Imigrasi Entikong Perketat Pemeriksaan WNI, Dugaan Cegah Calon PMI Nonprosedural ke Malaysia

- Reporter

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Entikong,//PropamNewsTv.id/Kalimantan Barat – Kantor Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) PLBN Entikong memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak keluar negeri, khususnya yang diduga akan menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural ke Malaysia.

Kebijakan ini diterapkan atas arahan Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Entikong, Fitra Izharry, A.Md.lm. S.H.,M.H., yang memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan secara ketat dan menyeluruh terhadap setiap WNI yang akan melintas di perbatasan. Pemeriksaan difokuskan pada kejelasan tujuan keberangkatan serta kelengkapan dokumen perjalanan.

Melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan izin tinggal, petugas imigrasi diminta untuk lebih teliti dalam memverifikasi paspor dan menggali informasi dari para pelintas. WNI yang antre untuk mendapatkan cap keluar (exit stamp) diwajibkan menjawab sejumlah pertanyaan secara rinci, seperti tujuan perjalanan, pihak yang ditemui, serta maksud keberangkatan.

Apabila ditemukan jawaban yang tidak konsisten atau mencurigakan, petugas berhak menunda bahkan menolak pemberian cap keluar pada paspor yang bersangkutan. Sesuai ketentuan keimigrasian, hanya WNI dengan tujuan jelas dan dokumen lengkap yang diizinkan melintas, seperti untuk berobat, bekerja secara resmi dengan permit dan surat cuti, pemegang visa, paspor diplomatik, atau mereka yang memiliki hubungan keluarga sah di Malaysia.

Namun, kebijakan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Seorang tokoh masyarakat Entikong menilai, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama bagi WNI yang berangkat secara mandiri untuk mencari pekerjaan di Malaysia. Mereka yang tidak lolos pemeriksaan dikhawatirkan akan terlantar di kawasan perbatasan.

“Kalau seperti ini, mereka bisa terlunta-lunta di Entikong. Mereka sudah datang dari jauh dengan biaya besar, bahkan ada yang berutang. Tapi sampai di sini tidak bisa berangkat,” ujarnya.

Kekhawatiran juga muncul terkait dampak sosial yang mungkin timbul. Kondisi ekonomi yang mendesak, ditambah kegagalan berangkat, dinilai dapat memicu munculnya permasalahan sosial baru di kawasan perbatasan.

Sejumlah WNI yang diduga calon pekerja migran nonprosedural juga mengungkapkan kekecewaannya. Mereka mengaku berangkat secara mandiri dengan biaya sendiri untuk mencari penghidupan yang lebih baik di Sarawak, Malaysia.

“Kami datang dari kampung dengan biaya sendiri, berharap bisa kerja di Malaysia. Tapi sampai di sini tidak diizinkan keluar. Sangat disayangkan,” ungkap salah satu calon pelintas.

Meski menuai keluhan, langkah strategis Imigrasi ini merupakan bentuk perpanjangan tangan pemerintah dalam melindungi warganya. Tujuan utamanya adalah memberantas praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan mencegah WNI terjerumus dalam eksploitasi pekerja ilegal. Melalui jalur prosedural, keselamatan serta hak-hak pekerja migran di luar negeri dapat lebih terjamin oleh negara.

Kebijakan ini menjadi dilema antara perlindungan tenaga kerja dan realitas ekonomi masyarakat perbatasan yang masih menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan.

Kaperwil kalbar
Mr edy


Berita Terkait

KEBERSAMAAN PENUH KEHANGATAN: MALAM MINGGU DI WADUK DARMA
KASUS PEMUKULAN DI KAWASAN CIKASO SELESAI, SITUASI KONDUSIF DAN AMAN  
BEAUTY RENI SALON: TEMPAT PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN CUT NYAK DIEN KUNINGAN  
Tipiring Sampah, Dan Logika Terbalik Pelayanan Publik? 
BEUTY RENI SALON Hadirkan Revolusi Perawatan Rambut Premium untuk Tampilan Percaya Diri Sepanjang Hari.”
Selamat dan Sukses: Yangto, SH., MH. Pimpin DPD Partai NasDem Pandeglang 2026-2029
Tanpa Kolaborasi, “Bilungka Jua Nang Ramaknya”
**Judul: Mendesak Regulasi Algoritma, Harris Arthur Hedar: Hukum Harus Hadir di Ruang Siber**

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:10

Pemda Sintang Akan Bentuk “Tim Oranye” Untuk Tangani Drainase

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:57

Sering Macet, Kawasan Tugu Jam Ditinjau Tim BPJN Kalbar, Ini Kata Bupati Sintang

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:49

Nonton Bagindas Gratis di Malam Penutupan Pameran Ekonomi Kreatif dan Kuliner Sintang Tahun 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:42

Rayakan Harjad Kota Sintang Ke 664 Tahun 2026, Bupati Sintang Ikuti Makan Saprahan Agung

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:37

Jadi Irup Peringatan Harjad Kota Sintang Ke 664 Tahun 2026, Bupati Sintang Ajak Warga Jaga Kebersamaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

SPPG Sindanglaya Pagelaran Diduga Minim Sarpras, Parkiran Gunakan Halaman Warga Ipal Dipertanyakan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:06

Wujud Kehadiran Polri, Polres Jepara Pastikan Kesehatan Nelayan yang Selamat dari Musibah Kapal Tenggelam

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:59

*Polda Banten Gelar Rakor Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x