Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono Menghadiri Peluncuran Buku Sejarah Indonesia Di Jakarta

- Reporter

Senin, 15 Desember 2025 - 00:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 14 Desember 2025 // propamnewstv.id – Penetapan Hari Sejarah Nasional dan soft launching Buku Sejarah Indonesia yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Minggu (14/12) menarik perhatian berbagai kalangan, terutama para sejarawan, budayawan, dan tokoh-tokoh penting dalam dunia kebudayaan. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, penulis, editor, serta para ahli sejarah dan budaya.

Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, Guru Besar Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip), turut hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Singgih menyampaikan rasa bangga atas peluncuran buku yang mengulas dinamika kebangsaan Indonesia dalam arus global tersebut. Menurutnya, penetapan Hari Sejarah Nasional merupakan langkah penting yang perlu disambut dengan produktivitas dalam dunia penulisan sejarah.

“Kita merasa bangga atas dukungan Menteri Kebudayaan dalam menyelesaikan penulisan sejarah Indonesia yang juga mencakup dinamika kebangsaan dalam arus global. Selain itu, penetapan Hari Sejarah Nasional ini menjadi peristiwa yang bersejarah itu sendiri,” ujar Singgih seusai acara.

Lebih lanjut, Singgih mengungkapkan tantangan besar bagi para penulis sejarah untuk dapat terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Ia menekankan bahwa Hari Sejarah Nasional seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas penulisan sejarah.

“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita sebagai penulis sejarah bisa lebih produktif. Jika tidak, Hari Sejarah Nasional hanya akan menjadi simbol tanpa manfaat. Jadi, kita harus terus berkarya,” tambahnya.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi siswa, mahasiswa, dan siapa saja yang memiliki minat untuk mendalami sejarah Indonesia. Singgih juga menyoroti pentingnya peran guru dalam mendidik dan menyampaikan sejarah dengan cara yang benar, terutama bagi generasi muda yang aktif membuat konten di media sosial.

“Peran guru sangat penting, karena mereka harus bisa mengajarkan cara menulis yang benar dan menjelaskan bagaimana cara membuat konten di media sosial yang sesuai dengan fakta sejarah. Konten yang dibuat harus berdasarkan pada informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono Menghadiri Peluncuran Buku Sejarah Indonesia Di Jakarta.

Jakarta, 14 Desember 2025 – Penetapan Hari Sejarah Nasional dan soft launching *Buku Sejarah Indonesia* yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Minggu (14/12) menarik perhatian berbagai kalangan, terutama para sejarawan, budayawan, dan tokoh-tokoh penting dalam dunia kebudayaan. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, penulis, editor, serta para ahli sejarah dan budaya.

Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, Guru Besar Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip), turut hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Singgih menyampaikan rasa bangga atas peluncuran buku yang mengulas dinamika kebangsaan Indonesia dalam arus global tersebut. Menurutnya, penetapan Hari Sejarah Nasional merupakan langkah penting yang perlu disambut dengan produktivitas dalam dunia penulisan sejarah.

“Kita merasa bangga atas dukungan Menteri Kebudayaan dalam menyelesaikan penulisan sejarah Indonesia yang juga mencakup dinamika kebangsaan dalam arus global. Selain itu, penetapan Hari Sejarah Nasional ini menjadi peristiwa yang bersejarah itu sendiri,” ujar Singgih seusai acara.

Lebih lanjut, Singgih mengungkapkan tantangan besar bagi para penulis sejarah untuk dapat terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Ia menekankan bahwa Hari Sejarah Nasional seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas penulisan sejarah.

 

“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita sebagai penulis sejarah bisa lebih produktif. Jika tidak, Hari Sejarah Nasional hanya akan menjadi simbol tanpa manfaat. Jadi, kita harus terus berkarya,” tambahnya.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi siswa, mahasiswa, dan siapa saja yang memiliki minat untuk mendalami sejarah Indonesia. Singgih juga menyoroti pentingnya peran guru dalam mendidik dan menyampaikan sejarah dengan cara yang benar, terutama bagi generasi muda yang aktif membuat konten di media sosial.

“Peran guru sangat penting, karena mereka harus bisa mengajarkan cara menulis yang benar dan menjelaskan bagaimana cara membuat konten di media sosial yang sesuai dengan fakta sejarah. Konten yang dibuat harus berdasarkan pada informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dengan adanya Buku Sejarah Indonesia yang baru diluncurkan, Singgih berharap para kreator konten di media sosial bisa lebih bijak dalam mengolah dan menyebarluaskan informasi sejarah, agar tidak ada penyalahgunaan atau penyesatan informasi yang dapat merugikan masyarakat.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebenaran sejarah, dan semoga buku ini bisa menjadi pegangan yang kuat bagi siapa saja yang ingin belajar dan mengembangkan pengetahuan sejarah Indonesia,” tutup Singgih.

Lucky Suryani

Berita Terkait

Penegakan Hukum Harus Berkeadilan,Bukan Tajam Ke Bawah dan Tumpul Ke Atas.
MARAKNYA PETI DI SESAR DISOROT, WARGA KHAWATIR ARUS SUNGAI KAPUAS TERGANGGU DAN TANAH LONGSOR
Usai Rangkaian Acara, Dewan Pembina DPP PWDPI Gelar Ramah Tamah Bersama DPW Bali
Di duga tutup mata tutup telinga dinas pendidikan kota Bandung, kasus pelecehan seksual di SMP N 17. Kota bandung sengaja di biyar kan.”
Jemput Bola di Lapangan Dwi Warna,Bag SDM Polres HST Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Tak Kunjung Dibangun Pemerintah, Warga Dua Desa di Sekadau Bangun Jembatan Empaot Secara Swadaya
GEPAK Kalsel Soroti Pendidikan Moral, Karhutla hingga Pelayanan Publik dalam Dialog NGOBRAS RRI Banjarmasin
Arahan Kapolda Jateng Pada Seluruh PJU dan Kapolres Jajaran : “Polisi Bersama Masyarakat Harus Terwujud dalam Pelayanan Nyata

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:09

Penegakan Hukum Harus Berkeadilan,Bukan Tajam Ke Bawah dan Tumpul Ke Atas.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:58

MARAKNYA PETI DI SESAR DISOROT, WARGA KHAWATIR ARUS SUNGAI KAPUAS TERGANGGU DAN TANAH LONGSOR

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:54

Usai Rangkaian Acara, Dewan Pembina DPP PWDPI Gelar Ramah Tamah Bersama DPW Bali

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:14

Di duga tutup mata tutup telinga dinas pendidikan kota Bandung, kasus pelecehan seksual di SMP N 17. Kota bandung sengaja di biyar kan.”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:06

Jemput Bola di Lapangan Dwi Warna,Bag SDM Polres HST Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:58

GEPAK Kalsel Soroti Pendidikan Moral, Karhutla hingga Pelayanan Publik dalam Dialog NGOBRAS RRI Banjarmasin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48

Arahan Kapolda Jateng Pada Seluruh PJU dan Kapolres Jajaran : “Polisi Bersama Masyarakat Harus Terwujud dalam Pelayanan Nyata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:45

*Ike Edwin: Raja Terdahulu Menyerahkan Kewenangan Mengatur Rakyat, Bukan Tahta*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x