimnya Fasilitas
Wakapolda Jabar Apresiasi Kinerja Polres Cianjur dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026
Musdes Tetapkan Asal Usul Desa Eks Transmigrasi Sidowaluyo sebagai Dasar Legalitas Pertanahan
Kebakaran Lahan di Desa Binturu, Lokasi Bekas Kebun Karet
Di Balik Klaim Hibah Sapi Jambi: Kamaludin Ingatkan Pentingnya Audit Fisik dan Transparansi
Polres HST dan Pemkab Hulu Sungai Tengah Mulai Bangun Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Harang
Komitmen Nyata Polda Jawa Barat dan Bhayangkari dalam Pelestarian Gunung Gede

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:46

*LAMPUNG UTARA DARURAT KKN: KOLUSI, KORUPSI, DAN NEPOTISME

Senin, 30 Maret 2026 - 13:27

Pemudik Motor Pingsan di Buffer Zone Pelabuhan Ciwandan, Soroti Minimnya Fasilitas

Senin, 30 Maret 2026 - 13:16

Wakapolda Jabar Apresiasi Kinerja Polres Cianjur dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 13:02

Musdes Tetapkan Asal Usul Desa Eks Transmigrasi Sidowaluyo sebagai Dasar Legalitas Pertanahan

Senin, 30 Maret 2026 - 12:46

Kebakaran Lahan di Desa Binturu, Lokasi Bekas Kebun Karet

Senin, 30 Maret 2026 - 11:06

Polres HST dan Pemkab Hulu Sungai Tengah Mulai Bangun Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Harang

Senin, 30 Maret 2026 - 10:47

Perjuangan untuk Semua: Panglima Asap dan Panglima Sabang Merah Tegaskan Misi Persatuan Lintas Suku hingga Mancanegara

Senin, 30 Maret 2026 - 10:01

Komitmen Nyata Polda Jawa Barat dan Bhayangkari dalam Pelestarian Gunung Gede

Berita Terbaru

Uncategorized

*LAMPUNG UTARA DARURAT KKN: KOLUSI, KORUPSI, DAN NEPOTISME

Senin, 30 Mar 2026 - 13:46

Uncategorized

Kebakaran Lahan di Desa Binturu, Lokasi Bekas Kebun Karet

Senin, 30 Mar 2026 - 12:46

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x