AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional, Trump Sebut “Tumpang Tindih dan Boros”

- Reporter

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amerika Serikat, // PropamNewstv.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Rabu (7/1) untuk menghentikan dukungan AS terhadap 66 organisasi, badan, dan komisi internasional, termasuk sejumlah lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kebijakan ini menegaskan langkah AS semakin menjauh dari kerja sama global.

Associated Press pada Kamis (8/1) melaporkan, Gedung Putih mengambil keputusan tersebut setelah peninjauan menyeluruh atas partisipasi dan pendanaan AS terhadap organisasi internasional. Banyak lembaga yang terdampak bergerak di bidang perubahan iklim, ketenagakerjaan, migrasi, dan isu sosial, yang oleh pemerintahan Trump dinilai mendorong agenda “woke”.

Istilah “woke” digunakan kubu Trump untuk merujuk pada kebijakan atau gerakan yang menekankan keadilan sosial, kesetaraan gender, hak minoritas, dan isu lingkungan, yang dianggap terlalu progresif dan bertentangan dengan nilai konservatif serta kepentingan nasional AS.

“Institusi-institusi ini kami nilai tumpang tindih, salah kelola, boros, dan telah disusupi kepentingan yang mengancam kedaulatan serta kemakmuran AS,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pernyataannya.

Beberapa lembaga PBB yang terdampak antara lain UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim), UNFPA (Dana Kependudukan PBB), serta sejumlah komisi dan badan penasihat PBB di bidang HAM, ketenagakerjaan, dan pembangunan.

Selain itu, AS juga menarik diri dari organisasi non-PBB seperti International Institute for Democracy and Electoral Assistance (lembaga bantuan demokrasi internasional) dan Global Counterterrorism Forum (forum kerja sama kontra-terorisme global).

Penarikan diri ini terjadi di tengah kebijakan luar negeri agresif pemerintahan Trump, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dan sinyal keinginan AS mengambil alih Greenland. Pada hari yang sama, AS juga menyita dua kapal tanker minyak terkait Venezuela yang tengah dikenai sanksi.

Langkah Trump melanjutkan pola kebijakan sebelumnya, di mana AS telah menghentikan dukungan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina), Dewan HAM PBB, dan UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB).

Pengamat menilai kebijakan ini sebagai perubahan besar dalam sikap AS terhadap multilateralisme. “Pendekatan yang muncul adalah ‘cara kami atau tidak sama sekali’,” kata Daniel Forti dari International Crisis Group.

Para pakar iklim, seperti diberitakan AP News, memperingatkan keluarnya AS dari kerja sama iklim global berpotensi melemahkan upaya menekan emisi gas rumah kaca. AS merupakan salah satu “donatur” emisi terbesar dunia, sehingga perannya dinilai krusial dalam menghadapi krisis iklim.

(Awan)

Berita Terkait

Arab Desak AS Batalkan Serangan ke Iran Demi Cegah Potensi Perang Kawasan
Trump Ancam Tarif 25% bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
Protes diIran berlanjut Korban Tewas Capai 554 Jiwa
China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja
Kuba Tak Gentar dengan Ancaman Trump, Siap Membela Kedaulatannya
Soal Presiden Venezuela yang Ditangkap AS, Dosen Hukum: Langgar Hukum Internasional!
Venezuela dan AS Bahas Pembukaan Kembali Hubungan Diplomatik
Cina Kecam Penangkapan Maduro oleh AS

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:04

GARUDA CALLING ! Nonton Bareng Timnas Indonesia vs Bulgaria di Polres Cianjur

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:43

Penemuan Jenazah Seorang Warga di Kelurahan Hikun, Diduga Meninggal Karena Sakit

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:40

Satgas Pangan Polda Kalsel Turun ke Pasar Antasari, Harga Cabai Rawit Masih Diatas HET

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:31

Perkuat Kedisiplinan, Subden C Detasemen Perintis Laksanakan Kurve Kebersihan Mako Cikeas

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:24

Hadir di Tengah Malam, Personel Baharkam Polri Pastikan Warga Pangadegan Tidur Nyenyak dan Aman

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:14

Darurat Obat Keras di Indramayu, PWDPI Dorong Penindakan Tegas Lewat Audiensi dengan Aparat dan Pemerintah”

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:28

Ambin Demokrasi) Anang Syakhfiani, Perjuangan Menuntut Keadilan Oleh: Noorhalis Majid

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:24

𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗦𝗮𝘆𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗶𝗻 𝗟𝗼𝗴𝗼 𝗠𝗧𝗤 𝗥𝗶𝗮𝘂 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗮𝗵 𝗥𝗽𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x