Wabah Virus Nipah di India, Negara-Negara Asia Perketat Pengawasan Kesehatan

- Reporter

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

India, // PropamNewstv.id – Seperti di zaman pandemi Covid-19, sejumlah bandara di Asia memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan. Pemeriksaan kesehatan seperti ini diterapkan setelah wabah Virus Nipah melanda India.

Sebelumnya, tercatat lima kasus virus Nipah yang telah dikonfirmasi di Benggala Barat India. Mendengar kabar ini, beberapa negara langsung telah meningkatkan upaya pencegahan, termasuk Thailand, Nepal dan Taiwan, seperti dilansir Independent.

Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu berasal dari hewan dan menyerang manusia. Penyebaran utamanya berasal dari babi dan kelelawar yang terinfeksi. Virus ini juga dapat ditularkan karena kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang terpapar.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) telah menggambarkan Virus Nipah sebagai patogen prioritas (sangat mematikan) karena potensinya untuk memicu epidemi, yaitu wabah yang cepat menyebar luas. Virus Nipah adalah virus yang mematikan, tingkat kematiannya mencapai 40 sampai 75 persen.

Gejala awal dari penyakit ini mirip flu, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah-muntah, dan sakit tenggorokan. Gejala dinyatakan semakin serius ketika pasien mengalami pusing dan kantuk berlebihan, perubahan kesadaran (linglung), pneumonia atipikal, dan masalah pernapasan.

Beberapa yang terinfeksi bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lainnya mungkin mengalami gangguan pernapasan akut. Jika kasusnya sudah parah, Nipah bisa fatal dan menyebabkan peradangan otak.

Kondisi saat ini di negara bagian India, Benggala Barat, sebanyak 100 pasien sudah dikarantina setelah Virus Nipah terdeteksi di rumah sakit.

Sebelumnya, dua kasus pertama dikonfirmasi menyerang perawat pria dan wanita di rumah sakit tersebut. Setelah itu, seorang dokter, perawat, dan anggota staf lainnya positif terkena Nipah.

Sementara itu di Thailand, Kementerian Kesehatan di sana telah meningkatkan pemeriksaan kesehatan di sejumlah bandara besar.

Khususnya bagi penumpang yang tiba dari Benggala Barat. Teknis pemeriksaannya sama seperti gaya pemeriksaan di era pandemi Covid-19.

Penumpang yang tiba di Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang dan Phuket masih dipantau apakah menunjukkan gejala dari Virus Nipah. Selain itu, kartu kesehatan “waspada” (Health Alert Card) juga dikeluarkan sebagai panduan untuk para wisatawan terkait apa yang harus dilakukan apabila mereka jatuh sakit.

Di Bandara Internasional Phuket, para pejabat bandara meningkatkan pembersihan dan kesiapan pengendalian penyakit sebagai bentuk tindakan pencegahan. Meskipun begitu, publik tetap merasa resah akan potensi masuknya Virus Nipah ke Thailand.

Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, pada hari Senin (26/1), Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan bahwa tidak ada kasus Nipah yang tercatat di Thailand. Kendati demikian, tingkat pengawasan dan pemantauan tetap tinggi.

“Di tengah wabah Virus Nipah, mulai 25 Januari Departemen Pengendalian Penyakit Thailand menyaring wisatawan dari Benggala Barat, India, di bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang. Pejabat kesehatan menerapkan langkah-langkah ketat, dan penumpang menunjukkan kerja sama yang sangat baik di pos pemeriksaan,” bunyi keterangan pemerintah Thailand.

Di samping itu, wisatawan yang tiba di Thailand dan mengalami demam tinggi atau menunjukkan gejala indikasi terpapar Nipah, akan dipindahkan ke fasilitas karantina. Tak hanya itu, Departemen Taman Umum dan Satwa Liar telah meminta tempat wisata alam untuk lebih ketat menjaga areanya.

Wisatawan juga didesak untuk mengikuti aturan agar jangan berburu hewan (khususnya kelelawar dan babi hutan), jangan mencari makan sembarangan di alam liar, dan jangan makan hasil hutan sembarangan.

Beralih ke Nepal yang saat ini sedang dalam kondisi “Siaga”. Pemerintah setempat mengintensifkan pemeriksaan kesehatan di sejumlah tempat demi mencegah masuknya virus Nipah ke Nepal. Ini termasuk Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu dan jalur darat di perbatasan India-Nepal.

Pos kesehatan disiapkan untuk memindai gejala pada wisatawan. Rumah sakit pun diinstruksikan untuk selalu melapor apabila ada kasus yang mencurigakan.

Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan, Prakash Budhathoki, menjelaskan bahwa beberapa langkah telah diterapkan untuk mencegah penyebaran Virus Nipah. Salah satunya adalah dengan penyaringan tiap individu yang tiba di Nepal melalui Bandara Internasional Tribhuvan (TIA) dan titik perbatasan India-Nepal.

“Kami telah secara khusus mengintensifkan pengawasan di titik perbatasan Provinsi Koshi. Pemeriksaan kesehatan juga telah diperintahkan untuk orang-orang yang memasuki Nepal melalui penyeberangan perbatasan lainnya,” jelas Budhathoki.

Ini bukan pertama kalinya Virus Nipah muncul di dunia. Wabah ini pernah terjadi di masa lalu dan menyerang Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, serta Singapura. Kasus tertingginya tercatat di Bangladesh, yaitu total 341 kasus dengan 241 kematian.

(Sumber : CNN)

Berita Terkait

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”
Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.
SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER
Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai
Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong
Kemarau Melanda, Air Bersih Mengalir: Polsek Haruai Gandeng PT Jhonlin Baratama Salurkan 15 Ribu Liter Air untuk Warga Kembang Kuning
Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe
Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:56

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”

Senin, 28 September 2026 - 16:40

Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.

Senin, 28 September 2026 - 14:54

SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER

Senin, 28 September 2026 - 14:42

Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai

Senin, 28 September 2026 - 14:28

Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong

Senin, 28 September 2026 - 05:01

Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe

Senin, 28 September 2026 - 03:16

Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Minggu, 27 September 2026 - 15:12

GEMPAR! BANTUAN BERAS BULOG DIDUGA SALAH SASARAN: WARGA MISKIN & LANSIA DI LADANG PANJANG KESULITAN HIDUP!

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x