PANDEGLANG – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tiang listrik dan tiang telepon roboh di wilayah Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, dalam beberapa hari terakhir.senin (3/3/2026). Hingga kini, tiang listrik dan tiang telepon yang tumbang tersebut dilaporkan belum mendapat penanganan dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun pihak terkait lainnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.
Salah satu petani, Narmin, mengatakan bahwa tiang listrik yang roboh menimpa area persawahannya. Ia mengaku khawatir akan potensi bahaya aliran listrik yang dapat mengancam keselamatan dirinya dan petani lainnya.
“Kami sangat khawatir, takut ada setrum atau korsleting. Ini jelas mengganggu aktivitas kami sebagai petani. Sawah kami juga rusak akibat tertimpa tiang,” ujar Narmin saat diwawancarai awak media di lokasi persawahan.
Menurutnya, keberadaan tiang dan kabel yang tergeletak di area persawahan sangat membahayakan, terlebih saat sawah dalam kondisi tergenang air. Para petani pun merasa was-was setiap kali beraktivitas di lahan mereka.
Narmin berharap pihak PLN segera melakukan perbaikan dan evakuasi tiang yang roboh agar para petani dapat kembali bekerja dengan aman dan tenang. Ia juga meminta adanya pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada aliran listrik aktif yang masih mengalir pada kabel yang menjuntai.
Masyarakat Desa Surianeun turut meminta tindakan nyata dan respons cepat dari pihak terkait sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PLN maupun instansi terkait lainnya. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi.
(Red)








