SEMARANG -//PropamNewsTv.id-Sebagai bentuk menjaga toleransi antar umat beragama, Kepala Perwakilan Media Propam News Tv Provinsi Jawa Tengah Ismu Thoha, S.H., mengucapkan ” SELAMAT HARI RAYA NYEPI 1948 SAKA ” yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026.
Menurutnya, sebagai insan beragama wajib hukumnya menjaga toleransi antar umat beragama guna menjaga ketentraman dan kedamaian guna saling menghormati kebebasan hak seseorang dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan yang dianut.
” Sebagai umat manusia yang beragama, sudah selayaknya kita saling menghormati kepercayaan yang dianut oleh saudara kita yang memeluk agama hindu dalam melaksanakan ibadahny untuk melakukan Catur Brata Penyepian yakni AMATI GENI, AMATI LELUNGAN dan AMATI LELANGUAN “. Ucapnya.
Ismun juga menambahkan banhwa menghormati Nyepi berarti mematuhi empat pantangan utamanya: Amati Geni (tidak menyalakan api/lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Mari kita dukung kekhusyukan umat Hindu dengan menjaga ketenangan total selama 24 jam
Lebih lanjut Ismun mengatakan bahwa dengan mengusung tema nyepi Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, tentunya memiliki makna filosofis yang mendalam.
” Filosofi ini menekankan persatuan global, kasih sayang, dan harmoni tanpa memandang ras, agama, atau batas negara. Ini adalah seruan untuk memandang sesama manusia dan alam semesta sebagai kesatuan ciptaan Tuhan yang saling terhubung “. Tegasnya.
Indonesia menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi persatuan nasional, yang diwujudkan melalui sikap toleransi, saling menghormati keyakinan, dan gotong royong. Kerukunan ini dijaga melalui Tri Kerukunan Umat Beragama (internal, antarumat, dan umat-pemerintah) serta moderasi beragama, menjadikan Indonesia percontohan dunia dalam merawat kemajemukan.
Ismun juga kembali mengulas poin-poin penting kerukunan antarumat beragama di Indonesia:
Landasan Utama:
Toleransi beragama didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang menekankan penghormatan terhadap perbedaan.
Implementasi Sehari-hari:
Contoh nyata meliputi tidak memaksakan agama, menghormati hari besar agama lain, tidak mengganggu tempat ibadah, dan saling membantu tanpa memandang latar belakang.
Peran Pemerintah dan Masyarakat:
Pemerintah Indonesia secara aktif merawat kerukunan, yang diperkirakan mencapai puncak tinggi pada tahun 2025.
Tri Kerukunan:
Terdiri dari kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Konsep ini memastikan bahwa perbedaan bukanlah masalah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga demi stabilitas nasional.
Ismun juga berharap kepada seluruh umat beragama di indonesia khususnya yang berada di wilayah Jawa Tengah untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjaga sikap saling menghormati sebagai bentuk nyata bahwa toleransi umat beragama di Indonesia ini masih terawat dengan baik.
” Nyepi adalah momen menyucikan alam semesta (Bhuana Agung) dan manusia (Bhuana Alit). Menghormatinya adalah bentuk nyata toleransi untuk menciptakan keseimbangan dan harmoni hidup. Dalam situasi di mana hari raya agama lain beriringan dengan Nyepi, mari utamakan dialog, toleransi, dan saling menghormati dengan menjaga suasana tetap tenang tanpa aktivitas luar rumah terutama yang berada di wilayah Pulau Dewata Bali, SELAMAT MENJALANKAN IBADAH HARI RAYA NYEPI 1948 SAKA BAGI SAUDARAKU UMAT HINDU DIMANAPUN BERADA”. Pungkasnya. ( Red )








