Pandeglang,//PropamNewsTV.id– Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kampung Ciupas, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran. Warga setempat secara antusias melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki Musala Al-Magfiroh yang menjadi pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat, Kamis (25/3/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ketua RW, para Ketua RT, Kepala Dusun (Kadus), hingga warga dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, masyarakat telah berkumpul di lokasi musala dengan membawa peralatan kerja secara swadaya. Hal ini mencerminkan tingginya kepedulian warga terhadap fasilitas ibadah di lingkungan mereka.
Perbaikan difokuskan pada pembuatan pondasi TPT (Tembok Penahan Tanah) di bagian depan musala. Pembangunan tersebut dinilai penting guna mengantisipasi aliran air saat musim hujan agar tidak mengganggu akses jalan maupun merusak struktur bangunan. Selain itu, warga juga memprioritaskan pemasangan rangka baja pada bagian bangunan yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.
Ketua RT setempat, Amin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap sarana ibadah.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat kompak dan antusias. Kegiatan ini murni dari inisiatif warga. Kami ingin Musala Al-Magfiroh menjadi tempat ibadah yang nyaman dan aman. Apalagi saat musim hujan sering terjadi genangan air di depan musala, sehingga perlu dibuatkan pondasi TPT,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan swadaya masyarakat. “Kami berharap perbaikan musala ini segera rampung agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT lainnya, Udin, mengaku bangga atas kekompakan warga Kampung Ciupas. Menurutnya, kegiatan gotong royong menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih kuat terjaga.
“Semua warga, baik tua maupun muda, ikut terlibat. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun (Kadus) setempat, Bisri, yang mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat.
Dengan adanya gotong royong ini, Musala Al-Magfiroh diharapkan dapat segera selesai dan menjadi tempat ibadah yang lebih layak, aman, serta nyaman. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga pun menjadi bukti bahwa nilai gotong royong tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Penulis: Dedi, Kaperwil Banten







