KUANSING RIAU//ProvamNewsTv.Id โ Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan kekecewaan mendalam atas aksi sepihak warga yang membongkar portal dan melakukan penimbunan mandiri di Jembatan Sungai Lintang, Kecamatan Sentajo Raya.
Langkah warga yang dipicu oleh ketidaksabaran menanti perbaikan permanen ini dinilai sangat berisiko, karena timbunan tersebut dilakukan tanpa perhitungan teknis yang jelas serta mengabaikan standar keselamatan transportasi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
โKepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, menegaskan bahwa penutupan jembatan yang dilakukan sebelumnya bersama Dinas Perhubungan dan Sat Lantas Polres Kuansing murni demi melindungi nyawa pengguna jalan.
Ia sangat menyayangkan tindakan masyarakat yang memaksakan pembukaan akses dengan material timbunan yang tidak terukur kekuatannya.
Menurut Ade, konstruksi jembatan yang rusak parah akibat banjir besar tahun 2024 lalu berada dalam kondisi labil, sehingga beban kendaraan yang melintas di atas timbunan “darurat” tersebut berpotensi memicu kecelakaan fatal yang pertanggung jawabannya akan sangat berat di mata hukum.
โPemerintah bukannya tinggal diam, namun proses pembangunan infrastruktur terikat pada prosedur formal yang tidak bisa dilompati begitu saja.
Ade menjelaskan bahwa meskipun sempat terkendala efisiensi anggaran pada tahun 2025, Pemkab Kuansing telah menetapkan pembangunan jembatan ini sebagai prioritas utama di tahun anggaran 2026 dengan alokasi dana mencapai Rp9 miliar melalui APBD.
Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap finalisasi proses pengadaan setelah melewati mekanisme rasionalisasi anggaran yang wajib ditaati secara administratif.
โOleh karena itu, pemerintah mengimbau warga untuk tidak lagi melakukan aktivitas konstruksi liar di area jembatan sebelum tim teknis resmi turun ke lapangan.
Langkah gegabah yang diambil warga justru dikhawatirkan dapat merusak struktur sisa yang ada atau menghambat proses pembangunan permanen yang
sesungguhnya sudah di depan mata.
Pemerintah meminta kerja sama masyarakat untuk bersabar sejenak demi terwujudnya jembatan yang kokoh, aman, dan sesuai dengan standar keselamatan jangka panjang.*
(cw/Red)








