Mayat tanpa kepala ditemukan di sukabumi dua warga syok

- Reporter

Senin, 12 Januari 2026 - 06:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, // PropamNewstv.id – Suasana Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar pada Kamis (8/1/2026) malam.

Di balik kehebohan penemuan mayat tanpa kepala yang tersangkut di aliran sungai, terdapat kisah mencekam dari dua warga yang pertama kali menemukannya.

DetikJabar berhasil menemui kedua saksi mata tersebut, Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43), di kediaman mereka, Jumat (9/1/2026). Duduk di atas anyaman bambu rumah panggungnya, wajah keduanya masih menyiratkan rasa syok usai kejadian horor yang mereka alami semalam

Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB, Ikoh dan Saepul berangkat menembus gelapnya malam. Tujuan mereka sederhana, ngobor atau mencari ikan menggunakan obor sebagai penerangan, sekaligus memeriksa lahan garapan padi yang sebentar lagi panen.

Langkah kaki membawa mereka menuruni area Curug Darismin yang dikenal terjal. Warga setempat menyebut area itu “Kebun Awi” (kebun bambu), sebuah lokasi yang jarang dijamah manusia, bahkan oleh Ikoh sendiri yang mengaku sudah berbulan-bulan tidak menjejakkan kaki di sana

“Lokasinya susah turunnya, terjal, jurang kebun bambu,” kenang Ikoh.

Setibanya di aliran sungai, cahaya lampu obor mereka menangkap pemandangan yang awalnya menggembirakan. Ikan-ikan terlihat berkumpul di satu titik. Ada ikan hitam, ada kepiting sawah, semuanya tampak mengerubungi sebuah objek besar yang tersangkut di air.

Dikira Anak Sapi atau Domba

Saepul, yang posisinya berada di depan, awalnya mengira objek yang dikerubungi ikan itu adalah bangkai hewan ternak yang hanyut. Dalam remang malam, kulit mayat yang sudah mulai rusak terlihat samar seperti berbulu.

“Aduh, ini anak sapi atau domba? Kok sudah berbulu,” ujar Ikoh menirukan percakapannya dengan Saepul malam itu.

Namun, saat Saepul mendekat dan menyorotkan lampu lebih jelas, jantungnya serasa berhenti berdetak.

Ia melihat tumit dan betis. Keraguan Saepul sirna saat ia menghitung jumlah jari pada objek tersebut.

“Pas dilihat, eh ternyata manusia. Terlihat mata kaki. Pas dihitung jarinya ada lima. Ah, kalau domba atau sapi kan kakinya beda, ini ada tumitnya,” cerita Saepul dengan nada bergidik.

Kenyataan pahit seketika menghantam mereka, ikan-ikan yang sejak tadi mereka tangkap dengan suka cita, ternyata sedang memakan daging jenazah tersebut

Posisi mayat itu tertelungkup, mengambang di air, dan dikerubungi biota sungai karena bau amis darah, meski belum tercium bau bangkai yang menyengat.

Rasa mual dan ngeri seketika menyergap. Tanpa pikir panjang, Saepul dan Ikoh langsung membuang kembali seluruh ikan yang sudah mereka masukkan ke dalam kaneron (tas tradisional).

“Ngeri lihat kondisinya. Dilepaskan lagi ikannya, dibuang semua,” kata Ikoh.

Kondisi Mengenaskan

Menurut kesaksian Ikoh, kondisi mayat tersebut sangat memprihatinkan. Selain tanpa kepala, bagian kulit tubuhnya sudah mengelupas. Yang lebih mengerikan, tulang betis bagian kanan jenazah tersebut terlihat patah hingga tulangnya mencuat keluar.

“Betis kanan patah, tulang kecilnya melesat keluar. Entah dimakan biawak atau bagaimana, yang jelas sudah terpisah,” ungkap Ikoh.

Temuan ini lantas membuat mereka bergegas naik kembali dari jurang sungai, membatalkan niat mencari ikan, dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan aparat desa.

Kini, misteri siapa sosok mayat tanpa kepala di Kebun Awi itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. (Red)

Berita Terkait

Sambut 1 Ramadan 1447 H: Saatnya Wartawan dan Aktivis Meneguhkan Etika, Merawat Umat
Desni Sri Mulyantari, “Srie Bintang” Penari Jaipong yang Bersinar di Milangkala FKPPAI ke-25
Peresmian Kantor Redaksi dan Kantor Biro Jasa Di Resmikan
TMMD Kodim 1205/Sintang Wujudkan Akses Air Bersih demi Kesejahteraan Warga
Polsek Limbangan Amankan Dua Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor R2 
Gotong Royong Warga Selangkut Raya Bersama Satgas TMMD Reguler Ke-127 Kodim 1203/Ketapang, Wujud Nyata Sinergi Bangun Desa
Dekatkan Pelayanan Dasar, Gubernur Andra Soni Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Serang
Tingkatkan Pelayanan Publik, Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gelar Gatur Lalin dan Pembenahan Mako

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 14:48

Sambut 1 Ramadan 1447 H: Saatnya Wartawan dan Aktivis Meneguhkan Etika, Merawat Umat

Senin, 16 Februari 2026 - 13:04

Desni Sri Mulyantari, “Srie Bintang” Penari Jaipong yang Bersinar di Milangkala FKPPAI ke-25

Senin, 16 Februari 2026 - 12:58

Peresmian Kantor Redaksi dan Kantor Biro Jasa Di Resmikan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:55

TMMD Kodim 1205/Sintang Wujudkan Akses Air Bersih demi Kesejahteraan Warga

Senin, 16 Februari 2026 - 11:10

Polsek Limbangan Amankan Dua Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor R2 

Senin, 16 Februari 2026 - 10:59

Dekatkan Pelayanan Dasar, Gubernur Andra Soni Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Serang

Senin, 16 Februari 2026 - 10:10

Tingkatkan Pelayanan Publik, Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gelar Gatur Lalin dan Pembenahan Mako

Senin, 16 Februari 2026 - 09:15

Kabupaten Bandung Jadi Tuan Rumah Istighotsah GP Ansor, Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Jaga Keutuhan NKRI

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x