Thailand Ngamuk ke Kamboja, Provinsi Dibombardir Mortir

- Reporter

Selasa, 6 Januari 2026 - 05:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // PropamNewstv.id – Thailand dan Kamboja kembali memanas, Selasa (6/1/2026). Tentara Thailand mengatakan pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama 10 hari dengan membombardir mortir ke provinsi perbatasannya Ubon Ratchathani .

Aksi itu melukai seorang tentaranya. Ia terluka akibat pecahan peluru dan sedang dievakuasi untuk perawatan medis.

“Kamboja telah melanggar gencatan senjata pada Selasa pagi,” tegas tentara Thailand dalam sebuah pernyataan, dikutipAFP.

Konflik telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara Asia Tenggara ini. Meski sudah berupaya didamaikan Oktober, pertempuran kembali pecah Desember.

Saling serang telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak. Kedua negara pun menyepakati kembali gencatan senjata baru pada 27 Desember.

Sementara itu, Kamboja belum bersuara atas laporan itu. Juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata, menolak berkomentar.

Konflik berkepanjangan antara kedua negara berakar dari perselisihan mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer (km) yang berasal dari era kolonial. Di mana kedua belah pihak mengklaim wilayah dan reruntuhan kuil berusia berabad-abad.

Di bawah gencatan senjata Desember, Kamboja dan Thailand berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka. Bangkok juga setuju untuk membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli ketika bentrokan perbatasan yang mematikan pada bulan itu menewaskan puluhan orang.

Thailand membebaskan tentara Kamboja pada 31 Desember, dengan kementerian luar negerinya mengatakan pembebasan mereka adalah “demonstrasi niat baik dan pembangunan kepercayaan”. Phnom Penh mengatakan pekan lalu bahwa mereka tetap “berharap” bahwa pembebasan mereka akan “secara signifikan berkontribusi pada pembangunan kepercayaan bersama”. (Red_Ar)

Berita Terkait

Arab Desak AS Batalkan Serangan ke Iran Demi Cegah Potensi Perang Kawasan
Trump Ancam Tarif 25% bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
Protes diIran berlanjut Korban Tewas Capai 554 Jiwa
China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja
Kuba Tak Gentar dengan Ancaman Trump, Siap Membela Kedaulatannya
Venezuela dan AS Bahas Pembukaan Kembali Hubungan Diplomatik
Cina Kecam Penangkapan Maduro oleh AS
Iran Tegaskan Tidak Akan Memberi Toleransi kepada Perusuh

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 05:01

Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe

Senin, 28 September 2026 - 03:16

Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Minggu, 27 September 2026 - 15:12

GEMPAR! BANTUAN BERAS BULOG DIDUGA SALAH SASARAN: WARGA MISKIN & LANSIA DI LADANG PANJANG KESULITAN HIDUP!

Minggu, 27 September 2026 - 12:12

Perkuat kemitraan sinergitas,direktur propam news tv gelar audiensi dengan polres aceh utara

Sabtu, 26 September 2026 - 15:32

Polres Tabalong Bersama BPBD Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:30

SINERGITAS FORKOPIMCAM HALONG BERSAMA PT JHONLIN BARATAMA DAN SELURUH ELEMEN SALURKAN AIR BERSIH BAGI WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN

Sabtu, 26 September 2026 - 14:06

Catatan Konferensi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan – KBB) KBB; Gerakan Rakyat Perwujudan Demokrasi

Sabtu, 26 September 2026 - 14:00

Bersama Partai Umat dan Rumah Zakat, Satlantas Polres Batola Aksi Kemanusiaan Bagi Masker di Depan Pos Simpang 4 Handil Bakti

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x