Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

- Reporter

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Ketua Umum Pimpinan Pusat

 

BANTEN //propamnewstv.id/–Kamis, 13 Agustus 2026 – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menegaskan bahwa pers harus ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi alternatif yang independen.

 

Hal tersebut disampaikan Haedar dalam Orasi Kebangsaan bertema “Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan” dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium KH. A. Azhar Basyir Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026).

 

Haedar menjelaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam mengungkap realitas yang tidak selalu tampak di ruang publik. Ia menggunakan perspektif front stage dan backstage untuk menggambarkan adanya perbedaan antara realitas yang ditampilkan dan kondisi yang sebenarnya.

“Panggung depan sering kali penuh drama, rekayasa, dan tidak sepenuhnya menggambarkan realitas yang sebenarnya. Sedangkan panggung belakang itulah yang nyata,” ujar Haedar.

 

Menurutnya, pers perlu menghadirkan pemberitaan yang sedekat mungkin dengan realitas objektif. Namun, kerja pers tidak hanya berkaitan dengan persoalan benar dan salah, melainkan juga menyangkut nilai baik-buruk serta pantas-tidak pantas.

 

Haedar menilai tantangan pers semakin besar karena media tidak terlepas dari kepentingan pemilik modal dan kekuasaan politik. Terlebih, media sosial telah menjadi ruang hidup baru bagi masyarakat yang memungkinkan setiap orang menyampaikan informasi dan pendapat secara luas.

 

“Intinya, dulu menulis di media itu penuh proses kurasi dan seleksi. Tidak seperti sekarang, di mana orang bisa asal bicara dan merasa paling benar di media sosial,” ungkapnya.

 

Ia kemudian menekankan pentingnya nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Menurut Haedar, agama tidak cukup ditempatkan sebagai ritual, tetapi harus mampu memberikan makna, nilai, dan arah kehidupan.

 

Haedar mencontohkan K.H. Ahmad Dahlan sebagai sosok yang menjadikan pemahaman agama sebagai kekuatan pembaruan. Dari pemahaman tersebut, Ahmad Dahlan melahirkan berbagai gerakan transformatif, seperti pendirian sekolah modern, rumah sakit, hingga organisasi ’Aisyiyah. “Agama tidak boleh sekadar menjadi ritual, tetapi harus memberi makna, memberikan nilai, dan membimbing arah,” tegas Haedar.

 

Dalam konteks kebangsaan, Haedar menyampaikan bahwa Indonesia dibangun atas kehendak untuk hidup bersama di tengah keberagaman. Kehendak tersebut kemudian dikodifikasikan melalui konsensus nasional, yaitu Pancasila dan UUD 1945.

 

Ia mengingatkan bahwa konsensus kebangsaan tersebut perlu dijaga, termasuk oleh pers nasional. Pers harus tetap menjalankan perannya dalam menyuarakan kebenaran dan kebaikan serta tidak terjebak pada kepentingan pragmatis.

 

Haedar juga menyinggung perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik selama 42 tahun, yang dimulai ketika menjadi wartawan Suara Muhammadiyah. Pengalaman sebagai wartawan lapangan selama hampir lima tahun, menurutnya, turut menempa dirinya menjadi penulis dan jurnalis.

 

Ia berharap momentum Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dapat menjadi ruang untuk memperkuat peran pers sekaligus membangun kehidupan kebangsaan yang semakin mencerahkan dan membawa kemaslahatan.

 

Turut hadir Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muchlas, M.T., Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, M.A., Ph.D., Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Wakil Menteri Dikdasmen Fajar Riza Ulhaq, Rektor se-PTMA dan Beberapa tokoh pers serta Pimpinan Redaksi Media Nasional.

 

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Tim//red

Berita Terkait

TAK SEKADAR EDUKASI, KKL-PPM 79 UNMAL SENTUH SISI EMOSIONAL SISWA SMA YOS SUDARSO METRO
Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian
Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online
Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026, Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus
Kalsel Expo 2026 Semakin Semarak, Beragam Kegiatan Terus Digelar 
Sespimmen Polri Latih Kepemimpinan Strategis melalui Studi Lingkungan di Demak
*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*
Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:30

TAK SEKADAR EDUKASI, KKL-PPM 79 UNMAL SENTUH SISI EMOSIONAL SISWA SMA YOS SUDARSO METRO

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:19

Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:14

Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08

Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:01

Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026, Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:23

Sespimmen Polri Latih Kepemimpinan Strategis melalui Studi Lingkungan di Demak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:07

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49

Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x