Sabtu Malam, Bandung Tak Sekadar Ramai—Ia Akan Menjadi Panggung Besar Peradaban Sunda

- Reporter

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

      Foto: Acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026.

 

JABAR  — Di tengah kota yang saban hari dipadati deru kendaraan dan hiruk pikuk manusia modern, Sabtu malam besok, 16 Mei 2026, Bandung akan berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang—ke akar yang membuat tanah Pasundan tetap tegak berdiri. Bukan konser. Bukan pesta kembang api. Bukan pula parade biasa. Yang melintas di jalan-jalan utama Kota Bandung nanti malam adalah sejarah.

 

Puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 akan digelar meriah mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung menghadirkan sebuah perhelatan budaya yang bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat bahwa Sunda tidak dibangun oleh beton dan lampu kota, melainkan oleh warisan, kehormatan, dan ingatan kolektif.

 

Dari Kiara Artha Park, iring-iringan budaya akan bergerak melewati Jalan Jakarta, menyusuri Jalan Supratman, lalu berakhir di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Di sepanjang rute itu, masyarakat akan disuguhi pemandangan yang jarang ditemui di zaman serba digital ini.

 

Pasukan berkuda akan melintas gagah. Kereta kencana berjalan anggun. Penari Sunda dan Bali bergerak harmonis, seolah menegaskan bahwa kebudayaan tak mengenal sekat, hanya mengenal penghormatan. Di tengah arak-arakan itu, satu benda menjadi pusat perhatian: Mahkota Binokasih.

 

Bukan sekadar mahkota.

Ia adalah lambang kejayaan kerajaan Sunda, simbol legitimasi, sekaligus penanda bahwa kebudayaan tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya menunggu untuk kembali dimuliakan.

 

Sebanyak 13 kampung adat dan perwakilan seni budaya dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat akan turut serta. Mereka datang bukan untuk berlomba menjadi yang paling meriah, melainkan untuk membuktikan bahwa tradisi masih hidup, bahkan ketika dunia semakin sibuk mengejar hal-hal yang sering kali tak memiliki jiwa.

 

Ironis memang.

Di saat banyak orang rela menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel, Sabtu malam nanti Bandung justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih bernilai: kesempatan menyaksikan identitas budaya berjalan di hadapan mata.

 

Kirab akan ditutup dengan prosesi sakral penyerahan Mahkota Binokasih oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kepada pihak Keraton Sumedang Larang. Sebuah simbol bahwa sejarah bukan untuk dipajang di museum semata, melainkan untuk dijaga, dihormati, dan diwariskan.

 

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia menyiapkan berbagai fasilitas seperti water station, pos kesehatan setiap satu kilometer, serta toilet portable di sepanjang rute.

 

Rangkaian Milangkala Tatar Sunda akan berlanjut pada Minggu malam, 17 Mei 2026, melalui acara Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda di area Parkir Barat Gedung Sate mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam.

 

Pemerintah Kota Bandung mengajak masyarakat hadir dan meramaikan kegiatan ini dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Sebab pada akhirnya, budaya bukan hanya tentang apa yang dipertontonkan. Ia adalah tentang apa yang masih kita hormati.

 

Dan Sabtu malam nanti, Bandung akan membuktikan bahwa modernitas tak harus melupakan akar. Karena kota yang besar bukanlah kota yang memiliki gedung tertinggi, melainkan kota yang masih tahu dari mana ia berasal.

 

Salli//red

Berita Terkait

Pilprades 2026 Desa Sukodono Bonang Demak Memanas,di Duga Banyak Penyimpangan dan Team Pilperades Kong Kalikong Dengan Pihak ke Tiga
Jembatan Penghubung Antar Kampung di Mekarsari Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Panglima pwpdi buka peluang untuk seluruh masyarakat indonesi bergabung bisnis kereeennn..
Cegah Kebakaran dari Dapur, Polres Metro Depok Imbau Warga Waspada Penggunaan Gas LPG
Kapolres Cianjur Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-19 Untuk Viking Underground Cianjur
Forum KDKMP Pandeglang Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Kisruh Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih 
Polsek Pamulang Lakukan Patroli ke Lapak Hewan Qurban, Berikan Himbauan Antisipasi Pencurian Jelang Idul Adha 2026
Dikritik Soal IPAL dan Andalalin, Perwakilan SPPG Sindanglaya I: “Saya Dulu Wartawan dan Aktivis”
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:02

Sabtu Malam, Bandung Tak Sekadar Ramai—Ia Akan Menjadi Panggung Besar Peradaban Sunda

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:04

Pilprades 2026 Desa Sukodono Bonang Demak Memanas,di Duga Banyak Penyimpangan dan Team Pilperades Kong Kalikong Dengan Pihak ke Tiga

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:45

Jembatan Penghubung Antar Kampung di Mekarsari Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:27

Panglima pwpdi buka peluang untuk seluruh masyarakat indonesi bergabung bisnis kereeennn..

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:37

Cegah Kebakaran dari Dapur, Polres Metro Depok Imbau Warga Waspada Penggunaan Gas LPG

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:02

Forum KDKMP Pandeglang Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Kisruh Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih 

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:54

Polsek Pamulang Lakukan Patroli ke Lapak Hewan Qurban, Berikan Himbauan Antisipasi Pencurian Jelang Idul Adha 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:47

Dikritik Soal IPAL dan Andalalin, Perwakilan SPPG Sindanglaya I: “Saya Dulu Wartawan dan Aktivis”

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x