Amerika Serikat, // PropamNewstv.id – Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali menyatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland, dengan alasan hal itu akan menguntungkan keamanan negaranya.
Permintaannya telah ditolak oleh para pemimpin pulau tersebut dan oleh Denmark, di mana Greenland merupakan wilayah semi-otonom.
Menanggapi ancaman Trump pada awal 2026, Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens Frederik Nielsen mengatakan: “Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi.
“Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk pembicaraan. Namun, hal ini harus dilakukan melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional.”
Ketika koresponden BBC Fergal Keane mengunjungi pulau tersebut pada 2025, dia sering mendengar kalimat ini: “Greenland milik orang Greenland.
Jadi, Trump boleh berkunjung, tapi itu saja.” Masalah ini menjadi sorotan utama dalam pemilu umum wilayah tersebut pada tahun yang sama.
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Greenland mendukung kemerdekaan dari Denmark, tapi mayoritas besar di antara mereka juga menentang gagasan menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Ketika Trump pertama kali mengusulkan pembelian Greenland pada 2019, banyak warga setempat mengatakan mereka menentang proposal tersebut.
“Ini adalah ide yang sangat berbahaya,” kata Dines Mikaelsen, seorang operator tur.
“Dia memperlakukan kami seperti barang yang bisa dibeli,” kata Aleqa Hammond, perdana menteri perempuan pertama Greenland. (Red)








