Kuansing Riau, // PropamNewstv.id – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penambangan ilegal di Kuansing Riau terbukti merusak ekosistem sungai dan rawa, yang secara langsung mengganggu habitat buaya. Kerusakan ini menyebabkan peningkatan konflik antara buaya dan manusia karena buaya kehilangan tempat mencari makan dan berkembang biak, memaksa mereka bermigrasi ke area pemukiman.
Seorang Tokoh Masyarakat Kuansing inisial (DH) Menanggapi Fenomena ini mengatakan kepada Wartawan PropamNewsTv,
“Buaya ini Muncul Karena Ulah Tangan Manusia Yang merusak habibat mereka dari hulu sampai ke hilir, Mulai dari penambangan emas Ilegal, Limbah perusahaan, Sampah yang dibuang ke sungai dan lain-lain”, ujarnya.
“Beliau Menambahkan dampak kerusakan habitat buaya oleh manusia khususnya aktivitas pertambangan ilegal terhadap populasi buaya itu diantaranya adalah,
● “Hilangnya Habitat dan Sumber Makanan: Penambangan menyebabkan sungai tercemar, tertimbun sedimen, dan hutan mangrove rusak. Hal ini mengakibatkan ketersediaan pakan alami buaya berkurang drastis, sehingga buaya menjadi lapar dan agresif”.
● “Pencemaran Limbah Beracun: PETI sering menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri (raksa) untuk memisahkan emas, yang mencemari air dan tanah, membahayakan ekosistem sungai secara keseluruhan.
● “Kerusakan Lingkungan Jangka Panjang: Aktivitas tambang ilegal menyebabkan degradasi lingkungan serius, termasuk erosi dan rusaknya vegetasi sungai yang menjadi tempat bertelur buaya”. Tegasnya kepada PropamNewsTv.
Mendengar Uraian pak DH, maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi benar-benar ulah tangan manusia itu sendiri diantaranya melalui altivitas Tambang Emas Ilegal.
Masyarakat yang masih waras dan peduli Lingkungan Pasti berharap, APH tidak tebang pilih dalam memberantas PETI di Kuansing, APH harus segera memberantas PETI di Kuansing baik yang didarat ataupun yang disungai, Sebelum kerusakan semakin Meluas.
-CDA








