Foto:Pertamina 64.755.10
KALBAR //propamnewstv.id/– Antrean panjang kendaraan di SPBU kawasan perbatasan Entikong kembali dikeluhkan warga. Seorang warga mengaku harus mengantre berjam-jam untuk membeli Pertalite, meski hanya mengisi sekitar sekali seminggu untuk kebutuhan pribadi.
Warga berharap pengelola mempertimbangkan pemisahan jalur bagi pembeli untuk kebutuhan pribadi dan pihak yang membeli BBM untuk dijual kembali.
Menanggapi keluhan tersebut, Jono selaku penanggung jawab urusan SPBU Entikong menjelaskan bahwa SPBU memiliki tiga titik pelayanan, yakni satu untuk solar, satu untuk Pertalite, dan satu untuk Pertamax. Karena itu, pengisian Pertalite hanya dilayani di titik yang tersedia.

“Seharusnya yang bersangkutan menemui saya di SPBU. Saya akan jelaskan kenapa hanya satu tempat saja yang antre isi minyak Pertalite,” ujar Jono.
Menurutnya,jika ada perubahan sistem pelayanan harus diajukan terlebih dahulu kepada Pertamina. Ia juga menegaskan seluruh kendaraan menggunakan sistem barcode.

“Semua antre murni pakai barcode. Kami tidak bisa menyalahkan atau melarang mereka,” jelasnya.
Jono mengatakan pihak SPBU tetap membantu masyarakat dengan kebutuhan mendesak, seperti petugas yang hendak berdinas ke luar kota, selama alasannya disampaikan langsung dan memang diperlukan dan jika ada mobil sedang membawa orang sakit
Jika stok tersedia, pelayanan berlangsung pukul 06.30 hingga 17.00 WIB. Konsumen tidak hanya berasal dari kecamatan Entikong saja, tetapi dari luar kecamatan Entikong juga banyak yang antri sehingga antrean kerap memanjang.
Pengelola berharap masyarakat memahami keterbatasan fasilitas dan menyampaikan keluhan secara langsung. Kondisi ini juga dinilai perlu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan BBM di kawasan perbatasan lebih tertib, transparan, dan adil.
Tim//red


