Tim Kuasa Hukum Terdakwa Agnes dan Cavel , Ada yang Dipaksakan dalam Perkara Kliennya

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 00:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Barat//PropamNewsTv.id/– Propamtv. id — Tim Kuasa Hukum TGP Lawyer hadir mendampingi kliennya, Cavel Ferarri dan Agnes Brenda Lee di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat yang berlokasi jalan raya S. Parman, Slipi, Jakarta Barat pada Selasa (31/03/2026) siang.

Kepada awak media, ketua tim pengacara terdakwa, Rudi Situmorang mengatakan, pihaknya menduga kasus yang dialami oleh kliennya tersebut terindikasi di paksakan ( kriminalisasi ) oleh tim penyidik Polres Jakarta Barat dan juga Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) PN Jakarta Barat.

Pihaknya juga merasa adanya ketidakadilan dalam sidang yang digelar Majelis Hakim PN Jakarta Barat, dimana mereka merasakan perlakuan yang tidak adil dan seimbang saat JPU memberikan pertanyaan kepada para saksi yang diberikan waktu lebih leluasa oleh majelis hakim, dibandingkan kesempatan yang diberikan kepada tim kuasa hukum terdakwa.

“Kami menduga perkara klien kami ini dipaksakan, karena bagaimana mungkin kasus penganiayaan ringan yang mana hanya menampar pelapor 1 kali saja dan terlapor masih sehat dan tidak menggangu aktivitas pekerjaan kesehariannya dalam hal ini merupakan unsur dalam penganiayaan ringan yang seharusnya terdakwa tidak perlu ditahan. Namun klien kami tetap harus ditahan ” ucap Rudi Situmorang, SH, ketua tim kuasa hukum TGP Lawyer.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan perkara yang menjerat kliennya tersebut adalah perkara penganiayaan ringan, yang masuk dalam pasal 352 KUHP yang saat ini pada Pasal 471 KUHP Baru dengan ancaman hukumannya hanya enam bulan kurungan.

Dalam proses persidangan yang berlangsung, pihak Majelis Hakim sempat mempertanyakan kepada saksi-saksi yang dihadirkan JPU terkait apakah pernah dilakukannya mediasi oleh kedua belah pihak sebelum perkara tersebut naik kemeja hijau.

Dalam keterangannya, beberapa saksi mengatakan sudah adanya mediasi yang dilakukan, tetapi pihak pelapor dalam hal ini saksi Airin tetap ingin melanjutkan perkara tersebut ke meja hijau dengan alasan yang telah dia paparkan di dalam persidangan.

Diketahui, saat ini terdakwa Agnes Brenda Lee  juga sedang menghadapi gugatan perdata ( kasus perceraian ) dengan tuduhan kliennya tidak mampu mengurus anak-anak.
Menurut Rudi Situmorang, gugatan perkara perdata perceraian tersebut pihaknya menduga ada indikasi perkara sidang pidana yang digelar saat ini bertujuan agar kliennya di penjara agar dalam kasus perdata perceraian yang juga sedang dalam proses sidang agar dapat mempengaruhi posisi kliennya seolah-olah tidak dapat mengurus anak-anaknya yang masih dibawah umur , karena ibu kandung nya sedang di tahan dalam proses pemeriksaan penganiayaan ringan.

“Kami menduga adanya persekongkolan agar klien kami kalah dan akan mempengaruhi putusan pengadilan perdata,  tentunya ada kesan klien kami tidak akan mampu mengurus anak-anak nya yang masih kecil-kecil karena sedang dalam penjara. Nah tugas kami disini adalah agar supaya bagaimana seseorang ibu tidak dapat dipisahkan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil yang hanya gara-gara masalah ringan. Kasihankan nasib anak-anaknya nantinya”, pungkasnya.

Lebih lanjut, Tim Hukum Terdakwa Agnes Brenda Lee mengatakan bahwa, mereka juga akan melakukan segala tindakan hukum yang diperlukan terhadap aparat penegak hukum ( APH ), apabila menemukan kejanggalan dan indikasi perbuatan yang melanggar hukum agar kliennya di penjara. ( Toni )

Berita Terkait

Pemeriksaan Adminitrasi Awal Tingkat Pabanrim Polres Tabalong digelar, Panitia Ikutsertakan Pengawas Internal dan Eksternal
Proyek Pemeliharaan Ruang Camat Gunung Kaler Rp117 Juta Dipertanyakan, CV Putra Daerah Dinilai “Seperti Jagoan
Panglima Dayak Tegas: Jangan Adu Domba Suku dan Agama, Tanah Ini Milik Leluhur Kita Bukan Milik Perusahaan. Perusahaan Hanya Menumpang
Polda Banten Sampaikan Ucapan Hari Kesehatan TNI AU, Perkuat Sinergi dalam Pelayanan Kesehatan
Keluarga Besar PropamNewsTv Riau Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Saat Lebaran Tembus 208 Ton, Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Berangsur Normal
Polres Metro Depok Ungkap Kasus Narkotika dan Musnahkan Barang Bukti 4 Kg Sabu serta 100 Butir Ekstasi
Babinsa Rap Rap Bersama Warga Kejar Target Bangun Jembatan Perintis Garuda

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 01:56

Pemeriksaan Adminitrasi Awal Tingkat Pabanrim Polres Tabalong digelar, Panitia Ikutsertakan Pengawas Internal dan Eksternal

Rabu, 1 April 2026 - 01:50

Proyek Pemeliharaan Ruang Camat Gunung Kaler Rp117 Juta Dipertanyakan, CV Putra Daerah Dinilai “Seperti Jagoan

Rabu, 1 April 2026 - 00:58

Tim Kuasa Hukum Terdakwa Agnes dan Cavel , Ada yang Dipaksakan dalam Perkara Kliennya

Rabu, 1 April 2026 - 00:19

Panglima Dayak Tegas: Jangan Adu Domba Suku dan Agama, Tanah Ini Milik Leluhur Kita Bukan Milik Perusahaan. Perusahaan Hanya Menumpang

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:42

Polda Banten Sampaikan Ucapan Hari Kesehatan TNI AU, Perkuat Sinergi dalam Pelayanan Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:02

Saat Lebaran Tembus 208 Ton, Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Berangsur Normal

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:38

Polres Metro Depok Ungkap Kasus Narkotika dan Musnahkan Barang Bukti 4 Kg Sabu serta 100 Butir Ekstasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:31

Babinsa Rap Rap Bersama Warga Kejar Target Bangun Jembatan Perintis Garuda

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x