Bogor, // PropamNewstv.id – Sebuah tebing penahan tanah di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, retak beberapa hari yang lalu. Retakan disebabkan karena tebing diguyur hujan deras dalam waktu yang lama.
“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan tebing penahan tanah (TPT) jalan lingkungan mengalami retakan tebingan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Sabtu (31/1/2026).
Petugas BPBD kemudian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian kemarin. Hasilnya, panjang retakan tebing mencapai 20 meter.
“Dengan panjang retakan tebingan 20 meter, tinggi 15 meter, dan kedalaman retakan 50 cm (sentimeter),” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, Adam mengatakan sebanyak 21 rumah warga di 2 RT terancam retakan tebingan itu.
“Korban terancam di Kampung Muara RT 01 sebanyak 14 rumah dan di RT 2 sebanyak 7 rumah,” jelasnya.
Hingga saat ini, tebing penahan tanah itu belum diperbaiki. Retakan tanah di sekitar tebing juga semakin membesar dan dikhawatirkan membahayakan.
“Dibutuhkan penanganan lanjutan dari instansi terkait, dikhawatirkan terjadi longsor akibat dari retakan di tebingan dan menyumbat aliran anak kali di wilayah tersebut,” pungkasnya. (Red)








