KUNINGAN – //propamnewstv.id-Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Uu Kusmana, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kekuatan utama perekonomian daerah yang harus terus diperkuat, salah satunya melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar dan Talk Show Ramadan bertajuk “Cerdas Finansial UMKM Melesat: Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah untuk Pengembangan UMKM” yang digelar di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Kuningan mencapai sekitar 42 ribu unit usaha, yang menjadi potensi besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Jika dikelola dengan baik, sektor ini tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran,” ujar Uu Kusmana.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan pemahaman dalam mengelola keuangan usaha.
“Banyak pelaku usaha yang memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana mengelola keuangan usaha secara sehat, bagaimana mengakses pembiayaan yang tepat, serta bagaimana mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, keuangan syariah dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi pelaku UMKM karena mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan dalam berusaha.
“Prinsip bagi hasil, kejujuran, serta menghindari praktik riba merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan kehidupan masyarakat kita. Karena itu literasi keuangan syariah perlu terus ditingkatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Kuningan Hj. Rini Sujiyanti, S.E., M.M. menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dari kalangan perempuan.
Ia mengatakan, GOW sebagai wadah organisasi perempuan di Kabupaten Kuningan memiliki banyak anggota yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah.
“Di GOW terdapat puluhan organisasi perempuan dengan anggota yang jumlahnya sangat banyak. Sebagian besar juga memiliki kegiatan usaha, sehingga kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha,” ujar Rini Sujiyanti.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan akan membantu pelaku UMKM memahami berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, termasuk akses permodalan, legalitas usaha, hingga pengelolaan keuangan yang lebih baik.
“Jika pelaku UMKM memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan, tentu usaha yang dijalankan akan lebih berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa GOW siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong penguatan UMKM di Kabupaten Kuningan.
“GOW merupakan wadah dari berbagai organisasi perempuan. Karena itu kami siap bersinergi dengan pemerintah maupun berbagai lembaga dalam program pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan UMKM,” ujarnya.
Kegiatan yang diselenggarakan DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Kuningan tersebut juga menghadirkan narasumber Dr. KH. Ahmad Yani, M.A. serta diikuti peserta dari berbagai organisasi dan pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan.
Sekretaris Umum BKPRMI Kuningan Sopian Asep Nugraha menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad BKPRMI ke-50 sekaligus upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat memahami pengelolaan keuangan yang baik serta mengenal produk-produk keuangan syariah sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (T/IKP/DISKOMINFO)
Biro Kuningan
Asep Susanto
Penangung jawab : Uus Rosadi



