Garut //propamnewstv.id – Di tengah tekanan ekonomi yang semakin terasa, seorang warga RT 01 RW 06 Desa Ciela Tonggoh, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, berupaya bertahan dengan menjalankan usaha penjualan sembako sekaligus jasa rental mobil.

Usaha tersebut dikelola oleh Dadan (51), seorang kepala keluarga dengan dua orang anak. Dari rumah sederhana, ia mengandalkan usaha kecil itu untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi usaha yang dijalaninya mengalami penurunan. Jika sebelumnya penghasilan bisa mencapai lebih dari Rp1 juta, kini Dadan mengaku pendapatannya merosot hingga sekitar Rp500 ribu.
Kondisi tersebut turut diperparah dengan minimnya penyewaan mobil pikap yang dimilikinya. Saat ini, mobil pikap tersebut jarang disewa, sehingga Dadan kerap kelabakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan kendaraan setiap bulannya.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, Dadan menyampaikan harapannya agar pemerintah setempat dapat memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil yang tengah berjuang di tengah keterbatasan. Ia juga berharap adanya arahan yang jelas terkait mekanisme atau jalur yang harus ditempuh masyarakat apabila ingin mengajukan bantuan atau pendampingan usaha.
“Kalau memang ada arahan, kami ingin tahu harus melalui apa atau ke mana kami harus mengajukan bantuan,” ujarnya.
Dadan berharap, dengan adanya perhatian dan pembinaan dari pemerintah, usaha kecil yang dijalaninya dapat kembali berjalan stabil dan menjadi penopang ekonomi keluarga.
(Misbah / Garut)








