๐——๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐—ž๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—”๐—ธ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฃ๐—˜๐—ง๐—œ ๐—ฃ๐—ถ๐—ฐ๐˜‚ ๐—•๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฅ๐—ถ๐—ฎ๐˜‚, ๐—›๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—š๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต.

- Reporter

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN SINGINGI,RIAU/Propamnewstv.id โ€“ Intensitas curah hujan yang rendah kini sudah cukup untuk merendam Desa Tanjung Medang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Bencana banjir yang kian sering terjadi di beberapa titik di Kuantan Singingi (Kuansing) diduga kuat merupakan dampak langsung dari kerusakan ekosistem akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak hutan, tanah, serta menyebabkan pendangkalan alur sungai di wilayah tersebut.

โ€‹Dampak Kerusakan Lingkungan
โ€‹Aktivitas penambangan ilegal baik didarat ataupun disungai menggunakan mesin dompeng atau yang menggunakan alat berat telah mengubah bentang alam di Kuansing secara drastis. Limbah sedimen dan lumpur sisa pencucian emas dibuang langsung ke badan sungai, yang mengakibatkan dasar sungai meninggi (sedimentasi).

Kondisi ini diperparah dengan hilangnya vegetasi hutan baik didarat ataupun di sepanjang bantaran sungai yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air.

โ€‹”Dulu hujan seharian baru air naik. Sekarang, hujan sebentar saja jalan dan halaman rumah kami sudah terendam. Sungai sudah dangkal karena dipenuhi lumpur tambang, alurnya pun sudah hancur tidak beraturan,” ujar Ardi (42), salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi, Kamis (19/3/2026).

โ€‹Dilema Penegakan Hukum dan Lingkungan
โ€‹Menanggapi keluhan masyarakat, Pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan dan Kecamatan Lainnya di Kuansing juga mengakui bahwa kerusakan lingkungan akibat PETI telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Selain ancaman banjir bandang, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dalam aktivitas tambang juga mulai mengancam kualitas air yang menjadi sumber kehidupan warga untuk Mandi,mencuci, mencari ikan bahkan di beberapa titik masih dikosumsi.

โ€‹Pemerintahan Kuansing melalui Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan bahwa koordinasi dengan pihak kepolisian terus dilakukan untuk menertibkan aktivitas ilegal tersebut.

“Kami memahami keresahan warga. Kerusakan alur sungai ini nyata dan menjadi penyebab utama banjir. Kami terus menghimbau pelaku untuk berhenti karena dampaknya tidak hanya merusak alam, tapi juga menciptakan konflik sosial dan kesehatan akibat merkuri,” Tegasnya di beberapa pertemuan kepada awak Media.

Kemudian Seorang warga Kuantan Mudik yang juga merasa prihatin terhadap kondisi ini menyebutkan bahwa, “Solusi terbaik dalam memberantas PETI di Kuansing adalah Aparat Penegak Hukum harus menindak tegas dengan Menangkap Para Pelaku,sehingga ada efek jera bagi yang Lain. Namun yang terlihat sampai saat ini hanya tindakan-tindakan kecil seperti aksi bakar-bakar rakit dompeng, setelah dibakar rakit akhirnya dibuat kembali oleh pelaku”,Ujar nya.

โ€‹Hingga berita ini diturunkan, luas lahan produktif yang rusak akibat PETI di wilayah Kuansing Riau diperkirakan terus bertambah. Selain kerugian materiil akibat banjir, warga juga mengkhawatirkan potensi banjir bandang yang lebih besar jika tidak ada normalisasi sungai dan reboisasi hutan dalam waktu dekat.**

cd/Red

Berita Terkait

Paskas Entikong Salurkan Air Bersih untuk Masyarakat, Perkuat Kolaborasi Sosial Bersama Karang Taruna dan Remaja Masjid Istiqamah
Ketua Karang taruna RW 11. Baranang siang indah, kang Boris jadi pelopor dalam memeriah kan HUT RI ke – 81.
Hak Adat Diabaikan, Prosedur Dilanggar โ€” Prianto Kecam Keras Upaya Pengesahan Sepihak di Lahei!*
*Polda Kalsel Resmikan 22 Jembatan Merah Putih Presisi, Bangun Akses Aman bagi Masyarakat*
Wabup Sintang Audiensi ke BNPP RI, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Diduga Curi Buah Sawit, Seorang Pria Berinisial RW Diamankan Polisi
PERHATIAN PUBLIK MENINGKAT LUAS: VIRALNYA PERJUANGAN WARGA NEGARA ASAL DUGAAN S.A.D. RT 23 DESA BUNGKU KLAIM RUANG PENGHIDUPAN SELUAS DUGAAN 1.400 HEKTAR DI JAMBI
*Dukung Program Presiden, 15 Taruna Akpol dan AAL Rampungkan Kegiatan ‘Taruna Bakti’ di Kalsel*

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:36

Kepedulian Polres Hulu Sungai Memberi Bantuan Berupa Tandon Air Bersih Untuk Kebutuhan Masyarakatย 

Sabtu, 26 September 2026 - 13:30

Terus Membersamai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Virgo Transport 8 ๐Ÿค๐Ÿงก

Sabtu, 26 September 2026 - 13:24

BNN RI Musnahkan Barang Bukti 12 Kasus Narkotika, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 21 September 2026 - 16:20

Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615

Jumat, 18 September 2026 - 15:22

Personel Polres Balangan dengan Sigap Datangi Karhutla di Desa Kusambi Hulu

Kamis, 17 September 2026 - 14:30

Polres Batola Panen 2,35 Ton Jagung Pipil di Cerbon, Dukung Swasembada Pangan 2026

Kamis, 17 September 2026 - 14:16

*Polda Banten Peringati Hari Demokrasi Internasional, Dorong Penguatan Hak Asasi dan Nilai Demokrasi*

Kamis, 17 September 2026 - 13:59

295 KK Terbantu, Kodim 1002/HST Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Perumahan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x