
KALSEL //propamnewstv.id/ — Banjarmain, Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Asal Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan mulai melakukan pembenahan internal setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru dari Ketua Umum DPP GEPAK, Abraham Ingan.
Langkah awal tersebut ditandai dengan rapat koordinasi yang digelar di Sekretariat GEPAK Kalsel, Kompleks Margasana Asri Nomor 1, Jalan A. Yani, Tatah Amuntai, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (31/10/2026).

Rapat yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu dipimpin Ketua DPW GEPAK Kalsel H. Junaidi, didampingi Wakil Ketua Sugiannoor, S.E., Sekretaris Jenderal Mahlan Kusairi, Bendahara Saleh Makki, Penasihat Hukum/Organisasi Bujino A. Salan, S.H., M.H., serta Ketua ORI Kalsel Drs. H. Sulkan, S.H., M.M. dan sejumlah pengurus lainnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk melakukan inventarisasi organisasi, penataan administrasi serta pemetaan kembali kepengurusan GEPAK di tingkat kabupaten/kota.

Ketua DPW GEPAK Kalsel H. Junaidi menegaskan, pembenahan internal menjadi prioritas sebelum organisasi menjalankan berbagai program di tengah masyarakat.
“Berdasarkan SK kepengurusan yang baru, kepengurusan lama sudah dibekukan. Karena itu, langkah pertama yang kita lakukan adalah pendataan organisasi dan pembenahan internal sebelum organisasi ini benar-benar bergerak dan berjalan,” kata Junaidi.
Menurut dia, sejumlah DPD GEPAK kabupaten/kota saat ini sudah teridentifikasi aktif, di antaranya dari Tapin, Balangan, Barabai dan Tabalong. Perwakilan daerah tersebut sebelumnya turut hadir dalam proses pengambilan atau menyaksikan penyerahan mandat dan SK kepengurusan di Samarinda.
“Untuk DPD yang lain, melalui sekretaris kita akan menata administrasinya kembali. Ini memang menjadi pekerjaan rumah kita untuk menata organisasi ke dalam terlebih dahulu. Semua harus kembali ditata berdasarkan SK kepengurusan yang baru, supaya jelas secara administrasi dan organisasi,” ujarnya.
Junaidi mengatakan, setelah pembenahan internal selesai, GEPAK Kalsel akan membangun komunikasi dan silaturahmi dengan sejumlah pemangku kepentingan di daerah.
Hal itu antara lain dilakukan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan, Kesbanglinmas/Kesbangpol serta Polda Kalsel sebagaimana pihak-pihak yang turut menerima tembusan SK kepengurusan.
“Setelah penataan internal selesai, kita akan bersilaturahmi dengan pejabat dan pihak-pihak yang berwenang di Kalimantan Selatan. Kita ingin membangun komunikasi yang baik agar keberadaan GEPAK dapat memberikan manfaat dan bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat,” kata Junaidi.
Selain pembenahan administrasi, DPW GEPAK Kalsel juga berencana menggelar acara deklarasi kepengurusan baru sebagai penanda dimulainya era baru organisasi tersebut di Kalimantan Selatan.
Junaidi berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat GEPAK di Kalimantan Selatan.
“Kita ingin ceremonial deklarasi ini menjadi momentum untuk membangkitkan GEPAK kembali di Kalimantan Selatan. Ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi bagaimana organisasi ini ke depan bisa bergerak dan memberikan manfaat nyata,” tuturnya.
Ia menambahkan, GEPAK ingin menjadi wadah yang mampu mendorong peningkatan kapasitas anggota, baik dari sisi kemampuan maupun ekonomi.
“Kita ingin seluruh anggota GEPAK bisa berkembang, baik dari segi kemampuan maupun ekonomi. Mudah-mudahan melalui organisasi ini ada jalan dan peluang bagi kita semua untuk maju,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, GEPAK Kalsel akan mendorong pola kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.
Menurut Junaidi, pelantikan kepengurusan baru ditargetkan dapat dilaksanakan pada Desember 2026, dengan rencana waktu sekitar pekan ketiga.
“Kalau tidak ada kendala, pelantikan kita usahakan dilaksanakan pada Desember, kemungkinan sekitar minggu ketiga. Yang penting seluruh persiapan organisasi kita matangkan terlebih dahulu,” katanya.
Ketua ORI Kalsel Drs. H. Sulkan, S.H., M.M. menilai deklarasi memiliki arti penting bagi keberadaan organisasi, terutama untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai kepengurusan GEPAK yang berlaku saat ini. Mantan birokrat senior Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu mengatakan, deklarasi juga menjadi bagian dari penataan organisasi secara terbuka.
“Deklarasi itu penting karena menjadi penanda bahwa kepengurusan organisasi yang dulu sudah tidak ada. Dengan begitu, masyarakat dan pihak-pihak terkait mengetahui secara jelas bahwa telah ada kepengurusan baru,” ujar Sulkan.
Ia juga menekankan pentingnya penataan data organisasi hingga tingkat kabupaten/kota.”Penataan data organisasi juga penting. Itu merupakan bentuk loyalitas dan tertib administrasi dari kabupaten/kota kepada provinsi dalam menjalankan roda organisasi. Kalau datanya tertata, koordinasi dan pembinaan juga akan lebih mudah dilakukan,” katanya.
Makna “Asal” Dinilai Lebih Inklusif
Sementara itu, Penasihat Hukum/Organisasi GEPAK Kalsel Bujino A. Salan, S.H., M.H. menyoroti perubahan nomenklatur dari Gerakan Pemuda Asli Kalimantan menjadi Gerakan Pemuda Asal Kalimantan.
Menurut Bujino, perubahan kata “Asli” menjadi “Asal” yang disetujui dan diapresiasi Ketua Umum GEPAK Abraham Ingan memiliki makna yang lebih luas dan inklusif.
“Perubahan kata ‘Asli’ menjadi ‘Asal’ ini sangat bagus karena maknanya menjadi lebih luas. Selama ini GEPAK sering kali dipersepsikan sebagai organisasi milik orang Dayak karena ada kata ‘Asli’. Dengan perubahan menjadi ‘Asal’, ruangnya menjadi lebih terbuka untuk semua,” jelas Bujino.
Ia menegaskan, istilah “asal Kalimantan” tidak semata-mata berbicara mengenai latar belakang suku, melainkan keterikatan seseorang dengan Kalimantan.
“Siapa pun yang lahir, pernah tinggal, berusaha, atau memiliki keterikatan dengan Kalimantan, bahkan mereka yang merantau ke luar negeri, tetap memiliki ruang untuk bergabung dalam GEPAK dalam konotasi asal Kalimantan. Jadi, GEPAK tidak berbicara soal suku, tetapi kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Bujino, konsep tersebut dapat membuat GEPAK berkembang menjadi organisasi yang lebih besar dan terbuka.
“GEPAK tidak membatasi diri pada satu suku. Semangatnya adalah kebersamaan. Dari kebersamaan itulah kita ingin meningkatkan sumber daya manusia dan mengelola potensi sumber daya alam dengan cara yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menutup rapat koordinasi, H. Junaidi menegaskan bahwa visi GEPAK Kalsel ke depan tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal organisasi.
Ia ingin GEPAK berkembang menjadi wadah kebersamaan yang mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi Kalimantan hingga Indonesia.
“Saya ingin GEPAK ini besar nantinya. Jadi bukan hanya untuk GEPAK, tetapi GEPAK untuk Indonesia. GEPAK untuk Kalimantan, GEPAK untuk Indonesia,” tegasnya.
Junaidi juga mengingatkan agar GEPAK tidak berkembang menjadi organisasi yang eksklusif atau terkotak berdasarkan identitas tertentu.
“Organisasi ini jangan mengelompok pada kelompok tertentu. Kita ingin GEPAK tidak terkontaminasi dengan persoalan suku. Karena itu, gagasan perubahan kata ‘Asli’ menjadi ‘Asal’ menjadi sangat penting. Artinya, siapa pun yang asalnya dari Kalimantan memiliki ruang untuk bersama-sama membangun organisasi ini,” katanya.
Ia berharap paradigma baru tersebut sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, GEPAK ke depan harus mampu membangun kemandirian melalui kegiatan produktif dan usaha yang dapat memberikan manfaat bagi anggotanya.
“Kita ingin membentuk usaha sendiri dan membangun kerja sama dengan siapa pun yang memiliki visi yang sama. Saya berharap tidak ada lagi stigma bahwa organisasi itu hanya datang untuk meminta. Paradigma itu harus kita ubah. Anggota organisasi juga harus mampu berkorban, bekerja, dan membangun sesuatu untuk kepentingan orang banyak,” ujar Junaidi.
Ia mengungkapkan, sejumlah pihak juga mulai menunjukkan ketertarikan untuk berkomunikasi dengan GEPAK. Salah satunya berasal dari lingkungan perguruan tinggi yang membuka peluang komunikasi dan kerja sama.
“Kemarin saat di Samarinda banyak masukan yang kita terima. Ada juga pihak kampus yang ingin bertemu dan berkomunikasi dengan kita. Salah satunya UMNAM, rektornya mengundang kita untuk berdiskusi. Ini tentu menjadi peluang untuk membangun kerja sama, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.
Bagi Junaidi, pendidikan menjadi salah satu fondasi utama untuk mendorong kemajuan masyarakat Kalimantan.
“Orang Kalimantan harus maju dan harus berpikir maju. Untuk bisa maju, salah satu jalannya adalah pendidikan. Karena itu, kita ingin GEPAK ke depan tidak hanya berbicara tentang organisasi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan agenda penataan organisasi, deklarasi, pelantikan serta penguatan jejaring kerja sama, DPW GEPAK Kalsel menargetkan kepengurusan baru dapat segera bergerak secara terstruktur dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.(@dw)
Tim//red


