Tangsel – //Propamnewstv.id/ – Kadis Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan mangkir dari pertemuan antara warga Pamulang Permai 1 . Pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan berujung ricuh dan aksi walk-out, Rabu (4/3/2026). Rapat yang digelar di ruang lantai 6 Kantor Dishub, Kompleks Perkantoran Lengkong Gudang Wetan, Kota Tangerang Selatan itu batal menghasilkan kesepakatan setelah warga kecewa atas ketidakhadiran Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub).
Kadishub Absen, warga merasa tidak dihargai,
ke kecewaan warga memuncak lantaran Kadishub Tangsel tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Alasan yang disampaikan, Kadishub tengah mengikuti rapat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Wali Kota Tangsel.
Warga yang sudah lama menolak penerapan gate parkir berbayar di kawasan pertokoan dan perumahan Pamulang Permai 1 merasa pertemuan tersebut seharusnya menjadi momentum penting untuk mengambil keputusan final.
“Kami datang ingin bertemu langsung dengan Kadishub dan meminta pembatalan gate parkir berbayar. Tapi yang bersangkutan tidak hadir,” ungkap Gus Amos di hadapan peserta rapat sebelum akhirnya memutuskan walk-out.
Dipertemukan dengan phak swasta, warga keberatan.
Situasi semakin memanas ketika warga dipertemukan dengan pihak swasta pemenang lelang pengelolaan gate parkir berbayar. Gus Amos secara tegas menyatakan bahwa warga tidak memiliki kepentingan maupun urusan dengan pihak perusahaan tersebut.
“Tidak ada kepentingan kami dengan pihak lain. Kami ingin keputusan dari pemerintah, bukan dari pihak swasta,” tegasnya.
Menurut warga, persoalan ini adalah kebijakan pemerintah daerah sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan Dishub sebagai pengambil keputusan.
Tuntutan pembatalan Gate parkir berbayar
Sejak awal, warga Pamulang Permai 1 menolak kebijakan pemasangan Gate parkir berbayar yang dinilai memberatkan dan tidak melalui musyawarah menyeluruh dengan pemilik ruko maupun penghuni perumahan.
Dalam pertemuan tersebut, warga berharap adanya keputusan tegas berupa pembatalan proyek Gate parkir berbayar. Namun karena tidak ada kepastian dan pejabat yang berwenang tidak hadir, warga memilih meninggalkan ruang rapat sebagai bentuk protes.
Ancaman aksi lebih besar di kantor Wali Kota
selain melakukan walk-out.
Gus Amos menyatakan bahwa warga akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar di kantor Wali Kota Tangerang Selatan apabila tuntutan mereka tidak segera direspons.
“Kami akan lakukan aksi lebih besar lagi di Kantor Wali Kota Tangsel,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dishub Tangsel terkait tindak lanjut pertemuan tersebut maupun tuntutan warga. ( Toni )








