JAKARTA //propamnewstv.id – Kelompok musik asal Jakarta, Efek Rumah Kaca, membikin lagu yang ditujukan untuk aktivis HAM, Munir Said Thalib.
Diberi tajuk “Di Udara,” lagu ini mempunyai daya tahan yang langgeng sekaligus menjumpai para pendengar dalam skala luas.
“Di Udara” adalah salah satu lagu “perlawanan” yang populer di Indonesia.
Bagi vokalis serta gitaris Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, Munir merupakan potret keberanian yang terlihat terang, bahkan ketika kita menemukannya dalam satu ruang yang paling gelap sekalipun.
Cholil tidak pernah mengenal Munir secara personal.
Namun, sepak terjang Munir yang dia dengar lewat pemberitaan media maupun kisah yang menyebar dari mulut ke mulut nyatanya sudah cukup untuk membuatnya kagum, di samping memberi penghormatan yang penuh.
“Andaikata [Munir masih hidup], wah, saya mungkin akan banyak belajar secara langsung. Kalau memang ada kesempatan bertemu,” tutur Cholil, disusul senyum simpul yang keluar dari wajahnya.
Jalan skenario yang tak menempatkan perkenalan dengan Munir sebagai satu titik yang memenuhi bulatan hidupnya tak membikin Cholil menutup kesempatan mengenal Munir dalam bentuk yang lain.
Kematian Munir, pada September 2004, telah mendorong Cholil—dan Efek Rumah Kaca—memberi kesempatan kepada Munir untuk berdiri dengan panggung yang dia kenali betul: musik.
Panggung itu membikin sosok Munir mengkristal keras. Mengabadikan Munir dan Perlawanan dalam Musik”








