Pandeglang, Banten,//PropamNewsTv.id– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Pandeglang dinilai belum sepenuhnya memenuhi tujuan utama program, khususnya dalam aspek pemberdayaan produk lokal dan pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan hasil amatan di lapangan, menu makanan yang disajikan dalam program MBG sebagian besar masih didominasi oleh produk dari perusahaan luar daerah. Sementara itu, hanya sebagian kecil komponen menu yang benar-benar berasal dari pelaku UMKM lokal di Pandeglang.
Padahal, salah satu tujuan utama program MBG tidak hanya untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai stimulus ekonomi dengan mendorong perputaran produk lokal dan memberdayakan pelaku usaha di daerah.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana implementasi program telah berpihak pada potensi lokal. Beberapa pihak menilai, jika dikelola secara optimal, program ini seharusnya mampu menjadi ruang besar bagi UMKM untuk berkembang, baik sebagai produsen maupun pemasok utama.
Selain itu, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah (PR) dalam pelaksanaan program tersebut. Di antaranya adalah bagaimana membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat lokal agar dapat terlibat secara langsung, tidak hanya sebagai reseller, tetapi juga sebagai supplier atau produsen utama dalam rantai distribusi program MBG.
Peran pemerintah daerah juga dinilai sangat penting dalam mendorong keberhasilan program ini. Mulai dari sosialisasi yang masif kepada masyarakat, edukasi terkait peluang dalam program MBG, hingga fasilitasi bagi pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar kebutuhan program.
Sejumlah kalangan juga menekankan pentingnya sinergi antar pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, agar program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata di tingkat lokal.
Salah satu masyarakat pemerhati program MBG, Anji Irawan, SH atau yang lebih di kenal Panji Nugraha menyampaikan bahwa pelaksanaan program di Pandeglang masih perlu banyak evaluasi.
“Program ini sangat baik secara konsep, namun dalam implementasinya di Pandeglang masih belum sepenuhnya berpihak pada pelaku usaha lokal. Kita melihat menu yang disajikan masih didominasi produk dari luar daerah, sementara potensi UMKM lokal sangat besar dan seharusnya bisa dilibatkan lebih luas,” ujarnya.
Panji juga menambahkan bahwa pemerintah perlu hadir lebih aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Perlu adanya sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat benar-benar paham apa itu program MBG dan bagaimana mereka bisa terlibat. Edukasi juga penting agar pelaku UMKM siap dari sisi kualitas, produksi, hingga distribusi,” lanjutnya.
Ia berharap ke depan program MBG di Pandeglang tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi semata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
“Kalau dikelola dengan baik, program ini bisa menjadi peluang besar bagi masyarakat. Tapi tentu harus ada komitmen bersama agar pelaku lokal benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tutup Panji.
Dengan berbagai catatan tersebut, diharapkan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pandeglang dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan, sehingga tujuan besar program, baik dari sisi kesehatan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat, dapat tercapai secara optimal.








