Kuansing Riau, // PropamNewstv.id – Sebagai penikmat sekaligus penulis Cerpen Drama Klosal Cina di Media Online, Yudi Hendra selalu terpikat oleh bagaimana legenda, kehormatan, dan kekuatan batin berpadu dalam sebuah simfoni cerita. Hal inilah yang menjadi fondasi utama dalam lahirnya cerpen di PropamNewsTv dengan Judul “Ahli Kultivasi dari Suku Naga”. Ujarnya.
โDunia kultivasi dalam cerita ini bukan sekadar tentang mengejar kekuatan fisik semata. Lebih dari itu, saya ingin mengajak pembaca menyelami filosofi tentang jati diri, pengorbanan, dan warisan darah Naga yang luhur di tengah hiruk-pikuk konflik kolosal yang megah.
Melalui karakter utama, kita akan melihat bahwa kekuatan terbesar tidak selalu terletak pada teknik pedang atau energi batin, melainkan pada keteguhan hati dalam memegang prinsip.
โSaya menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat saya harapkan demi perbaikan karya-karya saya di masa mendatang.
๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐๐ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐๐ฎ๐ต ๐ก๐๐ฎ ๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ ๐ ๐ฒ๐ป๐ถ๐ธ๐บ๐ฎ๐๐ถ:
Di hamparan Pegunungan Langit Biru, di mana awan menari di sela-sela puncak yang tajam, berdirilah Sekte Naga Langit. Selama ribuan tahun, mereka adalah penjaga gerbang antara alam manusia dan dimensi gelap.
โIni adalah kisah tentang Yudi Chen, seorang murid luar yang dianggap “cacat” karena sirkulasi qi-nya yang lambat, namun takdir memilihnya untuk menulis ulang sejarah.
โBangkitnya Kegelapan: Gerhana Seribu Tahun
โSejarah mencatat bahwa pada tahun Naga Logam, langit tiba-tiba memerah. Sekte Iblis Pemakan Jiwa melancarkan serangan besar-besaran saat seluruh tetua Sekte Naga sedang berada dalam meditasi mendalam.
โTanpa pemimpin, murid-murid sekte kocar-kacir. Satu per satu benteng pertahanan runtuh. Di tengah api yang melahap perpustakaan kitab suci, Yudi Chen berdiri sendirian menjaga gerbang Aula Leluhur.
โPertarungan di Puncak Salju
โyudi Chen tidak memiliki teknik pedang yang megah, namun ia memiliki satu hal:
Keteguhan Hati Baja. Saat jenderal iblis, Mo Wang, mengayunkan gada raksasanya, Yudi Chen merapalkan Jurus terlarang yang ia temukan di reruntuhan perpustakaan.
โ”Jiwa naga bukan berada pada aliran darah, melainkan pada kehendak untuk tidak pernah menyerah.”
โTransformasi: Teknik Napas Naga Sejati
โDalam detik-detik kritis, tubuh Yudi Chen mulai memancarkan cahaya keemasan. Ia tidak lagi mencoba mengalirkan qi melalui meridiannya yang rusak, melainkan menyerap energi alam semesta secara langsung.
โLangkah Pertama: Debu di sekitarnya membentuk lingkaran pelindung.
โLangkah Kedua: Suhu udara turun drastis, membekukan api yang membakar sekte.
โLangkah Ketiga: Raungan naga terdengar dari dalam dadanya, menggetarkan seluruh gunung.
โDengan satu tusukan jari yang sederhana namun mengandung energi murni, Yudi Chen menembus perisai kegelapan Mo Wang. Ledakan energi suci menyapu bersih kabut hitam yang menyelimuti sekte tersebut.
โWarisan Sang Pahlawan
โMeskipun Yudi Chen berhasil mengusir para iblis, ia kehilangan seluruh basis kultivasinya karena menggunakan teknik terlarang tersebut. Namun, pengorbanannya tidak sia-sia. Para tetua yang tersadar memberikan penghormatan tertinggi padanya.
โ
Bersambung…
YUDI HENDRA








