“Setelah Venezuela, Trump ingin rebut dan kendalikan Greenland, pulau terbesar di dunia”

- Reporter

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amerika Serikat, // PropamNewstv.id – Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali menyatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland, dengan alasan hal itu akan menguntungkan keamanan negaranya.

Permintaannya telah ditolak oleh para pemimpin pulau tersebut dan oleh Denmark, di mana Greenland merupakan wilayah semi-otonom.

Menanggapi ancaman Trump pada awal 2026, Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens Frederik Nielsen mengatakan: “Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi.

“Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk pembicaraan. Namun, hal ini harus dilakukan melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional.”

Ketika koresponden BBC Fergal Keane mengunjungi pulau tersebut pada 2025, dia sering mendengar kalimat ini: “Greenland milik orang Greenland.

Jadi, Trump boleh berkunjung, tapi itu saja.” Masalah ini menjadi sorotan utama dalam pemilu umum wilayah tersebut pada tahun yang sama.

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Greenland mendukung kemerdekaan dari Denmark, tapi mayoritas besar di antara mereka juga menentang gagasan menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Ketika Trump pertama kali mengusulkan pembelian Greenland pada 2019, banyak warga setempat mengatakan mereka menentang proposal tersebut.

“Ini adalah ide yang sangat berbahaya,” kata Dines Mikaelsen, seorang operator tur.

“Dia memperlakukan kami seperti barang yang bisa dibeli,” kata Aleqa Hammond, perdana menteri perempuan pertama Greenland. (Red)

Berita Terkait

Arab Desak AS Batalkan Serangan ke Iran Demi Cegah Potensi Perang Kawasan
Trump Ancam Tarif 25% bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
Protes diIran berlanjut Korban Tewas Capai 554 Jiwa
China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja
Kuba Tak Gentar dengan Ancaman Trump, Siap Membela Kedaulatannya
Soal Presiden Venezuela yang Ditangkap AS, Dosen Hukum: Langgar Hukum Internasional!
Venezuela dan AS Bahas Pembukaan Kembali Hubungan Diplomatik
Cina Kecam Penangkapan Maduro oleh AS

Berita Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:31

Perkuat Kedisiplinan, Subden C Detasemen Perintis Laksanakan Kurve Kebersihan Mako Cikeas

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:24

Hadir di Tengah Malam, Personel Baharkam Polri Pastikan Warga Pangadegan Tidur Nyenyak dan Aman

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:17

๐——๐—ถ๐˜๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐—ต ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚๐—ต, ๐—ช๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ ๐—ž๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด ๐— ๐˜‚๐—ธ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฅ๐—ถ๐—ฎ๐˜‚.

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:14

Darurat Obat Keras di Indramayu, PWDPI Dorong Penindakan Tegas Lewat Audiensi dengan Aparat dan Pemerintahโ€

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:28

Ambin Demokrasi) Anang Syakhfiani, Perjuangan Menuntut Keadilan Oleh: Noorhalis Majid

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:51

Guna Jaga Harkamtibmas dan Kamseltibcar Lantas, Polres Tabalong Giatkan Patroli Presisi KRYD

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:47

Polres Cianjur Gelar Operasi Gabungan Penertiban Knalpot Tidak Sesuai Standar

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:04

Halalbihalal Antar Kabiro, Pererat Sinergi dan Silaturahmi

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x