Program Miyosmart Goes to School, // PropamNewstv.id -sukses diselenggarakan melalui kolaborasi antara Plaza Optik Indonesia, HOYA Indonesia, dan Global Islamic Boarding School. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, sejak 10–12 November, dengan tujuan meningkatkan kesadaran kesehatan mata di lingkungan sekolah serta mendorong deteksi dini gangguan penglihatan pada siswa.
Rangkaian program dirancang secara edukatif dan preventif melalui beberapa kegiatan utama, yaitu Visionary Guardian Training berupa pelatihan pemeriksaan mata dasar bagi guru dan wali kelas, Penyuluhan Kesehatan Mata, serta Screening Kesehatan Mata bagi siswa. Melalui pelatihan tersebut, tenaga pendidik dibekali pemahaman dasar untuk mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan sehingga dapat membantu proses deteksi sejak dini.
Kegiatan penyuluhan kesehatan mata juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman siswa dan tenaga pendidik mengenai kebiasaan visual yang baik, pentingnya menjaga kesehatan penglihatan, serta dampak penggunaan perangkat digital terhadap mata. Sementara itu, screening kesehatan mata dilakukan guna mengidentifikasi kondisi penglihatan siswa sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan potensi gangguan.
Deputy Director GIBS, Muhammad Musta’in, menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program ini. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berjalan sehingga siswa yang memiliki masalah penglihatan dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan tanpa harus menunggu hingga kondisinya semakin parah.
Dari pihak HOYA Indonesia, Nihla Azkiya menjelaskan bahwa lensa Miyosmart merupakan solusi koreksi yang dapat membantu mengurangi laju pertumbuhan minus pada anak. Ia juga menambahkan bahwa lensa tersebut dapat ditemukan di seluruh cabang dan grup Plaza Optik Indonesia sehingga memudahkan masyarakat dalam memperoleh solusi penglihatan yang tepat.
Sementara itu, General Manager Plaza Optik Indonesia, Supria, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kembali kerja sama dengan GIBS dalam agenda pemeriksaan mata. Ia menekankan bahwa penggunaan kacamata tidak harus menunggu munculnya gejala miopia, melainkan dapat dimulai sebagai langkah preventif, termasuk penggunaan kacamata antiradiasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari yang banyak melibatkan perangkat digital.
Melalui program Miyosmart Goes to School, seluruh pihak berharap dapat terus memperluas edukasi kesehatan mata serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan sejak usia sekolah. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri optik ini diharapkan mampu mendukung terciptanya generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan dengan penglihatan yang optimal.








