Sidang Praperadilan PT Sawerigading: Saksi Ungkap Legalitas Perusahaan Hingga Dugaan Upeti ke Oknum Polda Papua

- Reporter

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, // PropamNewstv.id – Pengadilan Negeri (PN) Jayapura Kelas 1A kembali menggelar sidang lanjutan terkait permohonan Praperadilan atas dugaan kasus tambang emas ilegal yang menjerat PT Sawerigading International Group, Jumat (30/1/2026).

Sidang kali ini dihadiri oleh kuasa hukum pemohon, Dr. Anthon Raharusun, S.H., M.H. beserta tim, dengan menghadirkan empat saksi kunci untuk memberikan keterangan di hadapan hakim.

Legalitas dan Dukungan Masyarakat Adat

Dalam persidangan, Kabid Geologi Dinas ESDM Provinsi Papua, Iwan Y. Ayomi, menegaskan bahwa PT Sawerigading International Group merupakan entitas yang patuh administrasi.

“PT Sawerigading benar telah mengantongi rekomendasi usulan penerbitan IUP Eksplorasi dari Pemerintah Provinsi Papua. Hal ini diberikan karena perusahaan telah memenuhi persyaratan teknis untuk melanjutkan proses di Kementerian ESDM,” ujar Iwan dalam kesaksiannya.

Dukungan serupa datang dari masyarakat adat. Markus Stephent Gonay, selaku Koordinator Adat Keerom, menyatakan bahwa kehadiran perusahaan tersebut adalah keinginan masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat Keerom menaruh harapan besar pada investor ini untuk kesejahteraan ekonomi mereka.

Kesaksian Kejanggalan Penangkapan

Dua saksi lainnya, Kristianus Septinus Tekege dan Absalom Wambaliau, memberikan keterangan yang mematahkan tuduhan aktivitas penambangan ilegal. Mereka menyatakan bahwa saat kejadian, aktivitas yang dilakukan hanyalah survei awal, bukan produksi emas.

Saksi Kristianus juga menegaskan bahwa tersangka, Andi Muhammad Irhong, bahkan tidak berada di lokasi saat penggeledahan dan penangkapan terjadi. Lebih lanjut, para saksi mengaku tidak pernah melihat atau diberikan surat penangkapan maupun penahanan resmi oleh pihak kepolisian hingga saat ini.

Dugaan “Iuran Haram” ke Oknum Tipidter Polda Papua

Pernyataan paling mengejutkan datang dari Absalom Wambaliau, pemilik hak ulayat Tanah Adat Senggi. Ia mengungkapkan adanya dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh oknum Tipidter Polda Papua.

Absalom menyebut sering diminta mentransfer sejumlah uang (kurang lebih Rp20 juta) ke rekening atas nama Samuel Jaya Perkasa. Menurut pengakuannya, rekening tersebut sudah menjadi rahasia umum sebagai wadah penampungan “iuran tetap” dari para penambang di Kabupaten Keerom agar terhindar dari penangkapan.

Hal ini sinkron dengan hasil investigasi wartawan Propam News, Meizhel Alfrendi, saat menemui tersangka Andi Muhammad Irhong di Rutan Kelas 2A Abepura, Kamis (29/1).

“Saya ditangkap karena menolak menyetor uang ke rekening tersebut. Kami bukan penambang ilegal, kami sedang survei, jadi saya merasa tidak punya kewajiban untuk membayar iuran haram itu,” ungkap Andi Muhammad Irhong di balik jeruji besi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan penyalahgunaan wewenang dan prosedur penegakan hukum yang dinilai cacat oleh pihak kuasa hukum pemohon.

Poin-Poin Utama Laporan:

Legalitas: ESDM Papua mengonfirmasi PT Sawerigading memiliki rekomendasi IUP Eksplorasi.

Status Aktivitas: Saksi menyatakan tidak ada produksi emas, hanya survei lapangan.

Dugaan Pungli: Muncul nama rekening “Samuel Jaya Perkasa” yang diduga digunakan oknum polisi untuk menerima setoran.

Prosedur: Penangkapan dilakukan tanpa menunjukkan surat tugas/penangkapan kepada saksi dan pemilik hak ulayat.

#Lucky

Berita Terkait

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”
Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.
SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER
Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai
Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong
Kemarau Melanda, Air Bersih Mengalir: Polsek Haruai Gandeng PT Jhonlin Baratama Salurkan 15 Ribu Liter Air untuk Warga Kembang Kuning
Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe
Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:56

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”

Senin, 28 September 2026 - 16:40

Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.

Senin, 28 September 2026 - 14:54

SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER

Senin, 28 September 2026 - 14:42

Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai

Senin, 28 September 2026 - 14:28

Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong

Senin, 28 September 2026 - 05:01

Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe

Senin, 28 September 2026 - 03:16

Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Minggu, 27 September 2026 - 15:12

GEMPAR! BANTUAN BERAS BULOG DIDUGA SALAH SASARAN: WARGA MISKIN & LANSIA DI LADANG PANJANG KESULITAN HIDUP!

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x